" Manusia itu datang dan pergi, mereka tidak akan pernah menetap abadi, termasuk kita.
Yang sudah pergi tidak perlu di tangisi itu hanya akan membuat rindu semakin menggebu."
~Ayana Gracia Dinata
"Setiap orang punya alur cerita yang tak sama."
Cover...
"Ayana bangun, sekolah!!, udah jam berapa ini hah?."
Kenalin itu bunda gue, bunda Shella namanya. Udah jadi rutinitas bunda gue buat bangunin gue tiap pagi dengan teriakan cetar menggelegar melebihi toa masjid, kabarnya udah ada sekitar lima Ayam warga yang jadi korban serangan jantung gara-gara suara bunda gue yang aduhai itu.
"Bunda hitung sampe tiga, kalo gak bangun jodohin sama si johan!!."
"Satu..!!"
"Dua..!!"
"Ti---,,"
"IYA IYA INI UDAH BANGUN BUNDA!!."
Nah kalo itu gue Ayana, Ayana Gracia Dinata. Beuh namanya aja secakep itu apalagi orangnya canda ehh engga, serius gue emang cakep hehehe.
______________
Saat ini di meja makan keluarga Dinata, terlihat sepasang suami istri dan seorang gadis lengkap dengan seragam sekolahnya tengah menikmati sarapan pagi mereka.
"Kamu ini harusnya bangun pagi-pagi terus bantuin bunda bikin sarapan, jangan nunggu bunda teriak dulu baru bangun."
Seorang wanita paruh baya tengah mengoleskan selai sembari mengomeli anak gadis nya.
" Iya bunda ku yang cantik." Ucap Gadis itu sembari menerima sepotong roti dari sang bunda lalu memakannya.
"Jangan iya iya aja harus di biasain bangun pagi, masa kalah sama Ayamnya pak mamat yang udah berkokok dari shubuh."
" Asstagfirulloh bun, kemarin dibandingin sama anaknya sekarang sama Ayamnya besok sama apa lagi?." Gadis itu menatap bunda nya kesal.
"Pinter, jawab terus kalo di nasehatin mau bunda kutuk kamu?."
"Ayana cantik, ayana diem."
Gadis itu adalah ayana, dia hanya bisa tersenyum paksa mencoba bersabar mendengar ocehan bundanya itu. "
"Udah-udah bun, biarin Aya sarapan dulu kasian nanti telat."
Akhirnya seorang pria paruh baya yang sedari tadi hanya diam menyaksikan angkat bicara, dia adalah ayahnya ayana. Namanya Daren Dinata seorang dokter bedah di salah satu rumah sakit di jakarta.
" Ayah emang the best." Ayana mengacungkan kedua jempolnya kepada sang ayah sembari tersenyum bahagia.
"Belain teroosss." Bunda ayana merasa kesal kepada sang suami dan anak nya itu, yang malah saling menatap lalu tersenyum kemenangan.
" eh bunda bang daren belum pulang?." Tanya ayana, pasalnya dia belum melihat batang hidung abangnya dari semalam.
" Nanti siap katanya." Jawab bunda shella.
"Ohhh." Ayana hanya menganggukan kepalanya sambil memasukan potongan terakhir rotinya.
Brian Hara Dinata laki-laki berusia 20 tahun itu adalah putra pertama keluarga Dinata, yang saat ini tengah menempuh pendidikan di salah satu universitas favorit di jakarta. Mengambil jurusan kedokteran mengikuti jejak sang Ayah.
"Udah sarapannya?, ayo ayah anterin!!."
"Oke, bun aya berangkat dulu Assallamualaikum." Ayana beranjak dari kursi lalu menyalami bundanya.
"Hati-hati, belajar yang bener."
"Siap kanjeng ratu."
Lanjut part 2 ya gaess.......
Ops! Esta imagem não segue nossas diretrizes de conteúdo. Para continuar a publicação, tente removê-la ou carregar outra.