Lover [tersenyum]

117 11 0
                                        

(Name) seorang sekretaris osis yang bisa dikategorikan tidak rajin. Bukan tanpa sebab (name) sedikit jengkel saat pemilihan ketua osis dirinya kalah dari gempa. Memang bisa diakui gempa cocok jadi ketua osis dikarenakan rasa tanggung jawab dan wibawanya yang begitu kuat akan tetapi (name) ingin juga merasakan posisi tersebut akan tetapi takdir menempatkannya menjadi sekretaris. Saat pengumuman hasil rasa nya nyus nyus hati (name).

Gempa percaya dan sudah tahu dengan kinerja (name) yang cukup handal dalam bidang iptek karena mereka sudah berteman sejak SMP, hal itu lah yang menyebabkan gempa memilih (name) menjadi sekretarisnya serta yaya yang menjadi wakilnya, Gopal menjadi bendaharanya.

"Gem, masa aku terus yang bekerja." Protes (name) karena kemarin malam gempa mengirim pesan untuk meminta (name) membuat proposal untuk pensi akhir semester 1. Dikarenakan sudah kelas XII (name) sedikit kewalahan dengan fokus belajar dan menjalankan tugasnya di osis apalagi pergantian kepengurusan malah diundur itu yg membuat angkatan mereka masih bekerja padahal seharusnya mereka sudah fokus untuk belajar karena dalam beberapa bulan akan kelulusan.

"Itukan sudah tugasmu. Lagipula, aku bisa membantumu jika kamu kesusahan atau lelah mengerjakannya." Sungguh gempa ini sangatlah baik hati walaupun ada maksud tersendiri dari ucapan yang ia tawarkan.

"BENERAN KAMU MAU BANTUIN!" Spontan (Name) langsung senang kenapa tidak dari dulu saja dia mengeluh agar mendapat bantuan.

Gempa menganggukan kepala sambil tersenyum kecil "Tentu."

Kringggg!

Jam pulang sekolah pun telah berbunyi. Saat (name) berjalan melewati koridor dia tiba-tiba berhenti sejenak. (Name) memperhatikan seorang yang berada dalam kelas. Saat orang yang dia perhatikan sejak tadi mulai membalikkan badan, (name) langsung berjalan meninggalkan koridor kelas. Sebelum kepergok itu hal yang memalukan.

'Cukup (name) ayo sadarlah dia tak akan tau perasaanmu sampai kapanpun' (name) yang terlalu kalut dengan pikirannya sendiri tanpa sadar menabrak orang di depannya.

"Ah! Maaf aku tak memperhatikan jalan" saat (name) mendongakkan kepala melihat bahwa yang dia tabrak adalah ketosnya.

"Tidak apa-apa (name), lain kali hati-hati. Untung kamu cuman nabrak aku, coba kalau kamu tabrak tiang listrik terus kesetrum." Duh gempa jadi ngawur ingin melawak tapi kenapa seperti kerupuk garing.

"Ahahaha... iya, maaf ya sekali lagi gem." Gempa pun menganggukan kepala sebagai jawaban.

Halilintar yang berada tepat di belakang dua manusia itu pun bersuara agar manusia di depannya ini tidak menghalang jalan. Gempa dan (name) pun sedikit kaget karena kedatangan halilintar yang mendadak.

Pada akhirnya mereka bertiga pulang bersama dengan gempa dan (name) yang asik sendiri. Halilintar hanya dapat menyimak apa yang mereka bicarkan.

'Sepertinya kamu lebih nyaman dengan adikku' halilintar menurunkan lidah topinya agar lebih menutup wajahnya yang tanpa gempa sadari bahwa mood halilintar sudah di tingkat paling bawah.

Sesampainya dirumah (name) langsung membersihkan tubuhnya.

TRING!

Saat sedang mengeringkan rambutnya ada notif yang masuk. (Name) membuka ponselnya dan mengecek siapa yang mengirim pesan padanya.

Gemgem
(Name) bagaimana dengan proposalnya apakah kamu kesulitan?

(Name)
Aku bahkan belum mengerjakanya sama sekali hehe...

Gemgem
Ahaha baiklah besok aku akan membantu mengerjakannya. Bagaimana jika besok saat istirahat di kelasku?

(Name)
Nah boleh tuh. Besok aku ke kelasmu, terimakasih yaa gem, sudah mau membantu meringankan beban sekretaris tersayang mu ini

Gemgem
Iyaa apapun untukmu

Blushh~
Tanpa sadar wajah gempa sudah merah merona hanya karena pesan yg dikirim oleh (name). "Sekretaris tersayang ya... aduh apa aku pikirkan." Rasanya jantung gempa sedang abnormal kenapa detak jantungnya begitu cepat.

Halilintar yang kebetulan melewati kamar gempa sekilas melihat gempa senyum-senyum tidak jelas sambil melihat kearah ponselnya.

'Ini efek samping dia stress jadi ketua osis mungkin. Kecil kecil udah stress aja' batin halilintar. Lalu, dia beranjak dan pergi memasuki kamarnya. Tanpa halilintar tahu bahwa sadari tadi gempa sedang salting brutal.

Lain hal dengan (name), yang ketawa ketawa tidak jelas misi untuk menggoda gempa berhasil.

"Mwuehehe ternyata seru menggoda seseorang."

LOVER Where stories live. Discover now