1

26 2 0
                                        

"Duh, anjir!"

Gadis berbolamata coklat itu berdecak saat tak sengaja tersandung batu besar di depan gerbang sekolah barunya itu.

Ia menghela napas kemudian berdiam diri di depan gerbang sambil mengamati sekolah barunya.

SMA TUNAS PEMUDA BANDUNG

Begitulah tulisan yang terpampang melengkung di gapura gerbang sekolah.

"Sekolah baru, teman baru, guru baru. Emm, doi baru?" Gadis itu terkekeh karna ocehannya sendiri.

Kemudian gadis itu kembali berjalan masuk sambil menganggukkan kepala seraya tersenyum saat berapapasan dengan satpam sekolah.

"Kelas gue dimane ye?" Gumamnya pada diri sendiri. Matanya melirik ke kanan dan ke kiri berharap ada siswa lain yang bisa ia tanyakan.

Matanya berbinar saat melihat ada siswi duduk di kursi koridor, langsung saja kakinya berjalan ke arah siswi tadi.

"Hai." Sapa gadis itu pada siswi yang duduk di kursi.

Siswi tersebut mendongak kemudian mengernyit bingung, "Iya hai, ada apa?" Tanya nya.

Gadis tadi mengulurkan tangannya, "Nama gue Seana, salam kenal." Katanya, sambil tersenyum simpul.

Siswi tadi menyambut uluran tangan Seana, "Salam kenal juga, aku Fahma. Murid baru?" Tanya Fahma sambil mengamati wajah Seana yang terlihat asing, tidak pernah ia lihat kemarin-kemarin.

Seana menganggukkan kepalanya mengiyakan.

Fahma ber-oh-ria.

Seana berdehem, "Gue enggak tau dimana ruang Kepsek. berhubung cuma ada lo, gue mau minta tolong sama lo buat anter gue ke ruang Kepsek, boleh?"

"Boleh"

Seana tersenyum senang, ternyata tidak susah mendapatkan teman di sekolah ini, batinnya.

"Ayo atuh." Ajak Fahma seraya berdiri dan kemudian berjalan beriringan bersama Seana.

"Kayanya kamu teh bukan asli Bandung, ya? " Tanya Fahma sambil melirik Seana.

Seana mengangguk, "Gue asli Jakarta, Tapi gue sempet tinggal di Tangerang," Jawabnya.

Fahma mengangguk mengerti.

"Ini ruang Kepsek. Kamu langsung masuk aja, palingan teh nanti kamu dianter langsung sama Bu Eny." Ucap Fahma ketika mereka berhenti di sebuah pintu besar.

"Makasih banyak ya. Btw lo kelas apa?" Tanya Seana.

"12 MIPA 2"

Seana mengangguk, "Sekali lagi makasih ya... " Ucapnya sambil tersenyum tulus.

Fahma terkekeh, "Santai aja, aku ke kelas dulu. See you!"

Tok tok tok

"Masuk!"

Wanita dewasa berkacamata itu menatap Seana, "Alseana Reynagoera?" Tanya nya memastikan.

"Iya Bu, saya Alseana."

Wanita tersenyum kemudian berdiri yang merangkul Seana, "Ayo, saya anter ke kelas kamu." Ajaknya.

🌼🌼🌼

12 MIPA 2

Mata Seana kembali berbinar saat masuk ke dalam kelas dan bertemu lagi dengan Fahma, begitu juga dengan Fahma yang sibuk melambaikan tangannya.

IndestructibleCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang