BAB KESATU

33 2 0
                                        

Suasana pagi hari dikediaman Pranawa masih sama seperti hari hari yang telah berlalu.
Dingin tak ada kehangatan didalamnya,
Sepi itulah suasananya

Dengan langkah lambat Rafa menuruni tangga dan menghampiri remaja yang sedang berada di ruang makan menyantap sarapan paginya.

"Bang, bisa nebeng nggak?" Ucap Rafa dengan sedikit memohon

" Gak !!"

"Ayolah bang, mang siman dari kemarin kan pulang kampung, otomatis nggak ada yang nganterin aku. "

"Ya trus?"

"Lo pikir gue bakal peduli?"
Tambah Kafka dan berlalu keluar rumah setelah mengambil tasnya

"Hufh..."

"Oke, nggak papa Rafa masih ada angkot. "
Ucapnya menyemangati diri.

Rafa itulah namanya, seorang pemuda dengan senyum manisnya yang mampu membuat semua orang melihatnya terpesona, dengan mata bulat disertai dengan bulu mata lentik pasti membuat kaum hawa iri serta kulit kuning langsat dipadu padankan dengan tinggi tubuh yang tidak terlalu tinggi, hanya sekitar 169 cm
Memberikan kesan imut.

Namun apakah kalian yakin
bahwa selalu ada kebahagiaan dihidupnya?
Ingatlah bahwa semua yang terlihat baik baik saja belum tentu
didalamnya akan baik, kehidupan tak akan terasa lengkap bila tidak ada bumbu bumbu masalah yang menghampiri. Tapi bagaimana bila dikehidupanmu hanya dihampiri kesedihan tanpa ada kebahagiaan?
Semoga saja itu takkan terjadi
Dan tidak semua bisa dipandang dengan kilat mata saja, bukan?

¢¢¢¢¢¢¢¢¢¢¢¢¢¢¢¢¢^

"Ihh, kok nggak ada angkot sih Bisa telat nih lama lama. "

" Abang juga, emang seenggak peduli itu ya sama adek sendiri?Padahalkan cuman nebeng doang orang satu sekolah juga. " Ucapnya sebal dengan bibir yang dimanyunkan.

===========

Saat Kafka sampai di sekolah, koridor sudah cukup ramai dengan siswa siswi yang sedang melakukan rutinitas paginya seperti bergosip ria ada juga yang menyalin tugas hasil dari mencontek teman pastinya.

" KAFKA WOY!!!! " Teriak seorang teman Kafka.

" Apa, sih Nji? "
Tanya Kafka dengan nada sebal

"Hehehe, lo sih gue panggil dari tadi nggak nggeh. " Jelas sang sahabat yang bernama Panji disertai dengan kekehan yang amat menyebalkan.

" Y. "

" Anjir, pagi pagi udah jutek ae lu kaf. "

Hanya dengusan yang ia Terima dari Kafka, memanglah sahabatnya ini sangat kaku.

"Kaf." Panggilnya lagi

"Emmm minta contekan tugas MTK kemarin dong hehe. "

Dengan raut datar Kafka mengeluarkan buku tulis dan melemparnya tepat di wajah panji.

" Hufh... Sabar sabar, orang sabar pacarnya banyak. "
Beonya dengan wajah konyol yang membuat semua orang yang melihat ingin menoyor kepalanya

Dengan secepat kilat panji bisa menyalin jawaban yang tidak tau apa isinya hanya dengan waktu 15 menit.

Kringgg....

" Alhamdulilah Panji udah selesai sebelum Bu Setyo datang. " Ucap panji dengan bangga.

Tak lama kemudian masuklah guru yang disegani murid SMK pertiwi karena ketegasannya dalam mendidik, Bu setyo namanya.

" Selamat pagi. "

" Selamat pagi Buu... "

"Mari kita mulai pelajaran hari ini, sebelum itu silahkan kumpulkan tugas kemarin di meja saya! "

°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°

Saat bel masuk sudah berbunyi sekitar 10 menit lalu. Di lain sisi Kafka baru sampai di depan gerbang dengan peluh yang membanjiri wajah imutnya.

