Inti Kegelapan Raja Iblis Xiao Zhan dicuri dan ia terpaksa menikah dengan Dewa Langit Wang Yibo atas perintah surga. Pembalasan dendam harus dilakukan, cinta dan kasih dipertaruhkan. Apa jadinya jika Gelap dan Terang bersatu? Tidakkah itu membawa Ma...
A/N: Kisah ini mengambil latar Dewa-Dewi Tiongkok namun seluruh alurnya tidak berkaitan dengan sejarahnya.
Terinspirasi oleh Till The End of The Moon
Selamat membaca.
***
Prolog - Pernikahan
Jagat raya gempar. Pernikahan yang paling tidak masuk akal, yang paling gila, dan yang paling melanggar normal tengah surga rayakan. Kereta kencana yang ditarik tujuh phoenix api melintasi angkasa membawa Dewa Langit yang paling dihormati oleh semesta dan Raja Iblis yang paling ditakuti seluruh makhluk di tiga dunia.
Ini adalah pernikahan antara Dewa dan Iblis. Tidak pernah terjadi sebelumnya, pernikahan ini mungkin juga tidak akan terjadi lagi di masa depan.
Mempelai pria pertama sangat berwibawa. Parasnya membawa kedamaian bagi siapapun yang memandang. Kehangatannya terpancar seolah dialah sang surya sumber kehidupan. Ada bayangan keemasan yang membentuk siluet naga api di belakangnya. Ia tampil menawan pada hari besar sang pemimpin semesta.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Wang Yibo - Dewa Langit
Berkebalikan dengan Dewa Langit, mempelai pria kedua sangat dingin. Sorot matanya tajam seolah siap membunuh eksistensi yang berani menantangnya. Ketampanannya mampu membekukan waktu. Kegelapan yang terpancar dari keberadaannya menggali nafsu setiap insan, menyuruh mereka membuat dosa terburuk, menjadikan mereka iblis seperti dirinya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Xiao Zhan - Raja Iblis
Burung phoenix penarik kereta bersiul. Nyanyian menggema di sepenjuru langit senja, menggetarkan sanubari Para Dewa dan Dewi. Pertemuan siang dan malam menjadi waktu sakral bagi dua penguasa dari dua dunia untuk bersatu.
Begitu landasan Istana Langit di depan mata, kepakan sayap phoenix memelan dan kereta kencana pun berhenti. Sang Dewa Langit mengulurkan tangannya. Tanpa mengucapkan kata, Raja Iblis tahu maksudnya apa namun tetap bergeming. Ia yang memiliki harga diri tertinggi di tiga dunia tentu saja enggan menerimanya. Raut wajahnya tidak berubah sedikitpun, sedangkan tubuhnya mematung di tempat.
Dewa Langit tersenyum. Ia tidak memaksa calon pasangannya untuk menggenggam tangannya. Ia bahkan meninggalkannya di belakang dan menapakkan kaki di landasan terlebih dahulu. Hanya saja, ia berjalan sangat lambat. Ia lebih memilih untuk memusatkan energi di dada untuk menjulurkan seutas benang emas dari jantungnya yang berpendar kemerahan.
Benang emas melayang di udara layaknya pancingan yang hendak menangkap ikan. Tanpa Raja Iblis sadari, kehampaan yang ada dalam rongga dadanya terjerat. Benang itu melilitnya dan membuatnya terkejut hingga bola matanya nyaris melompat. Dalam sekejap, ia menjadi boneka kayu yang harus patuh pada penciptanya.
"Wang Yibo! Lepaskan aku!"
Sang Dewa Langit tersenyum. Alih-alih banyak bicara, ia lebih memilih untuk melanjutkan perjalanannya menuju altar pernikahan. Tentu saja, kali ini Raja Iblis mengikutinya dari belakang. Benang emas itu benar-benar ampuh untuk mendisiplinkan iblis nakal.
Kemudian, petikan kecapi senjata Dewa Utama mengalun dengan sendirinya untuk mengiringi hari bahagia tuannya. Dan begitu matahari dan bulan berada dalam garis lurus cakrawala, begitu Yin dan Yang berada dalam ruang dan waktu yang sama, Dewa Langit dan Raja Iblis menyatukan takdir mereka.
"Tiga dunia bersaksi. Dengan ini, Dewa Langit Yang Maha Agung dan Yang Mulia Raja Iblis resmi menjadi sepasang suami."
***
Baca Selengkapnya di Zay Lotus
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.