Ch.01

132 2 0
                                        

[Temukan mereka berdua, Baby. Lakukan semuanya dengan cepat dan akurat. Mengerti?]

Bibir sexy yang terpoles lip gloss merah itu tersenyum miring penuh arti. "Yes, 'Mommy'. I'll do as you wish. Memastikan mereka kejang-kejang di tempat, lalu pergi."

Suara tawa picik terdengar samar dari earbuds yang terpasang pada salah satu telinganya. [Yash! Yash, Baby. Do the best for me. Aku akan mengirimkan bonusnya setelah kamu membereskan suami jahanamku dan selingkuhan j*langnya. See you later, my dear Baby]

Sambungan telepon diputus sepihak. Perempuan cantik berambut panjang nyaris sepinggang itu lantas memasang masquerade hitam bertaburkan gliter keemasan dengan bulu merak tersemat di salah satu sisi, guna menutup area matanya.

Ia harus senantiasa berhati-hati dalam setiap langkah dan tindakannya di sini. Jangan sampai identitas atau wajah aselinya terbongkar. Apalagi, tempat yang ia sambangi ini adalah pesta kalangan orang atas. Sebuah pesta yang tak biasa. Bukan karena diselenggarakan di sebuah club malam para sultan, melainkan pesta ini khusus untuk mereka para 'Sugar Daddy' dan 'Sugar Baby'-nya. Semua tamu undangan bebas melakukan semua hal yang mereka inginkan dengan pasangan haramnya. Baik pasangan beda gender atau sesame jenis.

"Cih! Wellcome to the luxury hell!" dengusnya lirih.

"Maaf, Nona. Bisa tunjukkan undangannya?"

Seorang pria berbadan tinggi nan kekar mengulurkan tangan kanan dengan sopan. Dilihat dari gesture, porsi badan, dan pakaiannya ... sudah dipastikan pria tersebut adalah bodyguard pilihan untuk mengamankan pesta laknat ini.

"Ini, silakan."

Sang gadis menunjukkan sebuah card keemasan bertuliskan "VVIP PRIVATE PARTY" pada salah seorang bodyguard itu. Sang pria kekar dalam balutan tuxedo mengangguk, kemudian mempersilakan gadis sexy itu masuk.

Ingar bingar music langsung menyapa telinga, dentuman bass seakan mengguncang rongga telinganya. Ah, shit! Gadis ini sangat membenci tempat semacam ini sebenarnya. Tapi, mau bagaimana lagi, perintah harus tetap dijalankan, dan ia mendapat 'kepuasan' dari jerih payahnya.

Ketika kaki jenjang berhiaskan heels hitam bertali itu melangkah di atas red karpet, pada saat itu juga semua mata tertuju padanya. Terutama para lelaki yang memandangnya dengan hasrat buas membara.

Bagaimana tidak.

Gadis itu tinggi proporsional, dengan lekuk tubuh yang sempurna. Padat berisi. Apalagi dengan mini dress yang menonjolkan belahan dada dan bokong sintalnya. Ah, benar-benar sexy dan menggugah hasrat birahi para lelaki. Siapa pun, ingin merengkuhnya, melumat habis bibir merah itu, lalu menenggelamkannya dalam pusaran kenikmatan.

Ialah 'Miss Neko'.

Singa bagi para sugar mommy, dan menyamar sebagai 'kucing peliharaan' sugar daddy. Lelaki bejad mana pun yang terperangkap dalam cengkramannya, jangan harap bisa lepas dalam keadaan utuh.

Seorang pria paruh baya gagah nan tampan mendekatinya. "Hei, cantik—"

"Ya. Aku memang cantik," ketusnya galak. Mata di balik bayang-bayang topeng masquerade menyorot nyalak sambil sesekali memendarkan pandangan ke segala arah. Miss Neko tengah mencari targetnya. Tapi, pria haus birahi ini terus saja menempelinya.

'Tch! It sucks!!' umpatnya dalam hati.

"Ahh ... kamu memang idamanku. Aku menyukai gadis judes sepertimu," ucapnya berusaha menggoda. Bahkan matanya kedapatan mengintip ke arah belahan dada, lalu menjilat bibirnya dengan lapar. "Ayo 'main' bersamaku, Darling."

Sugar Baby Buronan MafiaGeschichten, die süchtig machen. Entdecke jetzt