CHAPTER 2

1.7K 146 12
                                        

APARTEMEN PAUL

"Gimana ma?" tanya Paul kepada seseorang di saluran teleponnya.

"Boleh ma, tapi Paul harus bilang dulu sama Nabila takutnya dia ada kerjaan." tukas Paul kepada Mamanya melalui telepon.

"Aku usahain Ma, nanti bilang ya Ma kalau udah sampe bandara." Ucap Paul.

"Siap Ma, makasih." Tukas Paul mengakhiri panggilannya. Setelah mengakhiri panggilannya, Paul langsung menghubungi kekasihnya terkait permintaan sang Mama.

LOKASI PHOTOSHOOT

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

LOKASI PHOTOSHOOT

"Kak, Abi tinggal gak papa?" tanya Fachri.

"Jemput adek?" tanya Nabila pura-pura tidak tahu akan ajakan Paul.

"Gak, nanti Paul yang jemput. Mamanya Paul ajak Kakak buat dinner bareng." Tukas Fachri jelas terdengar tidak suka dengan undangan Paul untuk anak gadisnya.

"Abi izinin? Kalau engga juga gak papa nanti Kakak bilang sama Paul." Ujar Nabila.

"Udah Kakak pergi aja, Abi pamit pulang dulu." Jawab Abi mengambil tasnya yang ia letakkan di kursi samping Nabila.

Nabila mencium punggung tangan ayahnya, "assalamualaikum." Pamit Abi.

"Waalaikumsallam," balas Nabila.

Nabila kembali melanjutkan aktivitasnya agar bisa menyelesaikan pekerjaannya dengan tepat waktu. Berbagai gaya Nabila tampilkan di depan kamera dan sudah tidak di ragukan lagi foto yang dihasilkan pun sangat memuaskan.

Seluruh team sangat amat menyenangkan membuat Nabila tidak merasa lelah dalam menjalankan kewajibannya. Perjuangannya selama kurang lebih 7 tahun berkecimpung di dunia entertaiment ini membuahkan hasil yang sangat memuaskan, terbukti dengan banyaknya brand yang mengajak Nabila untuk bekerja sama. Bukan hanya itu, banyaj panggung juga yang mengundangnya untuk ikut memeriahkan acara yang disrlenggarakan.

"Nab, di depan ada Paul." Ujar Pak Rajib manager Nabila.

"Pa Jib, tolong bilangin akunya mau ganti baju dulu bentar." Pinta Nabila sambil merapihkan barang bawaannya.

"Siap," jawab Pa Rajib.

Nabila menghampiri Paul yang sejak tadi sudah menunggunya, "maaf ya nunggu lama." Ujar Nabila duduk di samping Paul.

"Engga lama kok, udah beres semua?" tanya Paul.

"Udah," jawab Nabila menganggukan kepala.

"Mau langsung atau pulang dulu?" tawar Paul.

"Langsung aja deh, buang-buang waktu juga kalau pulang dulu." Jawab Nabila.

"Ya udah, ayo." Ajak Paul mengulurkan tangannya.

Menyambut uluran tangan Paul, "pamit dulu sama Pa Jib." Tukas Nabila.

Kembali pada ruang make up bersama dengan Paul, "Pa Jib kita pulang duluan ya," pamit Nabila pada managernya.

You Are The Only One I LoveWhere stories live. Discover now