Winna sedikit menyesal karena datang ke coffeeshop malam ini, ia kira teman wanitanya akan datang juga, namun kenyataanya dia hanya berdua dengan temannya, dia juga tidak mengenali siapapun di depannya ini, dia hanya mengikuti Erika yang berkata akan pergi ke kafe untuk bertemu dengan teman kampusnya, namun nyatanya yang datang kebanyakan pria sedangkan sisanya dia dan Erika.
"Siapa rik?" Tanya pria yang menggunakan hoddie berwarna merah tua. Winna yang memang belum banyak berinteraksi dengan teman - teman kampusnyapun melirik Erika karena tidak ada yang dia kenal.
"Ini Winna, Winn kenalan sana sama mereka," Ujar Erika. Winna menyalami tangan masing masing yang ada di depannya dan memperkenalkan dirinya.
Winna sudah memperkenalkan dirinya dan menjabat tangan mereka sebagai tanda perkenalan namun dia sedikit sungkan kepada pria yang kini sibuk bermain game mobile dan seperti memiliki dunianya sendiri.
"Jovan, itu ada yang mau kenalan," Ujar Haidar pria yang memakai Hoodie merah tau itu. "Sorry ya Winn, yang ini emang rada lain," Ujar Haidar dan Winna hanya tertawa kecil sambil mengangguk.
"Winna," Tangan keduanya saling berpegang untuk perkenalan.
"Jovan," Balas Jovan kemudian melirik Winna sebentar kemudian lanjut memainkan gamenya.
"Udahan dulu dong main gamenya, kita ngobrol - ngobrol," Ujar Erika saat melihat Jovan yang sibuk dengan handphonenya.
"Sebentar, bentar lagi gue menang," Balas Jovan yang memang sudah kenal dengan Erika. Dan Winna tidak bisa melepaskan pandangannya dari Jovan yang malam ini menggunakan kaos pendek berwarna hitam dan tak lupa tindikan yang ada di ujung alis kanannya.
To Be Continue...
YOU ARE READING
Ekspektasi
Teen FictionJovan, itu yang Winna bisikan di dalam hatinya ketika keduanya berkenalan, perkenalan singkat memang, bahkan Jovan hanya melirik Winna sekilas karena pria itu disibukan dengan game mobile di handphone, namun perkenalan singkat itu terlalu membekas d...
