Dahulu tepatnya puluhan tahun yang lalu, Jepang masih bisa digolongkan sebagai negara yang biasa saja. Rakyatnya masih hidup dengan sederhana dan tidak terlalu diburu waktu seperti sekarang. Semua bisa bahagia dengan hal-hal kecil dan mereka masih tahu cara bersantai khususnya kaum pelajar. Mereka masih menggunakan sepeda untuk berangkat bersama dan menikmati cahaya matahari yang hangat dipagi hari.
Hal semacam itu tentu saja tidak luput juga untuk dilakukan oleh sepasang kekasih ini, momen bersantai itu mereka maksimalkan untuk bercengkrama berdua. Berboncengan dengan menaiki sepeda ketika pergi dan pulang dari kampus Keito tempat mereka menimba ilmu, sepertinya hampir setiap hari mereka lakukan.
Sebut saja namanya Sakura, atau jika ingin menyebut marganya sekalian maka lebih lengkapnya ialah Sakura Haruno. Wanita cantik yang sesuai dengan namanya, anggun dengan rambut serta pipi merah muda alami seperti bunga sakura, ditambah dengan indahnya kulit putih lembut khas turunan Jepang miliknya. Mungkin Sakura tidak satu-satunya disini tapi banyak orang akan sepakat saat ada yang mengatakan Sakura adalah primadona Keito.
Cantik namun tidak angkuh sudah cukup jadi alasan kenapa Sakura menyita perhatian lebih dari lawan jenis. Lagi-lagi Sakura memang bukan satu-satunya, tapi jika bisa aku tambahkan satu alasan yang tidak naif, identitas kekasihnya juga menjadi penyebab kenapa gadis bubble gum itu bisa seterkenal itu. Maaf jika mematahkan harapanmu tapi gadis hampir sempurna seperti Sakura tentu saja memiliki pasangan.
Lelaki itu namanya Sasuke Uchiha, pria tinggi putih dengan nama marga yang rasanya tidak mungkin ada orang yang tidak kenal. Wajahnya tampan dengan mata tajam seperti elang, siap menghunus siapapun dengan cepat jika ada yang menantangnya untuk bertatapan. Ketika ia berjalan, orang bisa merasakan bahwa ia bukan orang biasa, aura keluarga orang berada pada dirinya itu terlalu kuat terpancar.
Keluarganya kaya raya, pemilik dari perusahaan produksi transportasi yang turun temurun sudah mentereng namanya. Kalau Sasuke sedang mood atau kalau Sakura tidak mengizinkannya berboncengan seperti biasa, maka mobil yang ia kendarai akan mencolok sendiri dilahan parkir kampus. Akan tetapi, hidup kaya raya tak ayal membuatnya baik dalam segala hal. Selain kesempurnaan isi dompet dan isi kepala, Sasuke sebenarnya cukup buruk dalam bersosialisasi. Temannya di kampus kalau tidak kekasihnya Sakura, pasti Naruto dan Sai-sepupunya.
Perkenalan singkat diatas mungkin sudah cukup menjadi alasan kenapa pasangan ini menjadi fenomenal dikampus. Rupawan dan menawan membuat mereka sangatlah mengundang atensi. Namun selain itu, perbedaan keduanya juga menjadi alasan. Layaknya cerita drama di televisi, hubungan asmara si kaya dan si miskin memang selalu menjadi hal yang menarik. Jika Sasuke adalah mesin uang maka Sakura adalah si mesin pekerja.
Semua perhatian yang Sakura dapat memang kebanyakan adalah perhatian yang buruk. Tiap berjalan pasti ada saja mata yang melirik kesal padanya. Sakura memang selalu acuh, tapi terkadang rasa sebal sering ia rasakan juga ketika tiap pagi selalu disambut dengan mahasiswi-mahsisiwi yang siap mencari kesalahannya. Beberapa dari mereka bahkan pernah langsung bertanya padanya kenapa Sasuke rela bersikap 'miskin' karena mencintainya, Sakura hanya diam saja karena dia pun tidak tahu jawabannya.
Sakura itu, punya banyak hal yang harus ia urus, punya nenek dan seorang adik yang masih menjadi tanggung jawabnya. Selama ini banyak godaan yang datang padanya tapi ia tetap berprinsip bahwa "biar miskin, asal masih punya harga diri". Memang ada yang mencemooh pegangannya itu tapi selama ini Sakura selalu buktikan dia serius. Jika saja ada yang merendahkan neneknya atau mengatai adiknya, Sakura akan pasang badan. Ah aku baru ingat kalau aku lupa menyebutkan di awal, Sakura ini, agresif dan pemberani. Menenangkan seperti air danau tapi jika diusik juga bisa menenggelamkan.
Karenanya ketika mendapat benturan dalam percintaannya, Sakura tidak goyah. Hubungan ini mereka yang menjalani, mereka yang tahu bahagia sedihnya selama ini ketika bersama. Walau ya ia tidak bisa bohong juga, kata-kata tajam yang ia terima hampir setiap hari itu tetap menikam, belatinya tidak mau lepas, bahkan tersangkut pada hatinya yang mulai mengeluarkan darah setetes demi setetes.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dear Dandelions
FanfictionSakura dan Sasuke mungkin adalah representasi dari pasangan idaman setiap orang karena memiliki paras rupawan, hidup mapan, dan keluarga yang juga harmonis. Hidup keduanya semakin lengkap setelah dikaruniai anak-anak yang lucu, meski beberapa penola...
