Anak kecil itu berlari meninggalkan rumahnya. Dimana Cici (panggilan kesayangan untuk ayahnya) dan ibunya bertengkar hebat. Air matanya terberai dipipinya yang gembul kemerah-merahan. Dia bersembunyi di sebuah bangunan rumah-rumahan yang sudah dianggap sebagai markasnya setahun belakangan ini. dari sana ia bisa melihat apa yang sedang terjadi dirumahnya.
Ia sangat takut dengan teriakan Cici-nya, dan sangat sedih mendengar raungan tangis dari ibunya. telinganya ditutup dengan kedua telapak tangannya dan memejamkan mata serapat-rapatnya.
tak lama.. hujan pun turun... tisak ada suara lain yang terdengar selain bunyi air hujan diatap. Anak kecil itu melepaskan tangannya dari telinga. Hujan menghilangkan rasa takutnya, perasaan tentram dan damai tercipta dihatinya.
mulai saat itu, dengan gilanya dia menjadikan hujan sebagai temannya.
"Hujan... jadilah sahabatku"
"Hiroki Prananda Putra"
Halo kawan... sudah lama ingin menulis di Wattpad... tapi masih ragu. ni tulisan pertamaku dari sekian cerita yang sudah tergores di atas kertas arsipku.
mohon maaf jika kurang bagus..
selamat membaca.
YOU ARE READING
AKU LELAKIMU
Short StoryHujan mempertemukan mereka berdua, karena mereka punya minat yang sama, yakni menyukai hujan. Wah... Putra riang bertemu dengan orang yang berminat sama dengannya. Nah... Jun heran, ternyata masih ada orang yang sama gilanya dengan dirinya. Hanya se...
