"oke gue lanjut ya ceritanya,"
"iya lanjut!"
"namanya Nur Jinan, sekarang umurnya 15 tahun dan berstatus siswa baru di MAN 1 Makassar. dia ambivert, jadi sikapnya tergantung sama siapa dia berinteraksi. kalo lo asik, dia juga bakal lebih asik. tapi kalau lo ngebosenin, ya dia juga bakal kayak gitu."
"trus truss??"
"dia cantik, pendek, imut, pinter, paket komplit dah. Dia gak pernah sama sekali pacaran."
"serius?!!!"
"iya, masa gue boong?"
"udah deh ya sini gue ceritain kisah hidupnya.. lo dengerin ya!"
...
kisah ini berawal di tahun 2021, tahun kedua dunia terjajah dengan suatu virus yang bernama covid 19. Segala hal dilakukan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, terutama dalam hal belajar mengajar. Siswa siswi diharuskan belajar online alias daring.
ini semester awal, semester baru bagi Jinan untuk menghadapi kehidupannya sebagai siswi menengah atas yang bersekolah di MAN 1 Makassar. Cita- citanya adalah menjadi seorang dokter, makanya dia pilih jurusan MIPA pas pemilihan jurusan.
Menjadi siswi yang sering juara kelas membuat hidup Jinan penuh rencana, tapi ada satu kekurangan Jinan, Terlalu banyak mimpi tapi takut buat memulai apalagi sendiri. suatu hal yang sangat disayangkan.
oke, back to topic..
Karna daring, jadi pelajaran selama dua bulan itu dilakuin online, guru cuman ngirimin materi buat siswanya catat, atau kirim tugas, atau cuman kirim list buat absen. gitu deh. Keadaan ini bikin siapapun bakal mengalami penurunan drastis sama otaknya, meningkatkan rasa malas, dsb..
tapi u know lah, Jinan anaknya rajin, dia tepat waktu kalau ngerjain tugas, gak pernah bolos kelas, pokoknya masih jadi siswa teladan lah.
ada satu hari, ada masa siswa 10 MIPA 1 diminta datang ke sekolah buat pemilihan stuktur kelas sekaligus kenal kenalan. Jinan dateng dong, sama sahabatnya, namanya Miza. Mereka sekelas.
Dari hasil pemilihan hari itu jadilah Jinan wakil sekretaris. padahal rencananya dia pengen yang lebih daripada itu, tapi kembali lagi, Jinan takut buat memulai. kalau bukan Miza yang saranin kayaknya Jinan gak jadi apa- apa deh, dia juga jarang ngomong disitu, mendadak kalem lagi, introvert lagi. takut buat mulai pertemanan kalau bukan mereka yang mulai.
setelah pembentukan struktur itu, guru guru di kelas pada heboh karena ternyata ada salah satu siswa yang notabennya keturunan bangsawan andi yang terkenal karna dia penghafal Al-Qur'an dan keluarganya yang punya pondok tahfidz sendiri. alhasil si penghafal ini diminta sama Bunda (panggilan buat wali kelas 10 MIPA 1) buat bacain salah satu ayat suci Al-Qur'an.
semuanya jelas tertuju ke dia dong.
sunyi..
sekelas ikut ngerasain apa yang dirasa si penghafal ini.
khusyuk..
dan dia mulai bacain ayat kursi..
dengan suara merdunya membuat jiwa yang di dalam diri Jinan tenang, seperti ada hawa yang beda dari cara si penghafal ini baca ayat Alqur'an, seisi kelas ikut khusyuk mendengarkan, sampai di kata terakhir semua tertegun kagum.
"masya Allah,namanya siapa nak?" tanya bunda.
Si penghafal diam dua detik kemudian menjawab, "Andi Awan Al-Aatif, bunda," ucapnya.
to be continue...
YOU ARE READING
A dan J
Teen Fictionternyata, perasaan yang selama ini Jinan anggap sebagai suatu mitos, justru ia rasakan diwaktu yang tidak tepat. Dari sinilah terjadi banyak plot twist dalam hidup Jinan. start: Desember 2023 End : ?
