Abel Saveri adalah kaisar yang mendapat kutukan mengerikan. Ia akan mati mengenaskan jika tidak membunuh dua orang dalam sehari. Awalnya para menteri tidak percaya, tetapi ketika Abel hanya membunuh satu orang saja pria itu langsung sekarat. Karena hal tersebut, para meteri tiap harinya membawa dua kriminal untuk dihukum mati oleh kaisar.
Dan sekarang seorang menteri menyerahkan Ilona Ballencia, anak dari bangsawan yang didakwa melakukan korupsi diam-diam.
"T-Tolong jangan bunuh saya Yang Mulia! Saya tidak pernah melakukan korupsi itu, saya difitnah."
Abel tak menghiraukan ucapan Ilona dan langsung memenggal kepala gadis itu. "Bawa mayatnya dan gantung di balai kota sebagai bentuk peringatan," titahnya kemudian meninggalkan ruangan eksekusi.
Meski terlihat tenang, sebenarnya hati Abel selalu berkecamuk resah. Tidak ada yang tahu tentang kutukannya selain para menteri dan orang terdekat. Karena itu, para rakyat menganggapnya sebagai kaisar kejam dengan hobi membunuh setiap harinya.
"Bagaimana cara agar kutukan ini hilang?"
***
Leony tertawa geli ketika membaca cerita yang ditulisnya di Wattpad lima tahun lalu. Itu adalah hasil imajinasi remaja SMP. Ketika masuk SMA, ia sudah tidak lagi melanjutkan cerita tersebut. Alasannya tentu saja karena malas dan tidak punya inspirasi untuk melanjutkan.
"Eh, ada yang komen? Padahal viewers ceritaku sedikit."
Sebuah komentar masuk ke cerita Leony dan itu cukup mengejutkan. Tadinya ia senang karena mungkin yang mengirim komentar adalah penggemarnya, tetapi saat membaca komentar tersebut tiba-tiba saja gadis itu dipenuhi rasa kesal.
'Author laknat. Kok ceritanya gantung gini? Semoga lo kena azab masuk ke ceritanya biar dapat inspirasi.'
"Apaan sih?" Leony tertawa sambil diliputi rasa kesal, "emangnya bisa masuk ke cerita? Kayak komik aja."
Leony terus tertawa sampai merasa jika tubuhnya lemas. Ia melirik kopi yang baru saja diminumnya. Sial. Itu adalah kopi beracun yang ingin diberikan pada ibu tirinya. Kenapa dia malah meminum kopi beracun tersebut?!
"Bye-bye anak pungut! Lo pikir gue enggak tahu kalau lo masukkin racun ke kopinya?"
Sebelum benar-benar mati, Leony melihat ibu tirinya muncul dari pintu kamar dan tersenyum lebar. Kini ia tahu jika gelas kopi di kamarnya telah ditukar dengan gelas yang berisi racun.
***
"Bangun!"
Leony merasa sakit yang teramat di kepalanya. Suara berisik langsung masuk ke telinga begitu ia membuka mata. Gadis itu masih belum sadar total dan berpikir dirinya tidak jadi mati karena keracunan. Tetapi, setelah benar-benar sadar ia melihat ada benda dingin yang menyentuh lehernya. Astaga. Benda ini adalah pedang!
"Apa ada ucapan terakhir Nona Ilona Ballencia?"
Apa?
Siapa itu Ilona Ballencia?
"Sepertinya tidak ada yang ingin disampaikan. Aku akan langsung membunuhmu kalau begitu."
Pedang itu sudah menggores lehernya. Namun, Leony masih dilanda kebingungan sampai kemudian ia teringat sesuatu! Ilona Ballencia adalah nama tokoh figuran dalam cerita wattpad-nya yang akan mati di prolog. Ia tertawa pelan karena menganggap ini khayalan semata. Mana mungkin seseorang bisa masuk ke dalam cerita.
Tapi, tunggu!
Kenapa goresan pedang di lehernya terasa sangat nyata? Leony merasa perih dan sakit seperti saat di dunia asli.
"Aku akan membunuhmu sekarang."
Leony melihat pedang yang diangkat ke atas dan akan segera menebas lehernya, tetapi pedang itu berhenti di udara ketika ia berteriak.
"Tunggu, Yang Mulia!"
Jantungnya berdetak kencang. Jika memang Leony masuk ke dalam cerita, berarti saat ini ia ada di hadapan Abel Saveri, pemeran utama pria dengan kutukan mengerikan.
"Apa ada yang ingin disampaikan Nona Ilona?"
Suara Abel memang pelan, tapi itu mampu menyebar kengerian. Leony menatap mata pria itu yang tampak hampa dan tidak ada keraguan. Sial. Jika salah bicara maka dirinya sungguh akan mati.
