1. Karena mimpi?

7 3 0
                                        


"ayo kita putus" gadis itu menatap kekasihnya yang berucap demikian, sudah menduga akan hal ini.

saat ini, mereka berdua tengah berada di taman fakultas si gadis karena ajakan dari sang kekasih beberapa menit lalu.

"kamu mau putus. kenapa?" tanya gadis itu. sebenarnya ia sudah tau kenapa kekasihnya ini meminta putus, tetapi ia hanya ingin tau alasan apa yang akan diucapkan sang kekasih.

"aku cape sama kamu. kamu selalu bicarain tentang mimpi, mimpi, mimpi, itu terus yang kamu bahas. Lama-lama aku juga bosen dengernya" ucap sang lelaki memberikan alasan.

"cih, alasan yang konyol. kamu yakin minta putus karena mimpiku? atau kamu udah punya cewek lain, yakan"

"d..darimana kamu-" lelaki itu terbata

"jadi benar. kamu minta putus karena punya cewek lain,iya?" gadis itu menyunggingkan senyum mengejek.

"kamu mau tau, darimana aku bisa tau kamu selingkuh? Tapi kayaknya kamu gak akan percaya kalau aku bilang dari mimpi. jadi, aku diam-diam ngikutin kamu dan aku liat kamu lagi jalan sama cewek kamu itu" lanjutnya

lelaki itu diam tak bisa menjawab perkataan mantan kekasihnya. "yaudah kalau itu mau kamu, kita putus. lagian aku gak sudi pacaran sama cowo tukang selingkuh!" finalnya dan meninggalkan si lelaki itu sendirian.

•••

sekarang gadis itu tengah duduk di kursi yang ada di taman yang sama tetapi pada daerah yang berbeda.
"huft. lagi-lagi jadi kenyataan, selalu aja kayak gitu. argh" monolog gadis itu sambil mengacak rambutnya frustasi.

"woyy.  ngelamun aja lo kerjaannya" seorang lelaki tiba-tiba mengagetkannya, Gadis tersebut menengok ke asal suara
"ck, apaan si lo Jahanam ganggu aja"sinis gadis itu

"yee enak aja lo. Nama gue Janaka ya bukan jahanam, jangan seenaknya ganti nama orang".
"Lagian siang-siang malah ngelamun, ngelamunin apaan sih lo,utang?" lanjut si lelaki yang kita sebut saja Janaka.

"bisa diem gak sih lo,gue lagi butuh ketenangan nih"

"lo kenapa lagi sih, abis diputusin lagi lo sama si Arjun?" tanya Janaka serius. gadis itu tertunduk lemas, secara tidak langsung membenarkan ucapan Janaka.

"yaudah si Anna, gausah galau gitu lah. kayak baru aja lo diputusin cowo" si gadis yang disebut Anna itu mengangkat kepalanya dan mendelik tak terima kearah Janaka.

Tetapi apa yang dibilang Janaka itu memang benar adanya kok, Dia memang sudah sering diputuskan dengan alasan yang sama yaitu mimpinya. yang mana tidak disadari hal itu memang sudah Anna lihat dalam mimpinya tersebut.

"biasa aja liatnya gak usah gitu juga" ungkap Janaka yang sedikit ngeri dengan tatapan Anna

"kenapa sih hidup gue gini amat. gue juga pengen hidup normal Naka, kayak orang lain pada umumnya. tapi seolah hidup gue bergantung sama mimpi-mimpi sialan itu" beber Anna yang sudah kesal dengan hidup nya yang seolah mempermainkannya.

"yaudah sih jalanin aja hidup lo, bukannya bagus ya lo tuh bisa liat apa yang bakal terjadi di masa depan, iyakan".
"hebat gak sih bisa liat masa depan lewat mimpi." Janaka mencoba menghibur Anna karena kasihan, setiap habis diputuskan Anna memang akan termenung dan menyalahkan hidupnya seperti ini.

"tapi gue cape Naka. tiap gue mimpi, gue selalu ngerasa takut sama was-was"Anna membenamkan lagi kepalanya ke meja didepannya.

Reanna Admira atau yang sering disapa Anna, dia memang sering bermimpi hal-hal yang nantinya akan dia alami di real life nya, Seolah dia diberi gambaran tentang masa depan yang akan terjadi. Mulai dari hal terkecil sampai hal terbesar selalu dia mimpikan. Hal tersebut membuat Anna menjadi was-was karena takut mimpi itu terjadi saat dia bangun dipagi harinya.

Seperti kejadian tadi saat dia diputuskan, dia telah memimpikannya di malam hari sebelumnya sampai-sampai ia tidak dapat melanjutkan tidurnya kembali.

Jangan kalian kira Anna tidak berusaha mengubah apa yang dia mimpikan, karena buktinya Anna sudah sering sekali mengubahnya tetapi tetap saja terjadi dengan keadaan yang berbeda. Anna pun sudah cape dan akhirnya membiarkan semuanya terjadi.

"Sekarang yang harus lo yakinin adalah berkat mimpi lo itu, lo jadi tau kan kalau Arjun selingkuh dan bisa buktiin sendiri"ucap Janaka

"iya sih,yang lo bilang emang bener. gue jadi bisa selidikin Arjun yang selingkuh dulu dan bisa buktiin kalo dia beneran selingkuh"ucap Anna membenarkan.

"iyakan jadi buat apa sih sedih gitu, gak guna banget cowok gitu di galauin"

Anna menengokkan kepalanya ke samping untuk melihat Janaka sambil berucap
"gak yah,gue gak galauin Arjun, gue juga gak sedih tuh. gue cuma mikir kenapa gue harus mimpiin tuh cowok" sebal karena Naka menganggapnya sedih atas apa yang dialaminya.

"nah gitu dong,no sad sad club. mending kita makan siang yuk gue udah laper"Naka menyengir, dia tidak berbohong karena memang ini sudah waktunya makan siang dan ia sudah sangat lapar.

Niatnya menghampiri Anna adalah untuk mengajak perempuan itu makan siang tetapi ia malah melihat Anna yang tengah melamun sambil mengacak-acak rambutnya dan akhirnya sesi curhat itupun terjadi.

•••

TBC

dikit-dikit aja dulu😁

A/N:
ini cerita kedua aku sih sebenarnya, tapi aku post pertama soalnya lagi kepikiran buat nulis cerita ini aja

semoga banyak yang suka yah,dan kalo ada kesalahan dalam kata,penempatan tanda baca atau penulisan mohon di kritik aja tapi dengan kata-kata baik juga yah biar aku termotivasi buat perbaiki penulisan ku🙏.

jangan lupa vote and komen nya juga yh👍😄

sekian,terima Taehyung.

2022_12_21

DREAM LIFE (ongoing)Where stories live. Discover now