prolog

62 10 4
                                        

Pesta perayaan ulang tahun dengan megah, dan mewah telah dimulai, para tamu undangan sudah berkumpul di tengah-tengah ruangan yang sangat luas itu.

Ini adalah pesta ulang tahun anak perempuan berusia 7 tahun. Lilin telah di nyalakan suara tepuk tangan dan nyanyian terdengar sangat kompak, dan merdu.

Para tamu undangan bernyanyi dengan gembira, begitu pun dengan anak laki laki yang tengah berdiri sambil mengikuti nyanyian. Anak laki laki itu bernyanyi dengan suara yang sangat kencang dan gembira.

𝘚𝘦𝘭𝘢𝘮𝘢𝘵 𝘶𝘭𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘢𝘩𝘶𝘯, 𝘬𝘢𝘮𝘪 𝘶𝘤𝘢𝘱𝘬𝘢𝘯
𝘚𝘦𝘭𝘢𝘮𝘢𝘵 𝘱𝘢𝘯𝘫𝘢𝘯𝘨 𝘶𝘮𝘶𝘳, 𝘒𝘪𝘵𝘢 '𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘰'𝘢𝘬𝘢𝘯
𝘚𝘦𝘭𝘢𝘮𝘢𝘵 𝘴𝘦𝘫𝘢𝘩𝘵𝘦𝘳𝘢, 𝘴𝘦𝘩𝘢𝘵, 𝘴𝘦𝘯𝘵𝘰𝘴𝘢
𝘚𝘦𝘭𝘢𝘮𝘢𝘵 𝘱𝘢𝘯𝘫𝘢𝘯𝘨 𝘶𝘮𝘶𝘳,
𝘋𝘢𝘯 𝘣𝘢𝘩𝘢𝘨𝘪𝘢.

𝘗𝘢𝘯𝘫𝘢𝘯𝘨 𝘶𝘮𝘶𝘳𝘯𝘺𝘢, 𝘱𝘢𝘯𝘫𝘢𝘯𝘨 𝘶𝘮𝘶𝘳𝘯𝘺𝘢
𝘗𝘢𝘯𝘫𝘢𝘯𝘨 𝘶𝘮𝘶𝘳𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘦𝘳𝘵𝘢 𝘮𝘶𝘭𝘪𝘢,
𝘚𝘦𝘳𝘵𝘢 𝘮𝘶𝘭𝘪𝘢, 𝘴𝘦𝘳𝘵𝘢 𝘮𝘶𝘭𝘪𝘢.

𝘛𝘪𝘶𝘱 𝘭𝘪𝘭𝘪𝘯 𝘯𝘺𝘢, 𝘵𝘪𝘶𝘱 𝘭𝘪𝘭𝘪𝘯 𝘯𝘺𝘢
𝘛𝘪𝘶𝘱 𝘭𝘪𝘭𝘪𝘯 𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘦𝘬𝘢𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘫𝘶𝘨𝘢,
𝘚𝘦𝘬𝘢𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘫𝘶𝘨𝘢, 𝘴𝘦𝘬𝘢𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘫𝘶𝘨𝘢.

Wanita cantik, dan anggun berbisik kepada anak perempuan yang berada di depan kue ulang tahun, "sebelum tiup lilin jangan lupa berdo'a apa yang kamu inginkan," anak perempuan itu menggeleng pelan, "siap mah," ucap anak berkelamin perempuan itu dengan senyuman lebar di bibir-nya.

Anak perempuan itu berdo'a, lalu ia meniup lilin yang ada di hadapan nya.

Para tamu undangan besorak dengan gembira ketika lilin tengah ditipu, begitu pun dengan anak laki laki yang tadi sangat terlihat bersemangat ketika bernyanyi, sedari tadi anak laki laki itu memperhatikan anak perempuan yang tengah tersenyum lebar ketika ia sudah meniup lilin.

Anak laki laki itu berjalan santai menuju anak perempuan yang ia perhatikan sedari tadi, anak laki laki itu menyodorkan sebuah kotak hadiah kepada anak perempuan itu. "Hai, ini aku ada hadiah untukmu," ucap anak laki laki itu dengan senyuman lebar di bibir-nya.

Anak perempuan itu mengambil kotak yang disodorkan oleh anak laki laki itu, "Hai, makasih ya gembul, kamu udah ngasih hadiah ke aku, nanti besok kita jadi ke taman kan?" tanya anak perempuan itu.

Anak laki laki itu menggeleng pelan diiringi oleh senyuman manis di bibirnya, "Ya."

"Gembul."

Pria dengan tubuh kekar memanggil anaknya, ia melambaikan tangannya memberikan isyarat agar anaknya menghampiri nya, anak laki laki itu berjalan menghampiri ayahnya, ia melambaikan tangan kepada anak perempuan itu.

"Gembul, besok jemput ya," teriak anak perempuan itu.

-------- -------- -------- --------

𝐆𝐢𝐦𝐚𝐧𝐚 𝐩𝐫𝐨𝐥𝐨𝐠 𝐧𝐲𝐚?
𝐌𝐚𝐚𝐟 𝐤𝐚𝐥𝐨 𝐚𝐜𝐚𝐤 𝐚𝐜𝐚𝐤𝐚𝐧🙏😁

MarshelaStories to obsess over. Discover now