"Apa kau mau diam saja? Kalau begitu aku akan membunuh---"
"Saya tahu cara melepas kutukan Yang Mulia!"
Leony bisa merasakan bukan Abel saja yang terkejut, tapi semua orang di ruang eksekusi ini juga. Tentu saja mereka begitu. Sebab bangsawan sekalipun tak ada yang tahu masalah kutukan sang kaisar.
"Apa maksudmu?" Abel bertanya setelah mengendalikan ekspresi terkejutnya.
Leony menelan ludah lalu menjawab, "Saya tahu kutukan itu akan membuat Anda mati jika tidak membunuh orang."
Raut wajah Abel berubah menyeramkan. Ia kembali mengarahkan ujung pedangnya pada Leony. "Apa kau mata-mata dari kekaisaran tetangga?"
"Bukan!" balas Leony cepat, "Saya tahu tentang kutukan Anda dari Dewa."
'Hoax banget!' Leony berteriak menangis dalam hati karena kebohongan menggelikan itu.
"Jika kau berbohong aku akan langsung membunuhmu."
Akhirnya Leony bisa bernapas lega karena Abel menyimpan kembali pedangnya. "Saya tidak berbohong Yang Mulia. Dewa juga memberi tahu kalau kutukan itu muncul ketika Anda berusia 10 tahun."
Leony menjerit dalam hati. Menyesal telah membuat cerita tentang Abel di Wattpad. Apa yang dipikirkannya hingga membuat tokoh utama dikutuk pada usia 10 tahun? Itu berarti Abel telah membunuh orang saat masih bocah!
"Haruskah aku mempercayaimu?" tanya Abel menunjukkan keraguannya.
"Tentu, Yang Mulia. Anda bisa mempercayai saya."
Abel tampak berpikir. Leony yakin pria itu akan berusaha percaya padanya, sebab di alur cerita aslinya sang kaisar sangat ingin melepas kutukan.
"Bagaimana cara melepas kutukan ini?" Sekali lagi Abel melontarkan pertanyaan dengan nada tak yakin.
"Kaisar, ayo menikah!"
Tepat setelah mengatakan itu banyak pedang yang diarahkan pada leher Leony. Ini adalah perbuatan para menteri. Mereka memasang wajah marah sambil berseru, "Lancang sekali kau pada Yang Mulia Kaisar!"
Untung saja Abel memberi isyarat agar para meteri menurunkan pedang mereka. "Apa kau bisa memegang ucapanmu?" tanyanya menatap Leony tajam.
"Anda boleh membunuh saya jika ternyata kutukannya tidak hilang." Leony menjawab dengan mantap.
"Bagaimana jika aku mati duluan karena percaya padamu?"
"Anda bisa mencoba dengan membunuh satu orang saja dalam sehari. Jika kutukannya masih ada, Anda akan sekarat bukan? Berbeda kalau kutukan tersebut hilang. Anda tidak akan sekarat atau mengalami sakit apa pun."
Abel menatap Leony dalam kemudian berkata, "Baiklah mari kita menikah, Nona Ilona. Tapi setiap harinya kau akan ditindas oleh penghuni istana."
Setelah berkata seperti itu, Abel dan para meteri meninggalkan Leony seorang diri di ruang eksekusi. Ia terjatuh lemas karena menahan rasa takut begitu lama. Napasnya tak beraturan sedangkan jantungnya masih berdetak kencang. Tetapi meski begitu ia bisa merasa tenang karena sudah selamat dari kematian.
Di alur cerita aslinya, Leony membuat tokoh utama perempuan bernama Aileen Garcia. Dialah yang seharusnya menghilangkan kutukan Abel, tapi persetan dengan alur aslinya! Ia tidak ingin mati. Bagaimanapun caranya ia harus tetap hidup dan tidak dibunuh oleh Abel.
Rencana bertahan hidup Leony pun dimulai dari sekarang.
…
Halo guys, aku publish ulang cerita ini setelah hiatus karena mental health, wkwk. Setuju ga kalau kita bikin grup WhatsApp biar kalian bisa komunikasi sama akuuu? XD
YOU ARE READING
Kaisar, Ayo Menikah! [TAMAT]
FantasyLeony mati karena keracunan dan hidup kembali di cerita Wattpad yang ditulisnya lima tahun lalu. Parahnya di novel itu ia menjadi Ilona Ballencia, tokoh figuran yang akan dibunuh di chapter pertama. Pembunuhnya adalah Abel Saveri, pemeran utama yang...
![Kaisar, Ayo Menikah! [TAMAT]](https://img.wattpad.com/cover/294017402-64-k92252.jpg)