BAB 1 (JANJI)

70 1 0
                                        

Suasana tenang, hanya ada suara rintik hujan di luar ruangan. Udara dingin menyusup kulit.

Maya membuka matanya, ia melihat wajah seseorang yang amat di cintainya. Hidung mancung, bulu mata yang lentik, rahang tegas. Sungguh sempurna batin Maya.

Maya mengusap pelan pipi pria di depannya. Membuat pria tersebut sedikit terusik tidurnya. Tangan pria itu menggengam tangan Maya, lalu mengecupnya.

Maya yang diperlakukan seperti itu tersenyum. Mata indah pria itupun terbuka, dan sembari tersenyum menatap Maya penuh kehangatan.

"Ayo bangun sebentar lagi aku harus pulang." Ucap Maya.

"Sebentar aku masih merindukanmu." Ucap Pria tersebut sambil membawa Maya kepelukannya.

"Sayang, setiap hari kita bertemu, masih ada hari esok. Ayo lepaskan aku." Ucap Maya sambil mengusap pelan punggung pria itu.

"Satu kali lagi. Setelah itu ku antar kamu pulang." Ucapnya dengan mata memohon.

"Gila kamu, hampir rontok seluruh tulangku tapi kamu masih belum puas?" Tanya Maya sambil menjauhkan diri mereka.

"Hanya satu kali janji, setelah itu kita pergi." Ucapnya sambil kembali memeluk Maya dan mencium leher maya.

Kegiatan yang sempat terjeda pun kembali terulang. Hanya desahan demi desahan yang keluar dari bibir pasangan tersebut.

Waktu menunjukan pukul 17.00. Maya sedang merapikan pakaian yang berserakan di lantai. Setiap gerak geriknya di perhatikan oleh Yugo.

Yah Yugo adalah orang yang sangat di cintai oleh Maya, begitu pula sebaliknya. Mereka sudah mengenal sejak kecil. Namun baru menjalin hubungan setahun belakangan ini. Karna Yugo masuk di universitas yang sama dengan Univ Maya, hanya berbeda 1 tingkat.

"Kamu tau sayang, kamu sangat indah." Bisik Yugo di ceruk leher Maya.

"Yah aku tau itu, makanya kamu memilihku." Ucap Maya sedikit percaya diri.

"Aku mencintaimu. Sangat mencintaimu." Ucap Yugo menatap dalam ke arah mata Maya.

"Yah aku juga mencintaimu, berjanjilah bersama ku seterusnya." Ucap Maya lalu mencium bibir Yugo dengan lembut, Yugo pun membalas ciuman Maya lalu mengecup bibir dahi dan pipi maya bergantian.

"Yah aku berjanji ibu negara" Jawab Yugo lalu memakai pakaian nya. Sebelum akhirnya mereka meninggalkan apartemen  Yugo.

#Flashback

"Di mana sih tu dosen ngilang mulu" dumel Maya sambil menatap ke kanan dan ke kiri guna mencari dosen pembimbingnya yang mungkin saja masih di lorong kampus.

Manik mata Maya menangkap dosen pembimbingnya ada di depan, langsung saja Maya berlari agar tidak kehilangan jejak lagi. Karna jarak mereka cukup jauh. Tanpa di duga dari lorong sebelah kiri ada seseorang yang muncul. Maya yang tidak tau dan terlalu cepat lari pun menabrak orang tersebut.

"Aduhh.. Anjir sakit, mana tu dosen. Ah ngilang lagi kan." Gerutu Maya sambil celingukan ke segala arah.

"Sory lo jatuh karna gue. Boleh gue bantu?" Suara cowok yang di tabrak oleh Maya. Membuat Maya fokus kembali menatap orang di depannya itu.

Maya menerima uluran tangan cowok tersebut dan Maya merasa cowok di depannya sangat familiar.

"Lo? Lo Yugo dari SD Kasih Bunda kan?" Tanya Maya dengan excited. Bahkan Maya lupa bahwa tugas akhir yang seharusnya ia setorkan hari ini masih berantakan di lantai.

"Iya.. dan eloo?? Lo maya kan kakak kelas gue dulu?? Jawab cowok bernama Yugo.

"Iyaa, gila sih lama yah kita ga ketemu. Lo baru pindah di sini? Atau kita baru ketemu aja?" Tanya Maya sambil menata lembaran tugasnya.

"Iya gue baru pindah. Bokap di tugasin di kota ini lagi. Yah gue ngikut padahal nanggung tinggal 2 semester." Jelas Yugo.

"Oh gitu, yaudah yah nextime kita ngopi bareng. Gue harus ketemu dosen dulu. Bye." Pamit Maya pada Yugo.

Yugo yang melihat kepergian Maya pun tersenyum. 'Manis' batinnya lalu melanjutkan perjalanannya menuju kantor dekan.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Dec 23, 2021 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

FATAMORGANAStories to obsess over. Discover now