"Ale, bangun!"
"Astaga, Ale cepat bangun. Lihat sudah jam berapa sekarang?" Ucap Mamanya sambil mengibaskan selimut yang menutupi tubuh anak gadisnya itu.
"5 menit lagi Ma.Ale tadi malam begadang karena ..."
"Karena nonton drakor hm?" Ucapan Ale terpotong oleh Mamanya.
"Cepat bangun dan pergi mandi, siap-siap pergi sekolah nanti kamu terlambat."
Dengan enggan, Ale pun beranjak dari tempat tidurnya dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badannya.
Setelah menghabiskan waktu sekitar 60 menit untuk bersiap-siap, Ale akhirnya turun dari kamarnya.
"Morning, Papa"
"Morning, sayang. Duduk dulu sarapan bareng."
"Ale kayaknya gak sarapan deh, Ale ada rapat OSIS pagi ini. Ale sarapan di mobil aja ya." Ucapnya sambil mengambil 1 potong sandwich yang ada di atas meja makan.
"Jangan lupa minum nya." Ucap Mamanya sambil menyodorkan Tumblr kepada Ale.
"Makasih Mama. Ale berangkat dulu ya, bye bye."
"Have a nice day sayang." Teriak Papa Ale.
Saat sampai disekolah Ale langsung menuju ke ruang OSIS, namun saat Ale sampai di sana ternyata masih belum ada siapapun. Ale memilih menunggu di sana sambil memainkan ponselnya.
"Good morning everyone!" Teriak seseorang dari pintu. Ale hanya melirik sekilas ke arah orang tersebut dan kembali fokus ke ponselnya.
"Yang lain belum pada datang ya?" Tanya Ani yang baru saja datang.
"Belum, kayanya kita aja yang kepagian deh." Ani pun mengangguk menyetujui perkataan Ale tadi.
•••
Suara gelak tawa terdengar sangat ramai di warung kopi didekat SMA Wijaya. Setiap pagi warung itu memang selalu ramai oleh siswa SMA Wijaya. Atau lebih tepatnya ramai oleh Erland dan temannya. Mereka terkenal karena selalu membuat keributan disekolah. Namun, selain hobi membuat keributan Erland juga dikenal sebagai siswa yang pintar dan tampan.
"Ayo, bentar lagi udah mau bel masuk. Gue gak mau kena hukuman hari ini." Ucap Erland.
"Duluan aja land, makanan gue masih belum abis." Ucap Bayu salah seorang teman Erland. Mendengar itu Erland hanya mengangguk dan pergi ke sekolah dengan motornya.
Setelah sampai di parkiran sekolah, ternyata Denis dan Ivan mengikutinya.
"Lo berdua gak bareng Bayu?"
"Gw gak mau kena hukum, cuma gara-gara nungguin tuh anak makan." Jawab Denis.
"Kalo gue kan selalu ikut Denis kemampuan Denis pergi." Ucap Ivan sambil tersenyum lebar.
"Denis mati, lo mau ikut mati juga?"
"Amit-amit land, lo kalo ngomong suka seenaknya aja." Jawab Ivan spontan.
Erland hanya tertawa kecil melihat temannya itu.
Brugh !
"Kalo jalan lihat-lihat dong, berantakan kan semuanya." Erland membungkuk dan membantu gadis itu membereskan buku-buku yang berserakan dilantai.
"Sorry." Ucapnya sambil memberikan buku terakhir ke gadis didepannya. Tanpa memperdulikan Erland dan temannya gadis itu langsung pergi dari hadapan ketiganya.
Begitupun dengan Erland, Denis dan Ivan, mereka kembali melanjutkan perjalanan ke kelasnya.
•••
"Permisi, Buk boleh saya masuk?"
"Darimana kamu Ale, jam segini baru datang."
"Maaf buk, tadi saya habis rapat sama teman-teman OSIS."
"Yasudah, cepat duduk."
"Baik buk." Ale kemudian pergi ketempat duduknya dan fokus ke pelajaran yang diberikan oleh Gurunya. Sekarang jam sudah menunjukkan pukul 10.00 yang artinya sudah waktunya untuk istirahat, namun guru di kelas Ale masih sibuk menjelaskan materi.
"Buk, ini udah waktunya istirahat loh. Saya udah lapar nih." Ucap seorang siswa di bangku belakang. Baru saja sepertinya Guru itu akan memberikan ceramah panjang lebar, bunyi bel dengan nyaring terdengar ditelinga mereka semua. Dengan terpaksa guru tersebut mengurungkan niatnya tadi dan mengakhiri pembelajarannya.
"Ale, kantin gak?" Tanya Jingga.
"Ayo."
Jingga Safira, sahabat Alesya Callista. Mereka kenal sejak SMP, entah kebetulan atau takdir keduanya selalu mendapatkan kelas yang sama selama duduk di bangku SMP. Bahkan sampai sekarang pun mereka sudah kelas 11 SMA, keduanya tetap mendapat kelas yang sama. Karena itulah mereka menjadi sangat dekat. Banyak waktu yang sudah mereka habiskan bersama.
"Mau pesan apa? Biar sekalian gue pesenin."
"Gue mau batagor aja, sama es teh." Jawab Jingga. Ale memberikan isyarat oke dengan jarinya kemudian pergi memesan makanan.
YOU ARE READING
Alerland
Teen FictionHalo. Namaku Alesya Callista, orang-orang biasanya memanggilku dengan sebutan Ale. Hidupku terbilang cukup beruntung karena dikelilingi oleh orang-orang baik dan sayang kepadaku. Namun, bukan berarti kehidupanku tidak pernah ada masalah. Masalah ter...
