1

97 1 0
                                        

PRANG!!

"Bukankah aku sudah bilang jangan menemui wanita jalang itu!!! "

Laki2 itu hanya diam, sambil berdiri menunduk.

"Aku kurang apa? " tanya Anna pada raka.

"Aku slalu memuaskanmu diranjang! "

Raka mendengus kesal

"Bukan kah itu yang kau mau? " tanya raka pada Anna istrinya.

"Bukankah kau juga menikmatinya tuan? " tanya Anna sarkastik.

"Kamu ingat bahwa nama perusahaanmu di bawah nama perusahaan ayahku! " ancam Anna pada suaminya.

"Aku hanya menolongnya"

Anna mendekat ke arah raka.

Plak!

"Kau bilang tidur dengannya itu menolong? IYA RAKA?!"

Anna tak habis pikir dengan suaminya, sangat di sayangkan sekali, suaminya tidak menyadari apa yang salah dengan hubungan dia dengan mantan tunangannya itu.

Raka mendengus, lagi2 raka merasakan rasa panas di dadanya, ingin sekali raka mengutarakan bahwa sebenarnya yang salah adalah istrinya.

Anna sungguh sangat egois, bahkan dia menerima pernikahan ini hanya untuk perusahaan kekeluargaannya bukan dirinya sendiri.

"Aku minta maaf" ucap raka mengalah.

"Hmm" Anna segera pergi dari hadapan raka.

Anna mengambil mobilnya dan pergi dari rumahnya. Sungguh Anna sangat benci melihat muka raka.

Dia bahkan meminta maaf dengan nada yang sangat malas.

Anna tak tau harus bagaimana lagi untuk bisa mengendalikan dirinya, Anna hanya bisa keluar dari rumah itu. Anna tidak mau semakin memperkeruh susana dirumah. Anna sangaten mencintai raka namun mungkin caranya merebut raka dari tunangannya itu salah.

Anna sangat benci pada raka, raka tidak peka dengan situasi bahkan raka tidak menyadari bahwa tunangannya itu hanya memanfaatkan kekayaan raka. Coba saja raka mau membuka matanya dan melihat bagaimana si jalang itu bermain di belakangnya.

Selama ini Anna menutup semua rapat2 sendiri, Anna hanya tidak mau raka nanti terikat dengan mantan tunangannya. Selain itu Anna juga memang mencintai raka dan tidak mau raka dimiliki oleh wanita lain.

Anna menghela nafas kasar. Untuk apa menikah jika raka masih sering menjalin hubungan dengan mantannya itu. Untuk apa dia ada kalau raka hanya merasa bahagia dengan wanita itu.

Lagi2 air mata anna menetes keluar.

Begitu sakit hatinya melihat kelakuan raka, bahkan foto2 di ranjang raka masih tersimpan rapih di galerinya.

Anna tau karna Anna sengaja menyewa detektif untuk mengawasi suaminya. Harusnya Anna sadar sebagaimana pun dia berusaha memisahkan raka dengan wanita itu tetapi apa gunanya jika raka masih mencintai wanita itu.

"Brengsek... Hikss... Hiksss.... Raka brengsek...!! "

Anna mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Saat ini pikirannya sedang kacau, hatinya teramat sakit untuk menerima kenyataan bahwa suaminya masih bersama dengan wanita lain.

ANNABELL [TAMAT]Stories to obsess over. Discover now