HAI HAII,PACAR MARK HERE !
Happy Reading !
"WOI SUAMI KITA LEWAT !!"
"DEMI UPIN IPIN YANG GA BISA BESAR, AIDIL LUCU BGT WOII "
"GA GA, KAK RADEN LEBIH BERDAMAGE "
"RADEN AIDIL RADEN AIDIL, RASYA NIH BOS "
"PAHIM PAHIM, TEMBAK GUA DONG"
"JOSUAA, KENAPA KITA GA SEIMAN !!"
"ALAY LO!"
Kira-kira begitulah jeritan kaum hawa SMA Garuda kepada lima lelaki berbadan jangkung, dengan tatapan mata yang tajam, hidung mancung, rahang tegasnya, dan rambut yang sedikit acak acakan yang sedang berjalan menyusuri koridor utama SMA Garuda dengan tangan yang berada di saku celana abu-abu nya.
Siapa yang tidak mengenal lima lelaki ini? Mereka adalah mostwanted SMA Garuda selama 2 tahun ini. Mereka seakan akan sudah menjadi icon SMA Garuda. Bukan karena geng motor atau pun semacamnya. Tetapi karena kepintaran dan kecerdasan mereka dalam bidang akademik maupun non akademik.
Mereka telah banyak memenangkan kompetisi kompetisi dari tingkat antar sekolah sampai ke tingkat nasional. Ditambah dengan wajah sempurna mereka bak Dewa Yunani membuat kaum hawa dari SMA Garuda ataupun sekolah tetangga begitu memuja mereka. Kalo motto mereka sih nakal boleh, minimal otak tetep harus lancar.
Di tengah tengah mereka, lelaki berbadan paling tinggi dengan bola mata coklat teduh, dan wajah datar khasnya itu berbad name Raden Sakananta Kariasa.
Dan disebelah kanan Raden, terdapat lelaki berlesung pipi dengan senyum yang tak pernah luput dari wajahnya. Ia memiliki badname bernama Aidil Krisna Dharmajati.
Disebelah kiri Raden, terdapat pula lelaki dengan dagu belah, bermata hitam pekat yang memiliki badname Rasya Kahfi Surbakti.
"Ikan hiu makan kedondong, minta no Wa nya boleh dong !!". Teriak lelaki berkalung salib dengan badname Christian Josua sembari terus menggoda para perempuan yang terus menatap mereka dengan tatapan memuja.
"Woi kalem anjing !" Kesal lelaki berbadname Fahim Nabih Kurniawan sembari menjitak kepala Josua.
Josua meringis. "Sakit Sariawan !"
"Berisik". Sarkas Raden dengan wajah datarnya.
Aidil tak dapat menahan senyum gelinya melihat Josua yang terus mengeluarkan jari berbentuk V dengan cengir kudanya.
***
"Lo pada mau makan dulu? ntar gue pesenin". Tanya Aidil pada keempat sahabatnya.
"Ga". Jawab Raden dengan anggukan dari Rasya pertanda setuju.
Aidil menggelengkan kepalanya melihat dua sahabatnya yang kelewat dingin ini.
Ia menoleh ke arah Josua dan Fahim. "Lo bedua?"
Fahim menggeleng. "Udah sarapan gue dirumah"
"Kalau Pahim ga makan, gue ga makan juga ah males" Ujar Josua memonyongkan bibirnya.
Fahim mendengus kesal, definisi kawan minta di buang ke Samudra Pasifik ya gini.
Kringggg!!!
Lonceng masuk sudah berbunyi.
"Ke kelas". Ucap Raden sembari berdiri meninggalkan teman-temannya. Tanpa aba aba mereka langsung mengikuti Raden dan menuju ke kelas masing-masing.
Ya, mereka berlima memang tidak berada di satu kelas yang sama. Raden dan Rasya berada di kelas XII IPA 1, Aidil berada di kelas XII Bahasa 3, dan Josua dan Fahim yang berada di kelas XII IPS 4.
"Istirahat rooftop or kantin?" Tanya Fahim.
"Rooftop". Jawab Rasya dan Raden secara bersamaan.
Fahim mengangguk pertanda setuju.
***
Bu Mita langsung masuk ke kelas XII Bahasa 3.
"Selamat pagi anak anak"
"PAGI BUUUU"
"Hari ini kalian kedatangan teman baru"
"Ayo masuk"
Dari balik pintu, masuklah gadis cantik berkulit putih pucat, bermata hazel, dan rambut hitam pekat sepunggungnya yang dibiarkan berurai.
"Hai, nama gue Lala Gracia Purbaningrat, kalian bisa panggil gue Lala. Gue pindahan dari SMA Jaya, semoga kita bisa berteman baik" Perkenalan diri itu pun diakhiri dengan senyum manis dari Lala, tak lupa dengan gigi gingsulnya yang membuat para kaum Adam berteriak ingin terbang.
"GILAAA, LUCU BGT"
"UDAH PUNYA PACAR BELUM LA??"
"CAKEP PISAN"
"NENG GEULIS UDAH MAKAN?"
Ya kira kira begitulah reaksi lelaki di kelas XII Bahasa 3. Lala senang karna ia merasa dihargai ya walaupun tidak dengan wajah para beberapa gadis dikelas ini yang menatapnya sinis. Tapi Lala tak akan menanggapi, biarlah pikirnya.
"Lala, kamu duduk di sebelah Aidil saja ya? Cuma itu saja sisa kursi yang kosong gapapa kan?" Tanya Bu Mita pada gadis manis didepannya ini.
"Gapapa Bu"
"Aidil, coba acungkan tangan kamu" perintah Bu Mita, seketika netra Lala menangkap acungan tangan itu dan segera berjalan menuju kursinya.
"Gue izin duduk ya?" Izin Lala sopan.
"Oh duduk aja gapapa" Balas Aidil dengan senyum manisnya. Ia mengulurkan tangannya. "Aidil"
Lala menyambut uluran tangannya. "Lala".
Jabatan tangan mereka terlepas lalu seorang gadis berhijab dibelakang Aidil menyapa Lala. "Hai Laa, gue Azura Nanda Herda u can call me Zura" uluran tangan Zura disambut hangat dari Lala. "Saltoo, Lala".
"Kalo butuh apa-apa, gausah sungkan, gue sama Aidil pasti bakal bantu lo, iyekan Dil?" tanya Azura pada Aidil yang sejak tadi menyimak kedua gadis didepannya ini.
"Eh, iya La, gausa sungkan sama kita kita, anggap aja udah kenal lama" Ujar Aidil.
Lala tersenyum, "Thanks Zur, Dil"
"Yoi" jawab Azura dan Aidil serempak.
***
December, 21 2022.
maaf kalo part 1 mungkin belum sebagus yang kalian harapkan :(.
Ini karya pertama aku, jadi harap maklum sama ketikan ku yang masi berantakan maybe?
KALAU SUKA JANGAN LUPA PENCET BINTANGNYA YAAA🤟🤟
See u !!😋😋
ESTÁS LEYENDO
RADEN
De TodoTentang dia yang ternyata menjadi tokoh figuran untuk menyelamatkan sang tokoh utama.
