Dimulai dengan melodi tak berpadu lalu kemudian diselaraskan menjadi satu.
Dihentakkan dalam harmoni lagu berubah menjadi nada tak bergantung.
Lalu, jika nada tersebut menghilang satu apakah nada yang lain akan runtuh?
♫︎ ♫︎ ♫︎ ♫︎ ♫︎
Tik tok tik tok ...
Denting jam menguasai waktu, menyisakan ruang hampa diujung peristiwa.
1 menit, 2 menit, 5 menit, hingga hitungan menit ke sepuluh semua sama saja. Dering telepon yang di tunggu tak kunjung berbunyi hingga pada akhirnya memilih untuk ditinggalkan.
Kini Reo mengguyur basah tubuhnya dibawah rintik air hujan. Menyisakan tanda tanya yang mendalam mengapa payung yang ada di genggaman tangan tak ia gunakan.
Mari coba menebak apakah ini ada kaitannya dengan seorang gadis didepan cafe sana yang menjadi alasannya kehujanan atau karena keinginannya menikmati hujan.
♫︎ ♫︎ ♫︎ ♫︎ ♫︎
Minggu ini hujan mengguyur kota dari pagi hingga siang menyebabkan suasana dunia murung bak dilanda virus kegalauan. Namun berbeda dengan Albert yang memilih untuk menikmati hujan dengan rebahan dan ngegame seharian.
Ada satu lagi seonggok daging yang menemaninya menjadi pemalas harian, siapa lagi jika bukan Reo. Albert dan Reo adalah teman lama yang sudah mengikuti tes uji coba pertemanan dan hasilnya diluar dugaan.
“Bro, lo ga bosen ngegame mulu seharian? Gue bosen nih, ngapain kek.” Ucap Reo sembari melakukan sikap lilin di dinding.
“Kadang bosen, cuma kalau lagi menang suka bikin ketagihan main.” Tatapannya tetap berpadu pada hp yang dia pegang.
“Ye! anak gamers.” Dengan kesal Reo melempar bantal dan berjalan ke dapur. “Mau makan apa pren? Gue mood masak nih.”
“Bisa masak lo? Ntar malah gosong.” Reo yang di dapur hanya bisa diam setelah membuka isi kulkas. “OIT AL, GADA YANG BISA DIBUAT GOSONG NIH ORANG KULKAS AE DAH KOSONG MELOMPONG GINI.”
“Ga usah teriak gue denger.”
“E SETAN! Bikin kaget anjir. Ngapain lo di pintu dapur kek demit padahal tadi like a prince di kerajaan bantal.”
Albert hanya menggedikkan bahu acuh dan berjalan melewati Reo. Melihat isi kulkas yang ternyata memang kosong melompong Albert menatap Reo dengan senyum mencurigakan.
Seakan tau sesuatu yang tidak baik akan terjadi, Reo menelan ludah dan mundur secara teratur mencapai pintu dapur. “Kayanya gue kebelet boker bro, itu masalah kulkas lupain aja dah.”
“Re-”
Belum sempat bicara, omongannya sudah di potong dengan Reo yang spontan kerasukan jiwa rapper. “Oke gue paham maksud lo apa tapi gue gamau keluar hujan-hujan gini dan gue cancel mood gue yang mau masak tadi dengan niat boker yang lama di kamar mandi sebagai gantinya nanti deliv aja kalo lo lapar oke.” Dan akhirnya Reo kabur.
YOU ARE READING
Raga Bermelodi
Teen Fiction"Terbelit kata frasa sederhana yang indah namun mengikat. Mencoba melepas namun tertahan aksara tanpa tanda. Terjebak diantara bisu dan tuli, buta akan kebebasan dan terbuang rasa kesepian. Temukan aku dalam tumpukan lara maka kau akan bertemu duka...
