Happy Reading 😘
🍁🍁🍁
Di Kediaman Tuan Pratama Wijaya
"Nak. Usiamu sudah bukan remaja lagi. Kamu sudah sangat dewasa. Sudah seharusnya kamu menikah. Lihat, adik-adikmu, mereka sudah menikah dan punya anak. Mama dan papa khawatir, kamu tidak akan mendapatkan jodoh. Kamu terlalu sibuk dengan urusan pekerjaan. Ingat nak, menikah itu juga ibadah!" Ucap Pratama dengan nada emosi.
Satria hanya diam membisu. Dia tidak tahu harus menjawab apa. Semua ucapan yang dilontarkan sang papa, memang benar. Satria sangat gila kerja, hingga tidak ada waktu untuk mencari jodoh ataupun berkenalan dengan seorang wanita yang dia suka.
"Maaf, pa. Aku memang salah. Jika papa ingin aku cepat menikah, papa saja yang mencarikan jodoh buatku."
Pratama terkejut dengan ucapan Satria. Dia tidak menyangka anaknya minta dicarikan jodoh dengannya. Padahal, beberapa tahun lalu, dia berkali-kali menjodohkan Satria dengan anak temannya ataupun anak dari rekanan kerjanya. Tapi Satria selalu menolaknya. Hingga Pratama dan istrinya sangat kecewa.
Pratama menoleh ke istrinya, Shandra.
"Ma. Setelah bertahun-tahun kita susah payah mencarikan istri buat Satria, sekarang dia malah minta dicarikan. Bagaimana menurutmu, ma?"
Shandra menatap tajam Satria. Satria menunduk tak kuasa menahan tatapan mamanya. Shandra dan Pratama sangat disiplin mendidik anak-anaknya. Tapi soal jodoh, mereka tidak ingin memaksakan. Karena usia Satria sudah lewat dari tigapuluh, mereka jadi khawatir tidak ada yang mau menikah dengan Satria.
"Satria. Kami bersedia mencarikan jodoh untukmu. Tapi, ini untuk terakhir kalinya. Kamu jangan sampai mengecewakan kami."
"Iya, ma. Satria terserah mama dan papa saja."
"Terserah apa?" Tanya Pratama bingung.
"Terserah papa dan mama yang memilihkan calon istri untukku."
Pratama dan Shandra saling berpandangan.
"Apakah kamu tidak ingin melihat fotonya dulu atau ta'aruf?"
Satria menggeleng pelan. Dia menatap mama dan papanya.
"Langsung akad saja. Satria percaya sama mama dan papa."
Pratama menghela nafas.
"Baiklah. Sebulan lagi, kamu menikah dengan Khansa," ucap Pratama.
"Khansa? Siapa dia, pa?" Tanya Shandra.
"Dia putri teman kuliah papa, Arsen. Masa mama tidak ingat?"
Shandra berfikir sejenak.
"Oh iya, pa. Mama ingat. Arsen itu teman papa yang blasteran Jerman, kan?"
"Iya, ma. Anaknya cantik-cantik dan tampan."
"Tapi, pa. Khansa itu otaknya pintar, tidak?"
"Pintar dong, ma. Kezia, istrinya Arsen itu seorang dosen. Kalau tidak salah, Khansa berprofesi sebagai guru tk," jelas Pratama.
Wajah Shandra berseri-seri. Membayangkan punya menantu seorang guru tk yang pintar. Cucu-cucunya pasti senang punya tante seorang guru. Dua anaknya yang lain perempuan semua. Satria adalah anak lelaki satu-satunya. Shandra berharap, istri Satria bisa menjadi menantu yang baik, sekaligus teladan buat adik-adik iparnya.
"Mama setuju dengan papa. Satria, mau ya menikah dengan Khansa?"
"Iya, ma," Jawab Satria tersenyum. Dia membayangkan bahwa calon istrinya itu cantik dan pintar. Sesuai apa yang dibicarakan papa dan mama tadi.
🍁🍁🍁
Semoga ceritaku kali ini, di wattpad aman dan damai. Sudah lebih 5 tahun di wattpad, terasa seperti di rumah sendiri. Yang belum baca dua cerita saya 'IMPOTEN' dan 'SOPIR CANTIKKU', silahkan mampir di Kbm ya. Terimakasih 🤗
CZYTASZ
Cerai Setelah Tatap Wajah
LosoweSatria Pratama, seorang pengusaha muda sukses berwajah tampan. Usianya yang menjelang angka tigapuluh lima tahun, membuat kedua orangtuanya panik tidak akan mendapatkan jodoh. Agar orangtuanya tidak khawatir, Satria menerima dijodohan oleh anak dar...
