BAB 1 "Terulang"

15 1 1
                                        

Pagi menunjukan pukul 04.00. Seperti biasa, ketika waktu menjelang sholat subuh, dia selalu terbangun tepat waktu bahkan sebelum alarm subuh nya berbunyi, ia pun tak tau kenapa hal itu bisa terjadi, mungkin karena telah terbiasa.


Sedari ia berumur 7 tahun, nenek nya selalu membangunkan nya dan membiasakan Gayatri untuk bangun sebelum sholat subuh dan selalu tepat waktu untuk melakukan kewajibannya sebagai seorang muslimah. Dan di umur nya yang menginjak 12 tahun dia sudah mau menggunakan hijab.

Yahh... setelah kedua orang tua nya telah pergi. Gayatri tinggal bersama Kakek Abdul dan Nenek Yuna yang sangat mencintai dan menyayangi Gayatri. Sebab mereka menjadi saksi, betapa keras kehidupan Gayatri bahkan ketika ia baru lahir ke dunia.


Begitu pun Gayatri, ia juga sangat mencintai kakek dan nenek nya yang telah merawat dan membesarkan nya dengan penuh kasih sayang dan ilmu agama yang baik. Walaupun ia lahir sebagai anak yang tidak diinginkan. Namun, ia sangat bersyukur karena Tuhan masih memberikan nya hidup dan ia juga tak ingin menjalani kehidupan yang "haram" seperti kedua orang tua nya.

Untuk mengingat wajah kedua orang tua nya saja ia sulit, sebab kedua nya pergi ketika Gayatri masih sangat kecil. Syukur ada selembar foto yang Nenek Yuna berikan kepada Gayatri yaitu foto ibu dan ayah nya.


Jika ada pepatah mengatakan, buah jatuh tak jauh dari pohon nya. Itu tidak berlaku bagi Gayatri. Yang dia inginkan, jika dia buah, maka ia harus jatuh sangat jauh dari pohonnya. Yah... bisa dibilang ia kecewa dengan orang tua nya.


Kecewa bukan berarti benci, walaupun ia kecewa kepada kedua orang tua nya. Jauh di dalam lubuk hati nya. Dia sangat rindu dan sayang akan kehadiran sosok yang ia sebut ibu dan ayah itu.


"Mereka menghadirkan ku ke dunia yang kejam ini. Dan dengan mudah nya, mereka pergi begitu saja. Aku terus bertanya, bagaimana cinta bisa hadir jika ada benci yang tertata rapi di dalam nya?"


"Gayatri Hanum Wijaya cantik udah sholat subuh belum?" suara nenek yuna sampai ke telinga Gayatri dan refleks mengagetkan Gayatri yang tengah khusyuk berdoa, sebab nenek Yuna yang tiba-tiba masuk ke kamar nya tanpa memberi aba-aba terlebih dahulu.


"ini lagi berdoa nek" balas lembut Gayatri dan tengah membereskan mukenah dan sejadah yang sehabis ia gunakan.


"Nenek mau ke kebun bantuin kakek, kamu gapapa di rumah sendiri kan?"


"iyah gapapa neneku sayang yang namanya mirip artis korea" gurau Gayatri kepada nenek nya sambil mencium manja kepada sang nenek. Gayatri selalu bergurau dengan sang nenek yang memang memiliki nama mirip artis korea yang ia pernah lihat di youtube


"Kamu ini suka banget ejekin nenek" balas nya sambil menepuk lembut pipi cucu kesayangan nya itu.


"yaa emang nek, terus artisnya cantik sama kayak nenek, tapi dia masih mulus, gak kayak nenek yang udah keriput" mereka pun tertawa bersama karna gurauan Gayatri yang membuat nenek nya tak berhenti tertawa.


"Gayatri bercanda kok nek, tapi emang nenek cantik banget deh, makanya kakek sampe klepek klepek" ucap nya sambil tersenyum dan memainkan kedua alis nya yang membuat nenek nya menjadi tersipu malu.

ATHEMALa tua prossima ossessione. Scoprilo ora