Karena kehidupan layaknya sebuah buku.
Cerita tidak akan selesai jika masih ada bagian yang belum lengkap untuk di tulis.
Maka kamu pun belum di sebut sempurna jika di hidupmu masih ada beberapa bagian yang belum lengkap.
• ~ •...
"Lo kan yang abisin seember es krim gue?! Ngaku deh lo!"
"Siapa suruh abisin susu pisang gue." -
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sialaaaaaaan!
Uka durjana banget lo awas ye!
Kepalanya langsung mendidih panas, akibatnya, kepulan asap abu-abu tua nan pekat itu melayang hingga menyentuh langit-langit dapur berwarna hijau sage.
Bugg!!
Perempuan berumur 22 tahun itu menutup pintu kulkas 2 pintunya secara tidak santai karena emosi sudah mengambil kendali jiwanya yang memang sudah barbar dari jaman sebelum di tiupkan ruh kedalam rahim ibunya.
tukk!
Codet berwarna biru itu mendarat mulus di belakang leher laki-laki yang sedang fokus di dunianya sendiri, main game dengan PS5 kesayangannya, di depan tv 41 inci.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Boro-boro kaget atau memekik menyebutkan nama hewan melata, tak sedikitpun laki-laki berkaos putih polos ini merespon atas yang terjadi padanya. Karena memang ini sudah sangat sering terjadi, bahkan sudah sah menjadi rutinitas pagi siang sore malam dan dinihari mereka.
"Lo kan yang abisin seember es krim gue?! Ngaku deh lo!" tuding Jihan yang sudah berdiri di depan Ukasyah, a.k.a Uka-sambil bertolak pinggang, alis menukik sedalam palung yang terdampar di lautan.
"Tull," jawab Uka, tanpa ribet, bahkan masih fokus ke gamenya, Karena hal ini sudah biasa. Bahkan endingnya sudah di luar kepala, jadi dia menanggapi dengan amat tenang.
"Kurang ajar lo ya!" Jihan menimpuk muka Uka pakai bantal yang nganggur di lantai. Namun si Uka tetap menahan dirinya agar tidak beraksi membalas perempuan setinggi bahunya itu.
Selesai dengan gamenya, Uka mematikan tv lalu berdiri sejajar di depan Jihan yang sudah menatapnya berapi-api.
"Siapa suruh abisin susu pisang gue." sambil menyilangkan dada jawab Uka dengan tenang namun tersirat dendam.