memories follow me...

69 5 1
                                        

Jimin mendesah pelan. Angin menampar wajahnya. Pandangannya menyapu langit malam New York. Ia duduk sendiri dalam diam, tetapi kepalanya penuh dengan banyak memori. Cappucino di meja di sampingnya sudah berhenti ber-uap, Jimin belum menyentuhnya sedari tadi. Padahal ia sudah duduk disitu hampir satu jam.

Ia membuka handphonenya, ada notifikasi di group Bangtan, ah...Jungkook sedang live di Good Morning America, para members sedang membahasnya dengan heboh. Jimin nanti saja melihatnya. Toh, ia sudah melihat waktu mic-check. Lagipula, Jungkook pasti akan mengajaknya menonton bersama nanti videonya di youtube. Jimin tersenyum, Jungkook yang suka memaksakan kehendaknya, tetapi ia suka Jungkook yang seperti itu. Terkesan imut dan lucu.

Jimin tersenyum kecil, dan ketika ia melihat bulan yang mengintip dari antara awan hitam yang nyaris tertutup di atas kepalanya, Jimin tersenyum. ah...bulan, ketika ia melihat bulan, ia mengingat Jungkook.

----

"Jungkook? apa yang kau lakukan?" Jimin yang sedang dirias melirik ke arah Jungkook yang asyik dengan spidol di tangannya. Laki-laki berwajah tegas itu tengah menggambar sesuatu,

"Apa yang kau lakukan? cepat rapikan rambutmu, nanti kau di tegur Namjoon hyung" Jimin mendekatinya, hendak menariknya agar duduk di depan meja rias. Tapi Jimin tertegun melihat apa yang digambar oleh sang maknae,

"Eh...ini?" 

"Kau tau ini siapa? mirip siapa?" tanya Jungkook.

Jimin terdiam dan mengamati gambar itu. Gambar seorang lelaki duduk di pinggir bulan sabit. Jimin tahu dari bentuk rambut dan cara duduk, itu adalah gambar dirinya. Ia lalu tertawa kecil dan memukul pelan bahu Jungkook yang kini tertawa sambil menatapnya.

"Mwo ya.." ujarnya di dalam tawa. Jungkook hanya meliriknya kemudian berlalu. 

-----

Jimin menggeleng-gelengkan kepalanya. Itu belum selesai. Karena setelah itu, ia secara pribadi meminta pihak perusahaan membuatkan baju dengan gambar Jungkook sebagai desainnya. Jimin suka sekali gambar Jungkook itu. Maka ia memotretnya, dan mengirimkan kepada pihak stylist Hybe. Wardrobe itu ia gunakan saat mereka melakukan sesi interview untuk album mereka BE di Amerika. Sweater Putih dengan desain gambar Jungkook.

Jimin tertawa kecil, seperti yang pernah Jungkook katakan tentangnya saat interview mereka di Jepang, Jimin itu tidak tahu malu. Oh tapi mari kita bandingkan, siapa yang akhir-akhir ini lebih tidak tahu malu, dia atau Jungkook sendiri.

------

Jimin menatap ribuan kamera terbentang di hadapannya, dihadapannya dan para member BTS. Mereka menghadiri The Fact Music Awards 2017, untuk single mereka NOT TODAY. Jimin memberikan senyum terbaiknya, karena ia juga sedang dalam keadaan yang bahagia. Betapa tidak, album mereka laris manis di pasaran, single mereka pun meroket, popularitas mereka melebar. Jimin menoleh dan menatap para member. Mereka ber-6 pun tersenyum bahagia di depan kamera, kemudian tatapannya jatuh pada sang maknae, Jungkook.  

Jungkook berdiri disamping kanan Namjoon, dan Jimin berdiri di samping kiri leader mereka itu. Awalnya Jimin hanya menatap Jungkook seperti biasa, tatapan curi-curi pandang yang suka ia lakukan. Tetapi kemudian, Jungkook menatapnya balik dan membuat sebuah gestur dengan jari tangannya, dan Jungkook mengarahkan gestur itu ke arah Jimin, dengan jelas sambil tertawa. Jimin diam, ia tidak paham karena ia tidak mengerti kenapa tiba-tiba Jungkook menoleh padanya sambil mengangkat tangan kanannya. Sementara ia melirik Namjoon hyung yang ekspresi wajahnya seperti tidak tahu harus berkata apa. Jimin diam saja hanya tersenyum. Dia belum paham.

Sampai ketika mereka di ruang ganti, Jungkook menghampirinya menepuk pundaknya. Jimin menoleh, dan Jungkook tersenyum padanya.

"Kau tidak mengerti yah? hyung?" Jimin menggelengkan kepalanya.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jul 15, 2023 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

USTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang