Pembuka

15 9 0
                                        

"Nana tau kalau Nana salah Ayah. Tapi please dengerin penjelasan Nana dulu" - Jaemin

"Adik gue itu kuat, kalo ada yg berani nyakitin Nana lawan gue sekarang juga. Akan gue pastikan dia ga selamat dari gue, pilihan nya cuma dua, rumah sakit atau kuburan " - Mark

"Lo terlalu memanjakan dia, nanti dia jadi seenak nya sama kita" - Jeno

"Nana itu adik gue yg paling gue sayang, bahkan kalo ada yg bilang lebih pilih Nana atau jisung gue ttp pilih Nana tapi bukan berarti gue ga sayang sama adek adek gua yang lain" - Renjun

"Lebay banget sih lo jadi cowok, jangan lembek bisa ga? Nyasahin hidup lo" - Haechan

"Kak Nana selalu bilang kalo akan selalu di samping Lele kan? Dan sekarang kak Nana ga boleh pergi dari sini" - Chenle

"Kak Nana kalo ga kuat bilang Icung ya? Nanti kita urus sama² dan kalo kakak ga sanggup kita bisa pergi sama mereka" - Jisung

* * *

"Kak Mark, Ayah ga sayang ya sama Nana?" tanya Nana memulai obrolan saat kedua nya hanya diam.

"Apa sih Na, Ga ada orang tua yang ga sayang sama anak nya" jawab Mark yang masih fokus pada komik nya.

"Ada kak, Ayah bukti nya" Batin Jaemin.

* * *

"Renjun, kamu sayang kan sama aku?"

"Tentu"

"Jadi kalo aku udah pergi, kamu jangan sedih ya" ucap Jaemin mulai ngelantur.

"Kamu ngomong apa sih Na? Jangan aneh-aneh deh, emang kamu mau kemana?"

"Pergi jauh"

* * *

"Jeno kamu ada waktu ga? Nana mau ngomong sesuatu" Jaemin menghampiri Jeno yang terlihat sibuk dengan ponsel nya.

"Gue sibuk" Jaemin hanya tersenyum dan menganggukkan kepala nya lalu pergi.

* * *

"Echan" panggil Jaemin.

"Apa lagi sih Na? Bisa ga sehari aja lo jangan ganggu gue?" sarkas Haechan.

"Maaf"

* * *

"Lele nanti kalo kak Nana pergi, kamu jangan sedih ya?"

"Emang kak Nana mau kemana? Lele ikut"

"Kak Nana ga kemana-mana kok" lagi dan lagi Jaemin hanya tersenyum.

* * *

"Kak Nana sakit ya? Maafin Jisung ya kak, ga bisa lindungi kak Nana" ucap Jisung menyesal.

"Ini ga salah kamu kok ji, ini udah takdir nya kak Nana"

* * *

Na jaemin, laki-laki dengan sejuta senyum di wajah nya. Namun banyak yang menganggap nya remeh, padahal siapa tau, senyuman itu hanya menutupi luka yang selama ini ia pendam.

Sang Ayah yang membenci nya, karena kecelakaan beberapa tahun yang lalu. Dan sang kakak yang selalu sibuk dengan skripsi nya.

Renjun selalu menyemangati nya, tapi kehidupan Renjun juga tidak semua nya tentang Jaemin. Renjun punya kekasih yang waktu nya juga harus di bagi untuk sang kekasih, Jaemin tau itu.

Jeno sang kembaran yang selalu menyalahkan nya tentang kecelakaan tahun lalu, semenjak kejadian itu Jeno jadi membenci Jaemin.

Haechan sebenarnya baik, tetapi kehilangan orang yang kalian sayang pasti kalian akan merasa sedih. Itu yang Haechan rasakan dan terus menerus menyalahkan si adik.

Chenle dan Jisung selalu mendukung Jaemin, namun ketika sang Ayah bertindak mereka hanya diam dan takut untuk membela sang kakak. Walaupun itu bukan kesalahan Jaemin.

Mungkin kalian yang membaca ini akan menyebut jika Jaemin lemah, tidak mau melawan dan bertindak hanya diam saja jika di caci maki.

Semua itu sudah Jaemin rasakan dari kecil hingga beranjak dewasa, banyak yang menyebut nya lemah karna hanya bergantung pada saudara-saudara nya.

Jaemin ingin melawan tetapi ia tidak bisa, karna bunda nya pernah bilang. "Jika ada yang mengatai-ngatai mu, menyakitimu, dan berbuat jahat pada mu. Jangan dibalas dengan kejahatan, tidak semua kejahatan dibalas dengan kejahatan. Balas lah dengan senyuman, biar Tuhan yang membalas semua nya."

Dan selamat datang untuk kalian di kehidupan Na Jaemin yang penuh dengan teka-teki.

Maaf - Na Jaemin (Hiatus)Stories to obsess over. Discover now