Prolog

114 5 1
                                        


Isakan kecil mengalihkan perhatian seorang anak laki laki yang bernama Hexan. Ia penasaran dan mencari sumber suara. Ternyata, isakan itu berasal dari seorang anak perempuan yang sedang menekuk lututnya.

Dengan tatapan penuh selidik, ia menghampiri anak perempuan itu.

"Hei.. Kamu kenapa? " tanya Hexan membuat anak perempuan itu mendongak

Mata coklat milik anak perempuan itu berhasil melumpuhkan hati Hexan dalam sekejap.

Anak perempuan itu menggeleng.

Hexan menghela napas dan memeluk anak perempuan itu agar dia tenang.

"Sudahlah jangan menangis, ada aku di sini" ucap Hexan

Akhirnya, isakan itu tak terdengar lagi digantikan dengan suara lucunya. "Siapa namamu? "

"Hexan"

"Namaku Coklat, salam kenal" ujar Coklat sambil tersenyum dan menjauhkan dirinya dari Hexan

Hexan terpana melihat manisnya senyuman itu.

"Hexan mau jadi teman aku gak? "

Hexan mengangguk.

"Yey! Coklat punya teman baru" girangnya sambil melompat lompat bahagia

Suara deringan ponselnya membuat ia sadar dari lamunannya.

'Besok kita pindah ke Indonesia'

Hexan menghela napas gusar. Malam ini ia masih belum bersiap siap untuk kepulangannya ke Indonesia yang terlalu mendadak.

Ia keluar dari kamarnya dan memasuki kamar khusus yang berisikan alat musik dan buku buku pelajaran.

🌿

Membaca buku merupakan kebiasannya di setiap hari libur. Contohnya sekarang, ia sedang membaca buku di balkon kamarnya.

Suara truk mengalihkan atensinya membuat ia berpaling mencari sumber suara. Rasa penasaran membawanya sampai ke rumah tetangga di depan rumah.

Ia melihat Cinta -sang mama sedang ikut membantu di tengah orang orang banyak.

Dalam benaknya bertanya, 'Siapa yang pindah? '

Mengingat buku yang ia baca belum sampai selesai, ia memutuskan untuk kembali ke kamarnya membaca buku sambil mengamati mereka semua dari atas.

Setelah menjelang sore, ia melihat Cinta sedang melangkah memasuki rumah. Dengan segera ia turun untuk menghampiri Cinta.

"Ma, itu siapa yang pindah? " tanya Coklat

"Tante Ghina sama Hexan" jawab Cinta

Coklat terpaku.

"Gak ke sana? Sapa teman lama" tanya Cinta

Coklat menggeleng. "Gak deh ma"

Ia takut tak bisa mengontrol perasaannya. Lebih baik, mereka tak bertemu dulu sebelum waktu yang tepat.

Tapi, di lubuk hatinya ia berharap Hexan merasakan hal yang sama dengan dirinya.



HEXANIO Where stories live. Discover now