We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.

1. New Era

7.9K 261 18
                                        

"Chay, Phi tunggu di ruang kerja sekarang!" Porsche membentak adik semata wayangnya dengan galak.

"Ya, Phi..." Chay berjalan gontai setelah tahu jika P'Pors mengetahui ia tak mendaftar kuliah karena Phi Kim.

"Kitten, jangan galak-galak, kasian Chay." bisik Kinn

"Hmm, gak usah ikut campur! Ini persoalan Phi nong! Tunggu di sini ga usah ikut kesana. Kau juga Kim! Setelah ini urusan ku dengan Kim! Jangan ada yang berani bergerak dari ruangan ini!" Ultimatum Porsche menakutkan. Kinn juga gak berani jika kekasihnya sudah masang Lion Mode bukan Kitten lagi.

"Phi, tolongin dong Phi, kasian Chay. Diapain itu sama Phi Pors."

"Diam kau! Ini ulahmu! Terima hukuman nanti dari kekasihku! Jangan melarikan diri! Kau bersalah! Kau menggantungkan cinta seorang bocah, pikir pakai otak!"

"Aku sudah minta maaf, tapi belum secara langsung Chay menolak bicara denganku. Tolong agar aku bisa bicara langsung pada Chay."

"Gak janji, aku tak mau membuat kekasihku murka dan menyetop jatah harianku!"

"Ah..Phi, kau hanya memikirkan urusan ranjang saja. Bagaimana urusan kesenangan nong mu ini?"

"Kau sudah besar bukan Nong ku yang kecil dan manja lagi. Urus sendiri urusanmu. Kalau kekasihku lapor sama Daddy bisa tambah panjang urusannya."

"Oh iya dad, aku lupa aku harus berhadapan juga dengannya!"

"Kau kan tahu kekuasaan tertinggi itu, yang boleh marah kesemua orang ada ditangan Daddy, dan yang kedua itu ditangan Porsche!  Jadi aku saja tak aman jika mereka berdua sudah murka."

"Nasibku... sial banget."

"Hahaha, kau salah orang Nong, kau mempermainkan kesayangan Porsche!"

"Aku tak mempermainkan Chay, aku hanya butuh waktu berpikir. Tapi dianggap salah oleh Chay."

"Simpan alasanmu karena aku tak mau dengar. Kau siapkan saja fisik dan mental menghadapi Kekasihku. Hahahah. Aku lihat sih tadi dia sudah membawa-bawa rotan tipiiisss, kecil dan mengliap. Aku rasa cambukan dari rotan itu setara dengan samurai jepang yang tumpul."

"Aww..Phiii... jangan membuat aku takut!"

"Hehehhe, aku bicara kenyataan."

Dibalik pintu kamar kerja yang di kunci dari dalam.

"Mengapa kau membuang formulir pendaftaran untuk kuliah?"

"Maaf Phi.."

"Aku tanya kenapa?"

"Aku berubah pikiran untuk kuliah di sana."

"Karena?"

"Karena aku tidak suka lagi jurusan musik."

"Splashh!" suara rotan tipis kecil mengkilat seperti yang di gambarkan Kinn melesat ke arah bokong dan paha Chay.

"Jangan pernah bohong!"

"Awww..aah..ampun Phi, sakit." Kinn dan Kim yang mendengar suara teriakan Chay langsung mendekatkan telinga di daun pintu.

"Phi Kinn, itu suara Chay, sedang di siksa  Phi Porsche! Kasian Phi, tolongin."

"Wah iyaa, beneran di sabet tuh. Yah gimana dong. Phi ga berani, mendingan kamu telepon Dad dan minta tolong hanya dad yang bisa menahan Porsche. Aku coba bicara sama Porsche nanti."

"Aduuh..iya deh.." Kim langsung menghubungi ayahnya yang sebenarnya ada di rumah itu juga hanya saja berbeda ruangan. Maklum rumah mereka seperti mall

"Katakan alasannya!" bentak Porsche lagi

KinnPorsche : Becoming A QueenStories to obsess over. Discover now