⩨- Awal Mula ‽ྀ

17 4 1
                                        

DEG. DEG. DEG.

"Bertahanlah! Ibu, tetap sadar! Ibu mendengarkan saya? Suster, tolong segera siapkan ruangan untuk bersalin!!!"

.
.
.

3 September 2248, pukul 02:00 dini hari.
Mrs. Lilyana, dilarikan ke rumah sakit karena merasa perutnya semakin mengencang dan keras. Benar, beliau mengalami kontraksi. Mr. Zhione selaku suami, dengan segera membawa sang istri pergi ke rumah sakit terdekat, tentunya dengan membawa tiga anak kembarnya.

"Ana bertahanlah! Kita sebentar lagi akan sampai, tetap jaga kesadaranmu!", teriak Zhione dengan kencangnya.

Teriakannya membuat ketiga anaknya yang masih berumur tujuh tahun itu sontak ketakutan dan juga merasa khawatir dengan keadaan ibunya.

"Ayah! Kenapa? Apa yang terjadi dengan bunda?", saut Zen, anak pertama dan yang tertua dari kembar tiga itu.

Begitu mendengarkan suara anak sulungnya, Zhione dengan cekatan menoleh kearah belakang lalu kembali lagi menatap kearah jalan, dan menenangkan ketiga anaknya.

.
.
.

Sesampainya di rumah sakit, para dokter dan tim medis lainnya dengan sigap membawa Lilyana ke ruang bersalin. Dengan isak tangis dan mata yang sembab, Zhione berlari mengikuti para dokter dan istrinya dari belakang. Tidak lupa diikuti dengan ketiga anak kembarnya yang bergandengan tangan.

Saat hendak memasuki ruangan bersalin, seorang dokter mencegat mereka, dan menyuruh mereka untuk menunggu diruang tunggu sekaligus menenangkan diri. Lalu dengan cepat sang dokter masuk kedalam ruangan dan menutup pintu.

Dengan perasaan yang campur aduk, Zhione menggendong putranya yang paling kecil, dan mengajak kedua putranya yang lain untuk pergi keruang tunggu. Tak lupa juga Zhione menghubungi keluarga dan sahabatnya.

.
.
.

Ruang tunggu di rumah sakit xxx kini menjadi ramai. Keluarga dan para sahabat Zhione telah datang. Mereka berusaha menenangkan Zhione sekaligus meyakinkan ia bahwa semuanya akan baik-baik saja. Adapun beberapa dari mereka yang membawa si kembar untuk pergi mencari udara segar diluar.

· · ·

Pada pukul 03:00 dini hari;
Tak lama kemudian, seorang suster terlihat keluar dari ruangan bersalin sembari menggendong bayi kecil. Disertai dengan seorang dokter yang keluar ruangan dan langsung menuju kearah Zhione.

Zhione sontak berdiri dan menghampiri sang dokter. Melihat itu, keluarga dan sahabat Zhione sontak mengikutinya dari belakang.

"Doc, bagaimana keadaan istri dan anak saya? Mereka semua baik-baik saja kan doc?", tanya Zhione terbata-bata.

"Tenang saja, Mr. Zhi. Anak anda terlahir dalam keadaan sehat, dan istri anda juga demikian. Mungkin Mrs. Lily membutuhkan beberapa waktu untuk beristirahat, dan kami juga sedang membersihkan tubuh anak perempuan anda."

Mendengar hal itu, senyuman yang manis terukir pada wajah Zhione dan para kerabat. Dengan cepat mereka membungkuk dan berterimakasih kepada dokter. Sang dokter pun tertawa kecil dan pergi meninggalkan mereka.

.
.
.

Sang anak kini berada didalam pelukan ibunya. Ayah dari anak perempuan itupun berada pada samping ibunya, tersenyum sambil mengelus lembut pipi anaknya.

Mr. Zhione, sekaligus ayah dari anak itu berkata, "Lihatlah dia, Ana. Dia begitu manis, mirip sekali denganmu."

Mrs. Lilyana tertawa lembut dan menjawab, "Haha kau ini bisa saja. Kau tahu, Ion. Aku akan menamai gadis kecil ini Sherra, yang memiliki arti murah hati dan lembut."

_________________________________________

To be continued !?

· · ·

Terimakasih telah berkunjung dan juga membaca BLUE OCEAN !!! ૮₍ ៸៸˃ ᵕ ˂៸៸ ₎ა ~~ Jangan lupa vote, share, sekaligus komen agar saya menjadi lebih bersemangat untuk melanjutkan cerita yang tidak sempurna ini ! ૮ ˶ ⋆ ࠏ ⋆ ˵ ა

BLUE OCEAN Where stories live. Discover now