"Hahh, kok udah ditutup sih gerbangnya Trus ini gimana masuknya cobak."

"Pak satpam, bisa bukain gerbang buat Rafa nggak! ? "

Mintanya dengan wajah memelas yang pasti akan membuat orang yang melihatnya tak tega dan luluh.

"Maaf, tidak ada toleransi untuk siswa terlambat. "

Tolak pak satpam tanpa melihat wajah Rafa, mungkin takut melihat wajah melas remaja itu karena dipastikan ia akan luluh jika menatapnya 5 detik saja.

"Huh, bapak emang nggak kasian ama Rafa padahal tadi Rafa udah lari cepat loh buat kesekolah. " Ucapnya sedikit murung

" Ada apa ini? Kenapa ada ribut ribut di sini? "

Sahut salah satu guru piket yg sedang bertugas hari ini untuk menghukum murid yang terlambat atau tidak melengkapi atribud.

"Maaf Pak, ini ada murid yang terlambat tpi memaksa minta dibukakan gerbang."

Setelah mendengarkan penjelasan satpam itu, dengan senyum mengerikan guru itu akhirnya menyuruh pak satpam untuk membukakan pintu gerbang untuk Rafa.

" Terimakasih Pak, Bapak emang baik deh. "
Ucapnya kegirangan dan segera melangkahkan kaki untuk pergi ke ruang kelasnya.

" Eitss... Siapa bilang kamu boleh pergi gitu aja? Kamu saya hukum keliling lapangan 15 kali putaran. "

" Nggak kebanyakan pak itu? "

" Mau saya tambah 30 kali putaran?! "

"Ehh jangan pak, 15 kali itu udah lebih dari kelebihan buat saya. "

"Yaudah sana, kerjakan!! "
Geram guru itu.

Dengan setengah hati Rafa mulai melangkahkan kakinya menuju lapangan yang menurutnya sangat luas, apalagi harus mengelilinginya sampai 15 kali.

" Emang nggak kurang ya lari larinya, padahal tadi Rafa udah capek banget jalan kaki ke sekolah, ini masih aja disuruh lari."

" Heh kamu! Cepat kerjakan hukumannya, atau memang mau saya tambah lagi hukumannya?!! "

Teriak guru piket yang bernama pak Budi yang ternyata sedari tadi mengawasi Rafa sedang melamun padahal belum melaksanakan hukumannya.

Dengan tampang tidak ikhlasnya Rafa mulai lari mengelilingi lapangan.
Setelah beberapa menit terhitung, Rafa sudah menyelesaikan 4 putaran, terlihat wajah kelelahan disertai rona pucat yang mendominasi wajah imutnya.

°°°°°°

Entah kesialan apa yang menimpa Kafka hari ini, padahal tadi malam ia rela begadang untuk mengerjakan tugas Biologi dengan susah payah tpi sialnya buku itu malah ketinggalan dirumah, Dan dengan terpaksa ia harus mendapatkan hukuman membersihkan lapangan sekolah.
Padahal sinar matahari sudah mulai terik.

Saat sampai pinggir lapangan, terlihat Adiknya yang sedang dihukum lari keliling lapangan, dengan langkah pelan disertai wajah yang sudah pucat pasi. Tapi bagaimana pun tidak ada urusan dengan Kafka. Entah anak itu pingsan bahkan mati sekali pun Kafka tidak peduli.

'Bruk'

Dalam hitungan detik tubuh itu sudah ambruk dengan keringat bercucuran, disaat Kafka melihat kejadian itu tidak ada niatan untuk menolong adiknya yang sudah tak sadarkan diri, memang apa pedulinya. Dengan santainya ia melenggang pergi begitu saja, tujuan utamanya datang kesini pun ia abaikan
Moodnya sudah hancur hanya dengan melihat wajah itu.









Hay💕

Semoga suka ya

Jan lupa vomen yaa
Biar lebih semangat lagi nulisnya🤗

Tapi nggak maksa sih

⚠⚠⚠⚠⚠⚠

plagiat dilarang mendekat!!!!










look at meDes histoires addictives. Découvrez maintenant