1 - Wanita berperut buncit

65 9 1
                                        

Cerita ini hanya fiksi, jika terdapat kesamaan mungkin memang ketidaksengajaan karena cerita ini hasil khayalan author yang gabut eh canda gabut.
Dahlah enjoy dengan cerita ini ya, belum di edit jadi sory kalo banyak typo, semoga pada suka ❤️

----------

Nina gadis berkucir dua itu menatap seorang wanita berperut buncit yang tersenyum menatap orang-orang disekelilingnya yang perhatian kepada isi yang membuat perutnya membuncit. Mereka mengelus perut wanita itu dengan sayang, ada yang memijat kaki wanita itu, dan disekeliling wanita itu juga terdapat banyak makanan enak.

Pokoknya wanita itu sangat disayang, semua yang dia mau pasti diberikan. Nina menatap perutnya dan mengelus perutnya. Apakah jika perutnya membesar seperti wanita itu ia akan diperlakukan seperti itu juga? Kalau iya, Nina juga mau perutnya membesar agar disayang banyak orang dan dapat banyak makanan enak.

Tapi Nina menggeleng, ia jadi ragu ingin punya perut besar saat wanita tersebut berdiri lalu berjalan kesusahan karena perutnya yang besar. Pasti berat, Nina gak akan kuat, biar wanita itu saja.

Seseorang tiba-tiba mengangkat tubuh mungil dan melemparkan tubuhnya keatas dengan pelan lalu kembali menangkapnya. Nina tertawa pelan, ia memeluk leher orang tersebut dengan erat hingga orang itu tercekik.

"Mas, kalo perut Nina besar bakal disayang kayak Mbak Alin gak?" tanya Nina polos.

Mata polos itu menatap mata Kalingga- kakak kedua dari Karenina yang berkedut mendengar pertanyaan polos Adik kecilnya.

"Bakal lebih disayang dong" jawab Kalingga jenaka.

"Serius?!" Nina kembali bertanya dengan antusias.

Kalingga mengangguk yakin.

"Kalo gitu Nina mau perut besar kayak Mbak Alin!" serunya semakin antusias.

Ucapan sang Adik membuatnya tersedak. Aneh memang pikiran Adiknya ini.

"Gimana caranya Mas?" pertanyaan Nina kembali membuat Kalingga tersedak, ia kaget mendengar jawaban dari bocah yang usia nya baru delapan tahun itu.

"Gimana Mas!!" seru Nina tak sabar karena sang Kakak dari tadi belum menjawab pertanyaannya.

Kalau punya perut besar seperti Mbak Alin, Nina bisa mendapat perhatian dan kasih sayang yang banyak dari orang-orang disekitarnya Nina juga mau punya perut besar begitu pikir Nina polos.

Kalingga bingung harus memberi jawaban seperti apa pada bocah delapan tahun ini, tidak mungkinkan ia menjelaskan proses reproduksi manusia. Kalingga pun melirik mencari orang yang harus menjawab pertanyaan Adiknya, karena orang tersebut memiliki andil yang membuat Adik polosnya ini bertanya demikian.

Bibir Kalingga tersungging setelah menemukan Kakak pertama mereka yang merupakan suami dari Alin yang baru duduk bersama kedua orang tuanya.

"Coba Nina tanya sama Mas Anda" titah Kalingga menyuruh Adiknya bertanya pada Karanda.

Nina mengangguk patuh, Kalingga menurunkan Nina. Karena penasaran yang tinggi Nina segera berlari menghampiri Kakak pertamanya yaitu Karanda.

"Mas Anda!"

"Ya kenapa.."

"Gimana caranya biar perut Nina besar kayak Mbak Alin?"

"Hah.. APA!?" jelas Karanda kaget dengan pertanyaan Adik bungsunya itu. Bukan hanya Karanda, kedua orangtuanya pun kaget. Sedangkan Kalingga tertawa terbahak-bahak lalu pergi ke kamarnya.

"Gimana Mas?"

"Hmm.." Karanda mencoba berpikir untuk mencari jawaban, ia melirik kedua orangtuanya yang juga tertawa melihatnya kebingungan, sedangkan Nina dengan menampilkan wajah gemas masih menunggu jawaban dari pertanyaannya.

"Coba tanya Bapak deh, Mas haus mau minum" segera Karanda pergi dari hadapan Adiknya setelah itu.

Belum sempat Nina mendekat mendekati Bapaknya, Bapak Hary Harnanto tersebut ikut pergi setelah berkata "Kamu tanya Ibumu ya.. Bapak juga haus" Sedangkan Ibu Diahpitaloka tersebut melotot kearah suaminya yang bergegas pergi meninggalkan dirinya dengan Anak perempuan satu-satunya mereka yang bernama Karenina Putri Harnanto.

"Hmm.. Gimana yah.." Ibu menggaruk rambutnya yang tak gatal tersebut.

Sebenarnya Nina kesal, kenapa sih menjawab saja harus dilempar-lempar. Apakah pertanyaannya sesusah itu untuk dijawab. Padahal setau Nina Kakak-kakaknya pintar sering dapat juara kelas. Sekarang tinggal dirinya dan sang Ibu, ia mendekati Ibunya melihat sang Ibu yang sepertinya juga tidak bisa menjawab pertanyaannya.

"Ibu haus juga?" Tanya Nina karena tak kunjung mendapat jawaban.

Ragu Ibu Diah mengangguk pelan mengiyakan ucapan putrinya, bahwa dirinya juga haus sehingga ia tidak usah menjawab pertanyaan dari putrinya.

"Oh gitu.. itu dimeja ada minum Bu" tunjuk Nina pada gelas minuman yang terisi penuh dimeja dekat mereka. "Aneh ya Bu.. Mas sama Bapak haus malah pergi, kan minumnya deket ada disini" seru Nina polos.

Ibu Diah tersedak ludah, ia mengambil minuman yang ada dimeja seolah-olah memang kehausan. Meminum dengan perlahan sambil berdoa putrinya tersebut lupa bertanya.

"Eh Ibu, Nina jus stroberi itu" tunjuk nya.

"Jangan yang itu, itu punya Mbak Alin" mendengar perkataan Ibu, Nina mengerucutkan bibirnya kesal, padahal ia ingin jus stroberi tapi tidak boleh karena punya Mbak Alin.

Melihat sikap putrinya Ibu Diah kembali berujar "Jus alpukat aja ya, Nina kan suka jus alpukat, ini kesukaan Nina loh gak pake susu coklat" tawarnya.

Alhasil Nina mengangguk mendengar tawaran Ibu, ia meminum jus alpukat padahal sebenarnya ingin jus stroberi. Tapi karena jus tersebut milik Mbak Alin maka Nina harus mengalah. Sudah dari beberapa bulan ini memang Nina lihat apapun yang diinginkan Mbak Alin ini selalu diberi, bahkan Nina pernah melihat malam-malam hujan besar Mas Anda atau Karanda pergi mencari tahu bulat keinginan Mbak Alin.

Coba kalau Nina yang ingin itu malam-malam, pasti dimarahi dan disangka ngelindur. Pokoknya beda deh, jadi Mbak Alin itu enak segala keinginan dituruti, disayang semua orang, semakin besar perut Mbak Alin semakin banyak perhatian makanya Nina juga mau kayak Mbak Alin.

Nina jadi teringat pertanyaannya yang belum terjawab. Baru saja ia membuka mulut untuk bertanya kembali pada sang Ibu, tapi Ibu Diah sudah pergi meninggalkan Nina dengan jus alpukat sendiri.

.
.
.

TBC

18 Januari 2023






You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jan 18, 2023 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Nina and The Nine Nephews Stories to obsess over. Discover now