Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.

Introduction

3 0 0
                                        

"Sie acara gimana? Rundown selesai?" tanya Tio si ketua panitia.

Saat ini Rafa sedang ada di Cafe Corner bersama teman panitianya yang lain. Mereka mengadakan rapat keduanya untuk membahas progress kerja masing - masing divisi.

Rafa mengangguk, "selesai kak" jawabnya. Laki - laki itu kemudian menunjukkan layar layar laptopnya, dan mulai mempresentasikan rundown acara yang dibuatnya.

"Acara akan kita mulai dari jam 9 pagi sampai jam 3 sore, setelah itu akan dilanjutkan besoknya dari jam 10 pagi sampai 10 malam"

Saat Rafa mulai menjelaskan rundown yang ia buat, Yuna yang adalah sekretaris langsung membuka laptopnya dan segera mencatat secara ringkas.

"Hari pertama jam 9 pagi, akan ada pembukaan sampai jam 10. Kemudian dilanjutkan sambutan ketua panitia dan juga dekan fakultas sampai jam 10.30. Sisa waktu akan digunakan untuk berbagai macam pertandingan dan juga waktu istirahat. Penutupan untuk hari pertama akan dilaksanakan jam 2 sampai jam 3 sore.

"Hari kedua, jam 10 sampai jam 12 merupakan open gate dan untuk keamanan diharapkan bersiap ditempat. Jam 1 siang akan ada pertunjukkan theater sampai jam 3 yang langsung dilanjutkan oleh Band Reona. Bintang tamu akan mulai tampil di jam 4 sore dan melakukan pertunjukkan untuk penutupan di jam 9.30 malam"

Rundown yang dibuat Rafa belum detail karena acara mereka juga belum fiks dan rapat pun baru diadakan satu kali. Tio mengerti ini, dan melanjutkannya dengan presentasi dari divisi lainnya.

Rafa menutup laptopnya karena bagiannya sudah selesai. Dia menghembuskan nafasnya lega, menjadi ketua divisi acara memang tidak mudah, namun dia terus menyetujui tawaran yang diberikan padanya dan melakukannya dengan baik.

"Keren!" bisik Nial yang duduk disampingnya. Anggota divisi PDD itu hadir karena ketuanya sedang berhalangan, jadi dia hadir sebagai perwakilan.

Sebenarnya rapat kedua ini cukup tertutup, Tio hanya mengundang BPH dan para ketua divisi. Dia ingin tau progress setiap divisi dan memberi masukkan pada mereka kemudian mengakhiri rapat dengan cepat.

"Lo mending mikir gimana cara lo bawa flashdisk lo kesini, abis lo sama Kak Tio kalo engga bisa presentasi" ucap Rafa mengingatkannya.

Masalahnya temannya yang satu ini lupa membawa bahan presentasinya padahal sudah mendapat amanah dari sang ketua PDD. Rafa heran kenapa Nial masih bisa sesantai itu...

Nial kemudian nyengir tak bersalah, "tenang aja, nanti juga dateng" jawabnya membuat Rafa sedikit bingung.

Tak lama kemudian ada sebuah ketukan di pintu ruang rapat mereka, dan muncullah seorang gadis dengan wajah datar.

"Permisi" ucapnya sopan.

Tio menatap Ara bingung, "kenapa? katanya nggak mau jadi panitia, kok kesini?" tanyanya

Ara memutar bola matanya malas, kakak tingkatnya yang itu masih saja sensi kalau melihatnya. Padahal dia hanya menolak ajakannya sekali untuk jadi panitia ini. Ara sudah cukup lelah, lebih baik dia tidur di waktu kosongnya.

"Sensi banget sih kak, ini anak buah lo kelupaan materinya. Saran gue sih langsung sambit aja" ucapnya sambil meletakkan sebuah flashdisk di hadapan Nial.

Tio menatap Nial tidak suka, sedangkan laki laki itu berusaha tidak menatap ketuanya.

"Makasih ya" ucap Nial pada Ara, membuatnya berdecak.

Coba saja perempuan itu tidak menanyakan flashdisk itu pada Nial dan tetap meninggalkannya di kelas, pasti dia tidak akan kesini untuk mengantarkannya.

"Gue pergi dulu, semangat kalian rapatnya" pamit Ara, keluar dari cafe.

"Lo nyuruh Ara nganterin?" tanya Rafa

Nial mengangguk, "ternyata ketinggalan di kelas, terus kebetulan dibawa Ara. Yaudah sekalian aja gue suruh anter kesini"

"Ekhem" Tio berdeham, membuat Nial berhenti berbicara seketika. "Gue nggak mau kejadian kaya gini keulang lagi, siapin materi kalian sebelum rapat. Gue gamau rapat lama karena kalian nggak siap" ketusnya.

"Siap kak, maaf" lirih Nial

Rafa yang disampingnya pun hanya bisa menghela nafasnya. Sudah tau Tio adalah sosok yang tegas, tapi temannya masih saja teledor. Apalagi dia disini datang sebagai perwakilan, kalau ini rapat besar dia pasti kena marah habis - habisan.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Dec 07, 2021 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

BETStories to obsess over. Discover now