Pertemanan

46 10 4
                                        

" Ria,"

Teriak seorang gadis dengan rambut sebahu dengan kaca mata bulat yang bertengger manis dihidungnya. Dia,Mawaddah Aulia Kinanti,teman sekaligus sahabat bagi Ria. Mereka berteman sejak duduk di bangku menengah pertama. Hingga dipersatukan kembali di bangku sma. Seolah semesta tidak membiarkan keduanya berjauhan.

"Kenapa?" sebelum menjawab Aulia mengambil napas sebanyak-banyak nya. Berlari dari gedung pertama hingga gedung ketiga ternyata tidak main efek nya. Cukup melelahkan untuk ukuran fisiknya yang kurang kuat.

" Kenapa sih Lo, kayak dikejer setan aja ?"

" Gini loh Ria, Gue kan tadi habis dari gedung tiga..." belum sempat menyelesaikan cerita nya,perkataan Aulia dipotong oleh suara cempreng Liana.

"Ngapain ke gedung tiga?hayo... Lo pasti habis ngintipin anak cowok yang di laboratorium?"

Liana Putri adalah teman sekelas Ria sejak duduk dikelas 1 SMA. Walaupun belum lama kenal Ria cukup dekat dengan Liana. Liana itu punya sifat kekanak-kanakan dan penakut,suara nya yang cempreng dan khas anak kecil sangat Ria senangi ketika Liana berbicara.

Mungkin itulah alasan kenapa banyak sekali murid laki-laki yang jatuh pada pesonanya.

Tapi Liana adalah tipe orang yang sulit menerima orang baru, tapi pengecualian untuk kekasihnya.

" Gue habis ngambilin pak Buhar absen,nah tau nggak pas gue masih di lab,masyaallah cowok nya ganteng-ganteng,damage nya nggak ngotak." Pipi Aulia memerah menceritakan kejadian yang baru saja dialaminya.

Melihat bagaimana hebohnya Aulia bercerita mengingatkan Ria pada Icha dan teman-teman nya yang lain.

Semua teman-teman nya tidak ada yang dingin,semuanya humble. Tidak ada yang namanya menyimpan rahasia atau berbohong soal sekecil apapun itu. Jika ada, Ria tidak berjanji untuk tidak marah dan kecewa.

" Jangan terlalu jelalatan Lia,nanti minus Lo tambah banyak."

Mendengar hal itu Aulia mengerucutkan bibir nya kesal. Apa salah nya melihat cowok-cowok laboratorium,cowok-cowok disana terkenal tampan dan keren,belum lagi kebanyakan anak-anak pengusaha. Nggak papakan sekalian cuci mata.

Diantara teman-teman yang lain,Aulia yang paling pendiam. Tapi sekalinya bicara tak pernah mau diam.

" Udah-udah,nggak usah gitu,liat ya liat aja jangan terlalu ngurusin hidup orang lain. Tapi,jangan kelewatan kagum boleh,tapi jangan sampe naruh hati sakit soalnya kalo nggak kesampean."

Semua mengangguk mendengar penuturan Ria. Seperti itulah mereka,saling mengingatkan tentang banyak hal. Merangkul ketika ada masalah dan memyemangati ketika terjatuh.

Baik Ria,Aulia,Liana ataupun,Icha,dan teman-teman Ria yang lain sama-sama punya kehidupan sederhana,dan dengan kesederhanaan itulah mereka saling merangkul dan melengkapi satu sama lain.

Dari kesederhanaan itulah mereka dipertemukan dengan laki-laki yang memberikan mereka banyak kebahagiaan dan juga luka secara bersamaan.

Mampukah mereka menjaga perteman itu hingga mereka menua nanti??

JANGAN LUPA VOTE AND COMENT YA GUYSSSSS.....

MAAF KALO CERITANYA TIDAK MEMARIK.

Behind The StarlightWhere stories live. Discover now