Halaman 01

1.2K 47 0
                                        

"Satu milyar!" tawar pria tua, menatap gadis berambut lurus panjang yang sedang menangis tersedu-sedu dan kedua tangannya sedang dipegang oleh dua pria berbadan kekar.

"Ayolah, Tuan. Adik saya ini sangat cantik, belum pernah disentuh siapapun. Aku yakin tuan tidak akan rugi jika membelinya dengan mahal," jawab pria tampan sambil tersenyum manis menatap pria paruh baya di depannya.

"Kyra gak mau dijual, Kak!" teriak gadis berambut panjang itu, sambil mencoba meronta-ronta dari anak buah kakaknya. Sedangkan sang kakak, tidak menghiraukan tangisan gadis itu.

"Baiklah-baiklah. Lima milyar, jika kau tidak mau. Aku bisa mencari wanita yang lebih baik dari ini!" ujar pria paruh baya itu dengan nada dinginnya.

"Baik, Tuan. Saya setuju," jawab pria tampan itu dengan tersenyum senang. Pria paruh baya itu langsung menulis jumlah uang di cek, lalu memberikan kepada pria tampan itu.

"Kak! Kyra jangan dijual, hiks ... hiks!" cicit gadis itu dengan sesenggukan.

"Ayolah, Dek. Setelah ini hidupmu akan bahagia, kau tidak perlu lagi merasakan yang namanya, Kesusahan," ujar pria tampan itu sambil menyentuh rambut adiknya dengan lembut.

"Kyra gak mau dijual, hiks! Kenapa kakak tega jual, Kyra? Kakak gak sayang lagi sama, Kyra? Hiks ... hiks!" Gadis itu semakin menangis tersedu-sedu, ketika kakak kandungnya tega menjual dirinya pada pria paruh baya, yang umurnya saja sudah 70-an.

"Karena kakak sayang sama sama adek, makannya kakak jual adek pada orang kaya. Sekarang adek pergi dengan orang itu, ya," ucap pria tampan itu dengan nada lembut.

"Kyra gak mau, Kak!" teriak gadis itu.

"Tuan boleh membawanya," ucap pria tampan itu, kepada pria paruh baya yang sedari tadi hanya diam menatap mereka berdua.

"Bawa gadis kecil itu," titah pria paruh baya itu kepada anak buahnya.

"Baik, Bos!" Dua anak buah pria paruh baya itu langsung mengambil alih gadis berambut pendek itu, dari dua anak buah orang yang sudah menjual adik kandungnya sendiri.

"Kak Delvin! Kyra gak mau pergi, hiks!" teriak gadis itu sambil menyebutkan nama kakaknya.

"Bye, adikku sayang." Pria tampan itu melambaikan tangannya, sambil tersenyum menatap adiknya yang sedang meronta-ronta saat dua anak buah pria paruh baya itu membawanya.

"Kyra benci dengan, Kak Delvin!" teriak gadis itu sebelum dirinya menghilang dari balik pintu besar itu.

"Benci sendiri, kita juga tidak bakal bertemu lagi," monolog pria tampan itu dengan tersenyum miring.

"Nah, kalian ambil uang ini ke bank." Pria tampan itu memberikan cek itu kepada anak buahnya.

"Baik, Bos!" jawab dua anak buahnya dengan serentak, dan mereka berdua berlalu pergi meninggalkan ruangan yang lumayan besar itu.

"Tak sia-sia aku membesarkannya, ternyata dia bisa dijadikan uang," guman pria itu sambil berjalan menaiki tangga satu persatu.

Raefal Delvin Wildan adalah pria tampan yang berusia 25 tahun dan memiliki tubuh tinggi semampai, hidung mancung, bola mata coklat dan seorang bos gangster. Dia amat membenci adiknya dari kecil, karena sebuah alasan yang sudah terjadi beberapa tahun lalu.

Delvin sengaja membesarkan adiknya itu dengan baik, dan suatu hari dia ingin menjual adiknya pada orang yang membutuhkannya. Sekarang keinginan sudah tercapai, dan ia langsung menjual adiknya setelah lulus dari sekolah menengah atas. Tentu saja sudah ada jalannya, sebelum tawar menawar itu terjadi.

•••••

Gadis yang baru saja dijual itu hanya bisa menangis tersedu-sedu di dalam mobil pria paruh baya itu, ketika dirinya diperjualbelikan layaknya sebuah barang. Yang membelinya kalau tampan gak pa-pa, ini sudah akik-akik yang usianya sudah setengah abad lebih. Gadis itu bercita-cita ingin menjadi penulis novel hebat, tapi semuanya hancur lebur karena kakak kandungnya. Dia benar tak habis pikir dengan kakaknya, kenapa tega menjualnya kepada pria paruh baya itu?

"Jangan menangis lagi! Saya tidak suka melihatnya!" bentak pria paruh itu dengan nada dinginnya.

Gadis yang bernama lengkap Kyra Queensha, langsung menghapus air matanya dengan kasar, dan posisi kepala yang masih ditundukkan. Kyra bahkan tak berani menatap ke arah pria paruh baya itu, yang tatapan matanya yang sangat tajam bagaikan sebilah pisau tak terlihat. Suara yang dinginnya membuat bulu kuduk siapa saja berdiri tegap.

Mobil pria paruh baya itu kembali berhenti, salah satu bodyguard lansung membuka pintu mobil belakang dari luar. Kyra dan pria paruh baya itu kembali turun dari mobil van bernuansa hitam selalu itu.

Kyra benar-benar sangat kebingungan ketika mobil itu berhenti di depan toko butik, dan mereka berdua berjalan masuk ke dalam toko butik tersebut. Beberapa wanita cantik langsung menundukkan kepalanya kepada pria paruh baya itu.

"Buat gadis ini secantik mungkin!" pinta pria paruh baya itu kepada wanita cantik.

"Baik, Tuan Antoni," jawabnya.

Kyra pun dibawa oleh wanita cantik-cantik itu ke sebuah ruangan, sedangkan pria paruh baya itu menunggu di atas sofa yang sudah disediakan.

"Ada telpon dari tuan muda, Bos," ucap salah satu bodyguard sambil memberikan benda pipih itu kepada pria paruh baya itu, dan pria paruh baya itu langsung menerima ponsel tersebut.

"Hallo!"

"Masih lama ya, Kek? Semua tamu sudah pada datang nih," ucap seorang pria dari dalam telpon.

"Gadis itu masih berdandan," jawab pria paruh baya itu.

"Baiklah. Aku akan mencoba mengulur waktu," ucap pria itu dari dalam telpon, dan sambungan telpon kembali dimatikan secara sepihak.

Antoni Sanjaya adalah pria yang sudah berusia senja, beliau seorang pembisnis terbesar di kalangannya, dan pemilik perusahaan yang cukup terkenal di asia. Semua orang sudah mengenal siapa sosok Antoni, karena kehebatannya dalam dunia bisnis.

Dia sengaja membeli Kyra dengan harga mahal, karena gadis itu akan dijadikan istri untuk cucu pertamanya. Cucu pertama Antoni baru saja ditinggalkan tunangan, sedangkan udangan sudah tersebar di semua teman bisnisnya. Dia tidak mungkin membatalkan pernikahan tersebut, sedangkan para tamu sudah berdatangan satu persatu ke gedung tempat pernikahan berlangsung.

NEXT ....

Cerita ini udah pernah di Up, tapi dihentikan karena alurnya melenceng. Jadi, author kembali melanjutkannya.

Kisah Gadis Lima Milyar (SUDAH DITERBITKAN)Stories to obsess over. Discover now