It's Okay, Ayumi.. kamu masih punya keluarga di sini.
🌸
Sudah hampir 2 tahun ia tinggal di Jakarta semenjak dirinya dicampakkan saat itu. Ya, bahkan ia dengar-dengar mantan kekasihnya baru saja menjadi ayah beberapa bulan ini.
Seina tersenyum tipis disertai dengan hembusan napasnya yang panjang. "Kalian pasti hidup bahagia, ya.."
Ia berdecak seraya menyimpan beberapa buku yang baru saja dikembalikan oleh mahasiswa sesuai raknya masing-masing. Dan ya seperti ini lah ia sekarang, ia bekerja sebagai Librarian di Universitas yang tidak jauh dari rumahnya.
Pekerjaannya tidak sulit, ia hanya perlu melakukan pelestarian koleksi perpustakaan, menjaga sirkulasi koleksi dengan efektif, dan menjaga kebersihan serta kenyamanan perpustakaan. Dengan senang hati ia menganggap Perpustakaan ini adalah rumah keduanya.
Ada satu keuntungan sejak ia bekerja di sini, yakni ia bisa membaca buku sebanyak apapun yang ia mau. Yaa hobinya memang membaca sih, jadi ia sangat menikmati pekerjaannya. Gajinya memang tidak seberapa, tapi beruntungnya orangtua Seina tidak mempermasalahkan itu. Karena, mereka memang keluarga ber-ada.
Motto orangtua Seina adalah jadi apapun yang kalian suka. Ayah Seina bekerja di Jepang bersama kakak laki-lakinya yang kini juga tengah mengurus perusahaan untuk menggantikan posisi Ayah yang akan pensiun. Tentu saja itu bukan paksaan ayahnya, Kakaknya memang bercita-cita untuk menjadi pemimpin.
Sementara ibunya bekerja sebagai Dokter sekaligus Penulis di Indonesia, ibunya sangat keren. Seina melestarikan buku tulisan ibunya di perpustakaan kampus ini, dan sudah membaca semua karyanya.
Saat pekerjaannya sudah beres, Seina berniat untuk mengisi perutnya di kantin, dan bergantian pada pustakawan lainnya untuk berjaga.
Bibirnya tersenyum saat melihat suasana kantin tak begitu ramai. Buru-buru ia memesan makanan yang sangat ia inginkan sekarang, yakni Sop Iga. Dan tak butuh waktu lama untuk Seina menunggu, lantas ia segera mencari meja yang menurutnya nyaman.
Saat ia tengah menikmati makanannya, dari sini ia bisa melihat seorang mahasiswa tengah melakukan panggilan video dengan pacarnya-mungkin. Namun, orang yang berada dalam panggilan tersebut seperti berbicara dalam bahasa isyarat. Itu semua terlihat jelas, karena jarak meja makan mereka hanya 1 meter.
Mungkin yang ia lakukan sekarang kurang sopan, karena memperhatikan dan menyimak laki-laki itu bertelepon. Tapi melihat interaksi mereka, Seina merasa tentram dan ada rasa iri.
Kalian pasangan yang saling mengerti, ya..
Ketenangan ini berakhir sampai ada seseorang yang menggebrak meja laki-laki itu.
"Heh, lu!!! Kurang ajar lu!!"
Seina menatap malas ke arah mereka. "Masalah remaja." Ia lebih memilih melanjutkan kembali santapannya.
"LU FOTO FOTO CEWEK GUA KAN, BANGSAT?!!" teriaknya seraya menarik kerah baju laki-laki tersebut.
"Apa sih, goblok?!" Orang itu menepis tangan yang ada di kerahnya.
"Halahh!! Belaga bego lu sialan!"
Bugh!
"Jangan mentang-mentang tampang lu oke, bisa seenaknya cekrek cewek sana-sini!"
Seina sepertinya mengerti kenapa orang itu tiba-tiba marah. Ini kesalahpahaman, orang itu marah mengira laki-laki yang sedang video call barusan sedang memotret pacarnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝗖𝗼𝗺𝗲𝘁 ✮ 🅥︎🅢︎🅞︎🅞︎
Romanceˢᵉᵠᵘᵉˡ ᵒᶠ 𝘿𝙞𝙨𝙖𝙗𝙡𝙚𝙙 𝙂𝙞𝙧𝙡. Ini kisah seseorang yang jatuh cinta hanya karena airmata. Ya, airmata itu terlihat begitu indah bagaikan bintang jatuh di gulitanya malam. ★ Seina Ayumi seorang gadis keturunan Jepang yang baru saja dicampakkan...
༺ Prolog ༻
Mulai dari awal
