Cast👆
Selamat membaca, semoga kalian suka dengan Ragaksara
Jangan lupa vote ya, vote kalian sangat aku butuh tau.
"Motto hidup lo apa Ger?"
Sejak tadi dua pria di samping Asta tak henti-hentinya mengoceh. Membuat fokus Asta terganggu karena kebisingan yang mereka buat.
Padahal hanya mengisi formulir pendaftaran untuk menjadi anggota dari ukm olahraga.
"Emang motto hidup lo apa?" tanya Geri.
"Mana punya gue motto hidup. Jalani saja semua yang ada," jawab Raksa pada lawan bicaranya.
Tanpa basa basi, Geri menjitak kepala temannya itu. Tak habis pikir apa yang ada di otak Raksa.
"Itu juga motto hidup gila," cetus Geri.
Asta melihat sekilas ke arah mereka lalu kembali memfokuskan penglihatannya pada kertas yang sekarang berada di hadapannya.
"Coba liat cewe itu Ger, masa dia nutupin kertasnya pake tangannya coba. Padahal kita gak ada niatan nyontek ke diakan?"
Kalimat Raksa cukup membuat Asta sadar kalau kalimat yang barusan ia lontarkan tertuju padanya. Karena saat ini peserta perempuan yang sementara mendaftar hanya Astala.
Tidak ada yang memaksa gadis itu untuk masuk ke olahraga atau sekedar ikut teman seperti yang dilakukan peserta lain. Justru Asta yang sangat ingin masuk ke UKM olahraga. Hobby bulutangkisnya bisa ia salurkan di UKM tersebut.
"Emang apa yang mau dicontek dari kertas ini, nama gue gitu yang mau dicontek? Dasar cowo," batin Asta.
Kini pulpennya menari di bagian motto hidup.
"Jalani, nikmati, kemudian syukuri."
Itulah motto hidup Asta, jalani saja apa yang sudah menjadi takdirmu. Nikmati kemudian syukuri. Nikmati saja semua keadaan. Jika itu baik maka syukuri. Kalaupun buruk nikmati juga lalu ambil hikmah di dalamnya dan jadikan pelajaran. Bukankah tindakan itu juga merupakan bagian dari mensyukuri?
"Astala Reyka Nasya?" Raksa berusaha mengeja nama yang berada di kertas Asta dari kejauhan.
"Nggak boleh nyontek Raksa," respon Asta lalu beranjak pergi mengumpulkan kertas yang sudah berisi biodata lengkap gadis itu.
Asta juga diam-diam melihat nama pria itu di kertas miliknya tadi.
"Namanya indah, Raksa Adi Narendra."
✨
"Halo brow brow gue," teriak Geri ketika sampai di warkop milik Mang Jojon.
Warkop ini berada tidak jauh dari gedung kampus Ardanata. Warkop yang selalu mereka kunjungi setiap hari. Tidak ada mahasiswa yang menduduki bangku warkop itu kecuali mereka karena hanya mereka yang betah nongkrong berlama-lama di warung kopi milik Mang Jojon itu.
Siapa mereka? Mereka bukan anak geng motor, bahkan bukan juga anak berandalan. Mereka tidak memberikan nama apapun pada perkumpulan mereka seperti yang dilakukan pihak-pihak lain.
Mereka terbentuk atas organisasi kampus yang mereka ikuti, UKM olahraga. Dari sana pertemanan mereka menjadi akrab hingga sekarang.
"Berisik lo, kek ngomong sama orang jauh aja," sembur Asta.
Astala Reyka Nasya, diantara mereka hanya Asta gadis yang setia ikut main dengan mereka. Selera humor mereka terlalu tinggi membuat gadis itu betah untuk berlama-lama bermain dengan mereka.
Gadis yang selalu ceria, senyumnya selalu merekah di manapun, kapanpun dan sama siapa pun. Asta terbilang ramah dan humble. Ia bisa menyesuaikan dirinya pada siapa lawan bicaranya.
Gelak tawa selalu terdengar dari mulut Asta kalau ia bertemu dengan orang yang sefrekuensi dengannya. Seperti bertemu dengan mereka.
