☃️ Hai ketemu lagi dicerita baru akuuu!
Buat yang belum tau, aku Fida. Salam kenal semuanya👋👋👋
Sebelum lanjut, dianjurkan untuk para pembaca follow akun ini terlebih dahulu.
Boleh dong mampir ke akun dulu, baca ceritaku yang lain ehehehe 😻
Jangan lupa untuk vote dan komen sebanyak-banyaknya !!!!
Jika ada kesamaan tokoh, alur ataupun tempatnya itu murni ketidaksengajaan. Semua yang ada disini hasil pemikiran author sendiri alias aku sendiri ❛ ᴗ ❛
Harap maklum kalau ada salah kata, kalimat ataupun lainnya. Karna aku juga masih belum begitu paham dan masih pemula.
Happy reading bestie 💘
***
Segerombolan gadis berseragam putih biru duduk didepan kelas mereka dengan santai. Waktu yang paling disukai siswa, jam istirahat. Berbincang-bincang layaknya anak muda.
Membicarakan hal apa saja yang sedang tren pada masa kini. Seperti berita penyanyi yang baru saja meliris lagunya menjadi perbincangkan asik para gadis berjilbab putih ini.
"Anjirlah kemaren gue dengerin ampe nangis" Mendramatisir dengan mengelap ingus dihidungnya. Yang padahal tak ada.
Gadis disampingnya menimpali, "Emang manteb dah lagu dari ****" Sambil memberikan jempol.
"Tapi dia tuh kenapa ya enggak ngadain event apa gitu, seenggaknya ngadain acara apa gitu sama fans nya. Meet and Greet gitu kek, kalau ada gue pasti daftar yang paling awal !"
"Sok sok-an mau ikut acara begituan, lo bayar kas dulu gih sama Mayang. Pusing gue denger dia nagihin kas mulu, mana suaranya cempreng lagi"
Gadis bermulut pedas yang bernama Lili berkata panjang.
Gadis yang disindir tak menghiraukan ucapan temannya itu. Memilih berpindah kegiatan dengan menguyah kripik pedas yang sangat dia sukai.
Dan juga sibuk melirik dan memandangi lelaki yang sedari tadi duduk diteras mushola sekolah. Memang ada untungnya juga kelas depan musholla, bisa sambil cuci mata.
Istighfar neng!
"Kak Raja tuh udah ganteng, pinter, sholeh lagi. Pusing Felisa mikirinnya" Menatap Raja dan temannya yang terlihat mulai berjalan menuju tempat wudhu para lelaki.
"Ck milih kok yang itu, belum pasti dapet juga. Mending lo milih yang bawa peci putih tuh!" Lili menimpali perkataan Felisa.
Sambil menunjuk lelaki berkacamata yang berdiri berdiam saja, seperti menunggu giliran berwudhu.
"Ogah, Kak Dewa itu ga seru. Diem doang kalau ditanyain, udah nyerah duluan gue kalau ngobrol sama die"
Dulu pernah Felisa mengajak berbicara dengan lelaki itu, tapi sama sekali tak ditanggapi.
Felisa curiga apakah Dewa ternyata penyuka sesama jenis? Karna katanya dia anti gabung dengan kelompok lelaki, tapi bukan berarti dia gabung dengan kelompok perempuan. Bukan begitu.
Hanya saja Dewa selalu terlihat sendirian yang ditemani dengan buku dipengangannya. Bergabung dengan teman lelaki kelasnya saja saat pergi sholat atau beribadah.
"Udahlah Felisa jelek, ga usah mikir nyari cowo mulu. Mending kamu bantuin aku mikir tugas kelompok tadi" Menegahi pembicaraan unfaedah Lili dan Felisa.
"Hah? tugas kelompok yang mane? Perasaan Bu Nur engga kasih tugas apa-apa" Felisa berkata bingung.
"Nih bocah lupa mulu ya! Kasih tau sa tugas apaan" Padahal Lili juga sama tidak tau tugas apa yang diberikan Bu Nur.
Memutar bola matanya malas, "Tugas kelompok bikin kerajinan dari pelepah pohon pisang"
Gadis berjilbab besar yang bernama Raisa menjelaskan pada temennya.
Resiko punya temen yang lolot ya gini, lupa mulu.
"Cill, gampang itu mah" Menyentil angin dengan muka sombong.
"Besok jangan lupa kerumahku ngerjain itu ya!" Ingat Raisa pada Felisha dan Lili.
***
Hal yang disukai siswa selain jam istirahat, yaitu pulang sekolah.
"Gue duluan ya..."
"Iya sa hati-hati ya!"
Falisa mengangkat jempol memberikan pada Raisa dan Lili.
Mengayuh sepedanya pelan, menikmati pemandangan sawah yang dilewatinya. Sendirian pulang mungkin tak terlalu berat, biasanya Aya yang menemaninya pulang sekolah.
Bersepeda bersama untuk pulang sekolah dan berangkat sekolah. Sayang hari ini Aya tak masuk karna ada acara keluarga.
Di pertengahan jalan, Felisa tak sengaja melihat Raja.
Sedang membonceng wanita yang terlihat sudah sedikit menua diwajah yang dimiliki, menuju arah yang berlawanan dengannya.
"Ck ck ck gimana adek enggak meleyot kalau kayak gini, ibunya cantik banget lagi"
Melihat lelaki yang dekat dengan ibunya sendiri adalah hal yang paling meng wah-wah kan. Ya kan?
Pertemuan singkat antara Felisa dan mas gebetan secara lebih dekat. Tak menyangka mas gebetan lebih tampan dari yang ia kira.
"Berarti Kak Raja rumahnya sekitar sini... hm? kayaknya nih jalan bakal gue lewatin tiap hari"
Bermonolog sepanjang jalan, menerka-nerka segala kemungkinan pada diri mas gebetan.
***
Yaiii udah selesai 1 chapter, maaf kalau feel-nya engga sampee 😭
Semoga suka sama cerita baru ini!!
Lanjut ?
Atau ....
Stop sampai sini dulu ?
Ga mungkin sih kalau tak stop sampai sini. Tenang, cerita ini ga sampe 50 part kok. Bakal cepet selesai.
Jadi tungguin ya...
Aku butuh semangat dari kalian buat nglanjutin cerita ini😖
See you in the next chapter
16 Juli 22
