Yonka adalah wanita yang memiliki banyak bakat, tapi dia memiliki satu hobi yang menurut dia sangat menyenangkan, yaitu menulis cerita fiksi. Suatu hari saat setelah menyelesaikan salah satu karyanya, dia tertidur, tapi.... saat dia bangun, itu buka...
Yonka tidak pernah sekalipun mengenakan gaun, sedangkan Ilia, walaupun dirinya tomboy tapi Ilia masih suka mengenakan gaun yang wanita itu berikan. Ah iya Yonka juga baru ingat nama wanita pelayan pribadinya, dia Louisa.
Tidak sampai 10 menit berlalu, Yonka menyelesaikan mandinya dan keluar dari kamar mandi, hal itu membuat Louisa kebingungan karena biasanya nonanya itu mandi setidaknya 20 menit atau bahkan 1 jam jika tau dirinya akan bertemu cinta pertamanya, tetapi Louisa tidak ambil pusing dan langsung menyiapkan nonanya.
Saat melihat gaun yang akan digunakan, Yonka sangat panik, dan ogah ogahan, karena menurutnya itu akan sangat gatal dan berat, bahkan ketiaknya bisa merah-merah.
"Louisa, ganti jangan yang itu, saya gamau" nadanya datar menatap sinis gaun yang akan dia kenakan, Louisa lagi-lagi kebingungan, masalahnya nonanya sendiri yang memilih gaun itu untuk digunakan ke acara spesial cinta pertamanya dengan semangat, tapi lihatlah sekarang, nonanya ini malah menatap gaunnya dengan pandangan tidak suka dan sedikit tatapan jijik.
"Bukankah nona sendiri yang memilihnya? tapi baiklah nona mau mengenakan gaun yang mana?" Louisa berinisiatif mengeluarkan seluruh gaun cantik yang dimiliki Ilia dengan bantuan beberapa pelayan, ilia yang melihat gaun sebanyak itu untuk pertama kalinya tercengang.
Tai banyak bgt, mo jualan kah bun-batin yonka
Dia segera memilih dan mencari gaun yang berbahan nyaman dan dirasa tidak akan membuat kulitnya gatal-gatal. Yonka biasanya memakai celana panjang dan blazer atau kemeja yang bagian atasnya tidak dikancingkan, sangat tomboy, bahkan dirinya dikenal sebagai mbak ganteng oleh orang-orang karena wajahnya yang berkarisma.
Rambutnya sering diikat acak setengah menyebabkan dirinya terlihat seperti model yang sangat seksi, tapi jangan harap di sini ada blazer blazer kesayangannya, hanya ada gaun dan baju berkuda adalah stelan celana satu-satunya, mungkin ini adalah kiamat bagi diri yonka sendiri.
"Ini paling mending, Louisa bantu aku pakai gaun ini" lagi dan lagi Louisa kebingungan, sebab gaun yang dipilih nonanya itu sangatlah simple namun elegan, dan dimata Louisa, iliana bahkan tidak menujukan ekspresi semangat karena akan bertemu dengan Putra Mahkota.
Setelah mengenakan gaun dirinya merasa nyaman-nyaman saja, kemudian 3 orang penata rias masuk ke kamar Iliana dan membantu Iliana merias wajahnya, belum apa-apa pipinya sudah ditempeli bedak yang sangat putih dan tebal, Yonka sangat kaget dan meminta perias itu berhenti dan melanjutkan riasannya sendiri.
Karena merasa kulit Iliana sudah mulus dan sehat, Yonka berniat memakai makeup simple dan tipis, tapi membuatnya menjadi lebih berkarisma tidak seperti ondel-ondel, merasa dirinya lebih baik, Yonka menyudahi riasan di wajahnya.
"Nona, saya tidak tau nona bisa merias wajah, nona kelihatan sangat cantik dan elegan" ucap seorang perias dan disetujui oleh 2 lainnya dan juga Louisa.
"Kedepannya tolong rias wajahku seperti ini saja ya" ucap Yonka pada ketiga perias itu sambil tersenyum lebar, dan dibalas anggukan dari perias itu yang langsung pergi setelah memberi hormat pada ilia.
Louisa benar-benar bingung, belum ada 2 jam tapi semuanya sudah selesai, dan lagi nonanya itu tersenyum, sudah lama sekali dia tidak ramah pada siapapun kecuali pangeran dan sahabatnya sendiri, Iliana bahkan tidak pernah tersenyum pada keluarganya sendiri, pelayan, dan lainnya, hal itu juga membuat hati louisa sedikit tersentuh.
"Baiklah Louisa, apa masih ada waktu sebelum berangkat ke istana?" Yonka membalikkan badannya menghadap louisa dan memasang ekspresi seriusnya.
"Ada nona, nona bersiap lebih cepat 2 jam dari jam keberangkatan" ucap Louisa dengan nada bangga.
"Oke gua, em maksudnya baiklah aku ingin bertanya beberapa hal"
Yonka sudah menetapkan dirinya adalah Iliana Orlin Harlendo putri tunggal Duke Harlendo dan Duchess Joviany Harlendo, penyataan Iliana langsung diberi anggukan oleh Louisa tanda dia menyetujuinya.
"Apa yang ingin nona tanyakan?" Louisa bertanya kembali pada nonanya.
"Cukup jawab iya atau tidak" dan dibalas anggukan lagi oleh Louisa
"Apa aku menyukai Putra Mahkota?"
"Iya"
"Apa aku selalu mengejar Putra amahkota?"
"Iya"
"Apa pangeran menyadari itu?"
"Sepertinya tidak"
"Hey aku bilang iya atau tidak saja Louisa"
"tidak"
"Apa kau tau pangeran menyukai Loren?"
"Iya"
"Lalu kenapa kau tidak memberi tahu aku?"
"Saya tidak tega"
"Apa aku cerita sesuatu kemarin atau aku pernah cerita sesuatu soal suatu kejadian pada diriku?
"atidak ada, tapi dua hari lalu nona bercerita kalau nona mimpi buruk, nona gantung diri tapi tidak tau penyebabnya apa"
DEGH
Iliana berusaha tetap tenang dan mengalihkan topik, tapi sulit karena itu adalah bagian akhir dari cerita yang ditulis oleh Iliana di dunia asli.
"hmmmmm oke oke baiklah, apa kau tau kenapa ayah dan bundaku menjauhi aku"
"tidak"
"Ahhh sialan memang, bantu aku menyelidiki" mendengar jawaban louisa, iliana hanya bisa mengehela napasnya berat, dirinya juga penasaran pada masalah ini, karena dirinya sama sekali tidak menceritakan bagian masalah keluarga Iliana di ceritanya, tapi dia yakin bahwa di dunia ini dan di novel memliki alur yang berbeda.
"Baik nona, tapi lebih baik kita berangkat sekarang ke istana untuk menemui Duke dan Putra Mahkota" setelah sesi tanya jawab berakhir, Iliana bergegas memasuki kereta kudanya dan langsung menuju istana
...
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Iliana Orlin Harlendo
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
otw pesta dulu darling~ ...
Jangan lupa vote dan share ya readers thank u olll muach 🥰😘