"Itu kelihatan menyenangkan, kan?"
"Aku tebak itu tidak lebih lama dari tiga hari."
"Tidak. Tunggu saja, aku akan membuktikan kau salah."
"Itu ganas. Kau bisa merusak papannya."
Chan yang sedari tadi berbicara dengan Youngmi mengenai projek aplikasi yang akan ia kerjakan mengubah pembicaraannya pada Soonyoung. telinganya terus terganggu dengan suara keras lemparan panah kecil yang Soonyoung mainkan, membuatnya yang berdebat kecil dengan Youngmi harus berhenti. .
Ketiganya kini memilih untuk bersantai dan menyegarkan diri melalui minum di bar dekat Universitas mereka, apalagi sewaktu Soonyoung menunjukkan wajahnya yang begitu murung secara tiba-tiba membuat Youngmi mengajaknya untuk melepas penat sebantar.
"Apa kau tidak akan mengejar Jihoon hari ini?" Tanya Youngmi yang memang tidak mengetahui penyebab laki-laki itu murung.
Tangan yang sedari tadi melempar panah itu berhenti saat pertanyaan Youngmi membuatnya begitu sensitif hari ini.
"Kenapa tiba-tiba bertanya?" Tanya Soonyoung memutar tubuh menghadap Youngmi.
"Apa? Kaulah yang selalu membicarakannya." Bela Youngmi.
"Oh ya, Hyung! Izinkan aku menjodohkanmu dengan seorang gadis." Interupsi Chan.
"Dia ada di kelas program lanjutanmu."
"Lanjutan apa? Apa kau mengerti tentang itu?" Tanya Youngmi meragukan Soonyoung.
"Oh, kau mengundurkan diri dari kelas itu minggu depan, benar?" Lagi ucap Chan polos.
"Kenapa tidak mengambilnya sampai selesai?" Di lanjutkan oleh Youngmi.
"Apa kau gila?" Balas Soonyoung pada akhirnya setelah mendengarkan tiap pertanyaan temannya yang sedari tadi hanya diam dan meminum beer-nya.
"Kau akan menyukainya." Elak Chan membujuk Soonyoung yang duduk di sampingnya.
"Tidak. Terima kasih." Jawabnya tanpa minat dan meminum beer-nya kembali. Youngmi yang bergantian mendengarkan keduanya berceloteh hanya tersenyum sembari minum, matanya melirik ke arah yang sedikit jauh dari tempat mereka.
"Lihat, bukankan itu si Tercepat?" Celetuknya menunjuk seseorang yang baru saja masuk dengan dagunya.
"Waktunya pas. Orang itu akan lebih buruk saat dia mabuk." Ucapnya sembari menaruh gelas beer dengan keras dan menatap segerombolan mahasiswa yang mengikuti si Tercepat.
"Aku tidak mau melihat itu." Eluh Chan dengan suasana hati yang buruk.
Soonyoung yang mendengarkan ucapan dua sahabatnya menoleh ke belakang dan menatap Kim Jaegyu yang berjalan mendahului para mahasiswa di belakangnya. Matanya memicing saat ia menemukan sosok yang berjalan di belakang sendiri dengan topi yang menutupi hampir seluruh wajahnya.
"Lee Jihoon?" Gumamnya. Namun ia segera memutar kembali tubuhnya untuk menghadap ke depan. Ingatannya kembali ke tadi sore saat laki-laki itu begitu membuatnya memiliki rasa bersalah yang besar hingga saat ini.
"Terserahlah. Ayo minum saja." Entah apa yang ia ucapkan itu untuk dirinya sendiri ataupun kedua sahabatnya, Soonyoung lebih memilih untuk meneguk setengah gelas beer yang ia ganggam sedari tadi.
•••
"Menunggu adalah hal yang sangat aku benci."
"Sialan."
"Dengan tangan ini, aku akan mengajarimu pelajaran tentang menjadi dewasa."
YOU ARE READING
SEMANTIC ERROR || SoonHoon
Fanfictionbagaimana jika dunia perkuliahanmu dengan kelulusan di depan mata nyatanya harus musnah hanya karena salah satu junior di kelompokmu merusaknya? 🚫🚫 - Soonhoon || Howoo - BXB - Bukan ide murni penulis. Cerita berdasarkan drama Semantic Erro...