"Maunya lo teriak noh dari ujung aspal sana, bukan di depan muka kita-kita baru lo teriak bego," tambah Raksa.
Raksa Adi Narendra. Diantara semua temannya ia pria yang paling tertampan. Banyak wanita yang terpikat dengan ketampanannya.
Selain itu Raksa juga humoris, sama seperti Geri Rafasya. Jika keduanya bertemu, Asta tidak dibiarkan berhenti tertawa oleh keduanya.
Mereka berdua juga cukup akrab dengan gadis itu diantara yang lain. Cocok, duanya mengundang gelak tawa dan yang satunya gampang tertawa.
Di samping Asta ada Reesa Analisya yang terkekeh pelan melihat tingkah temannya.
Gadis ini terbilang jarang berkumpul dengan mereka tapi bisa dipastikan ia akan selalu nongol seminggu sekali di depan mereka.
Tidak ada masalah, hanya saja ia punya kumpulan tersendiri dengan teman perempuannya. Waktu itu Asta sudah diajak gadis itu untuk gabung, tapi Asta menolak. Pikir Asta, sudah terlalu banyak orang di dalam hidupnya.
Sekarang ia membatasi orang yang ingin masuk ke dalam hidupnya dengan membawa gelar teman. Ia perkecil lagi meskipun sudah di perkecil masih banyak sekali orang dengan gelar teman berada di hidupnya.
Ia melakukan hal itu agar suatu saat nanti ia tidak terlalu sakit jika satu persatu temannya akan meninggalkannya demi menggapai masa depan mereka.
Meskipun hal itu ia lakukan, tak bisa dipungkiri bahwa semesta menerapkan people come and go. Tidak ada yang bisa menghindar, jalan satu-satunya hanya jalani, nikmati kemudian syukuri seperti motto hidup milik Astala Reyka Nasya.
"Dari mana Ger?" Arkanata ikut duduk di samping Geri setelah memesan kopi handalan yang selalu ia beli di warkop Mang jojon.
Arkanata cowo yang paling pendiam diantara mereka. Ia irit dalam berbicara. Pria ini juga paling cerdas dan pintar. Sang motivator bagi Astala, Arkan selalu memberi kata kata mutiara ataupun motivasi pada Asta meskipun Asta tidak memintanya.
"Biasa cuci mata," jawab Geri.
"Yeyyy si Bambang cuci mata terosss," sembur Baskara.
Baskara Arsya Pradata teman-temannya suka memanggilnya dengan sebutan Bas. Pemain basket sejak lama, masuk ke UKM olahraga karena minat di basket. Suka mengusik Asta, Asta pasti tak dibuatnya duduk tenang.
Meski seperti itu dia pria yang begitu lembut ketika bicara dengan lawan bicaranya.
"Dosa tau cuci mata tiap hari Ger, kalo mau seminggu sekali," ucapan Dipta berhasil membuat gelak tawa menggema di warkop milik Mang Jojon.
Pradipta Satya Lencana, pria ini paling terkaya di lantara teman-temannya. Berada di garis bucin paling keras. Wanitanya berbeda kampus dengan Dipta. Pertama kali ketemu saat turnamen basket antar kampus.
"Emang kalo seminggu sekali nggak dosa Dip?" tanya Raksa.
"Enggak," jawab Dipta asal.
Mendengar ucapan Dipta, Asta membulatkan matanya.
"Nggak ada nggak ada. Itu tetep dosa Dipta. Agama gak boleh dibawa main-ma...." ucap Asta terpotong saat melihat sosok pria berwajah dingin lewat di hadapannya.
"Itukan yang tadi nyenggol gue sampe jatuh," batin Asta.
.
.
.
Bagaimana seru?
Next tidak?
Kira kira siapa yang sudah menabrak Asta?
Selucu apa sih teman teman Asta?
Pesan buat author
Terimakasih sudah singgah jangan lupa ikuti yah
.
.
.
YOU ARE READING
Ragaksara
RomanceRagaksara . Kehidupan perkuliahan dengan segala macam problematika nya Belum lagi kisah hati dengan segala Lika likunya . Astala Reyka Nasya Gadis yang terlihat begitu humble Ternyata sedang memasang tembok ketidakpercayaan pada pria manapun . Gadis...
