We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.

Putusnya Tara

10 1 0
                                        

"Kita putus. Semuanya selesai sekarang, Tar."

"Oke. Makasih buat semuanya ya, Daffin. Dah.. kita selesai sampai disini." Perempuan itu menyunggingkan senyum manisnya sambil melambaikan tangannya. Mempersilahkan laki-laki itu pergi dengan motor hitam kesayangannya bergerak menjauhi rumahnya.

Begitulah hubungan itu selesai. Jalinan yang sebentar lagi akan menginjak satu tahun. Hubungan yang tak pernah ia duga akan bertahan selama itu. Walaupun kata yang ia keluarkan di depan cowo itu terdengar tanpa beban, dan raut yang ikhlas, tetapi sebenarnya itu tak semudah yang dikatakan. Semua ini tetap menyakitinya. Hatinya benar-benar sakit. Ia sampai harus menangis semalaman.

——————

Dan kabar itu pun terdengar di telinga siswa seantero sekolah esoknya. Hanya dalam kurun waktu 2 hari itu berhasil menjadi trending topik di forum gosip sekolahnya. Tara sudah mewajarinya. Daffin, mantannya itu memang salah satu dari jajaran laki-laki tampan yang selalu menjadi buah bibir di Base menfess sekolahnya. Yah, sudah pasti tanggapan orang-orang tentang kabar kandasnya hubungan mereka penuh keterkejutan pada awal mendengar dan menjadi sorak kebahagiaan karna lelaki itu akhirnya menyandang status single kembali.

Tara hanya bisa menghela nafas lelah mendengar setiap pertanyaan teman-temannya. Ia sedikit merutuki pelaku-pelaku yang sudah menyebarkannya. Jujur saja ini benar-benar mengganggunya. Bagaimana setiap siswi mencuri pandang jika ia lewat, teman-temannya dari setiap kelas terus menanyakan kabar putusnya mereka. Mengapa? Kok bisa? Kalian ada masalah apa? Siapa yang mutusin?
Itu sangat mengganggu. Bisakah mereka memberikan ruang untuknya sedikit dan jangan terus menanyakan itu? ia terganggu. Tidak bisakah mereka mengerti jika ia sedang patah hati dan tidak ingin semua orang terus menanyakan masalah itu? tidak tahu kah mereka jika itu membuat Tara menjadi lebih sedih? mereka bahkan tidak menanyakan bagaimana perasaannya dan terus ingin tahu tentang hubungannya. Itu privasi tahu.

———————

"Gue sama dia udah gak sejalan. Gue sadar diri kita emang gak cocok. Dia terlalu keren buat gue. Semakin hari gue bareng sama dia gue ngerasa gue semakin gak cocok di samping dia. Jadi yaudah, gue putus deh." Jawabnya menjelaskan pada temannya entah keberapa kalinya.

"Jadi, lo ngerasa insecure gitu disamping Daffin? terus karna itu aja lo berdua putus?" Tanya Kela, temannya sambil terus menatap Tara yang mengaduk es teh manisnya.

"Tapi tetep aja deh gue kaget banget, Tar. I mean, lo tuh udah sejauh ini sama Daffin. Dari awal kelas 10 suka, akhirnya ngecrushin Daffin lama banget, and finally you already being his girlfriend for this one year, ya.. walaupun Daffin nya rese gitu sih.. tapi ga diduga kan bisa sampe mau setahun gini? terus tiba-tiba putus. Jujur aja gue sama yang lain kaget." Timpal Vanya panjang lebar.

Sekarang Tara sedang duduk menikmati es teh manisnya di bangku kantin bersama teman-temannya dari beberapa kelas. Tara sedikit menyesali punya banyak teman di sekitarnya. Apalagi ia tergabung ke dalam circle famous perempuan di angkatannya. Walaupun ada keuntungannya, tetapi tetap saja merepotkan. Salah satunya ini.

"Ya.. lo udah tau kan Daffin selama ini kaya gimana sama gue? cuek, dingin, gapernah mikirin perasaan gue, selalu ngelakuin sesuatu yang nunjukkin kalo dia mau gue ngejauh, setiap perlakuan dia tuh udah nunjukkin kalo dia sebenernya udah gabetah sama gue, dan gue yang bodoh baru nyadar sekarang. Itu makanya gue bilang gue udah ga sejalan sama dia. Udah, gausah bahas gue sama Daffin lagi please." Teman-temannya yang melihat raut lelah Tara pun mengerti dan kembali menyantap makanannya.

"Tapi dia jadi terang-terangan berubah dingin sama lo itu baru beberapa bulan ini kan, apalagi karna abis deket sama Farah, cewe gatel yang caper mulu sama geng mantan lo itu," Sahut Shila. Semua mata di meja melihat kearahnya. Beberapa melihatnya dengan raut tidak enak. Tara sudah jelas tidak ingin membahas itu, mengapa terus dilanjutkan sih.

"Bener sih.. Daffin nya juga rada brengsek gue pikir-pikir. Udah punya cewe tapi kayanya ga mikirin cewenya sama sekali. Nempel terus sama Farah."

"Terang-terangan lagi nempelnya. Bener-bener ga mikir perasaan Tara sama sekali." Begitulah akhirnya mereka membicarakan Farah, teman Daffin. Sedangkan Tara hanya diam. Ucapan teman-temannya sukses membuatnya kembali menelan kesedihan. Karna ia tahu, Farah memang bukan hanya sekedar teman bagi Daffin. Ia bisa melihat dari mata lelaki itu jika selama ini ia menaruh hati pada perempuan itu.

Tidak lama saat mereka asyik membicarakan Farah dan mantannya, lengan Tara disikut oleh Fani yang duduk di sebelahnya. Tara langsung melihat arah mata teman-temannya. Lelaki yang sedari tadi dibicarakan pun menunjukkan batang hidungnya di pintu depan kantin. Beriringan dengan datangnya Farah. Sukses membuat pandangan teman-temannya memicing dan Tara yang menyudahi acara minumnya di kantin dan beranjak meninggalkan meja.

tbc.

Horoscope Stories to obsess over. Discover now