Karakter milik Masashi Kishimoto aku hanya pinjam.
Cerita ini hanya fiksi, jika ada kesamaan itu tidak disengaja dan di luar jangkauan ku.
Typo berserakan!!!
Aku hanya bisa termanggu dengan hadirnya seorang perempuan dengan rambut merah muda nya. Aku tau siapa yang dihadirkan oleh suami dan mertuaku itu.
"Kenapa dia ada disini?" aku segera sadar dari keterdiamanku. mengigit bibir untuk menetralkan suara getarku.
"Dia akan menjadi madumu lima hari lagi." Aku membeku dengan penuturan mertuaku itu.
"apa maksudnya sasuke?" Aku bergetar sambil menatap sasuke dengan tuntutan penjelasan.
"Seperti yang kamu dengar kami akan segera menikah benar kan sasuke?" Kali ini aku mengepalkan tanganku mendengar ucapan wanita berambut merah muda tersebut.
Kunetralkan detak jantungku yang berpacu cepat, ku tatap wajah suamiku menuntut penjelasan darinya. 'apakah ini kado spesial di hari anniversary pernikahan kita yang kau bicarakan sasuke?' kutahankan amarah ku agar tidak meledak saat ini juga.
"Kalau begitu silahkan masuk." Aku bergeser dari berdiriku di pintu dan berusaha meredam amarahku. Ku lihat kearah sasuke yang hanya sedikit menundukkan kepalanya.
Tiga tahun sudah pernikahan ku dengan sasuke, selama ini pernikahan kami aman dan tentram meski mertua ku tidak menyukai ku tapi aku tetap bahagia. Tidak pernah terfikir olehku bahwa dihari pernikahan kami yang ketiga ini semua hancur menjadi kenangan terburuk ku. Aku berusaha setenang mungkin agar mertua ku tidak mencibirku.
"ambilkan tamu istimewa ini air bukan hanya bengong saja." Teriakan ibu mertuaku membuat ku segera sadar dari lamunanku. Aku pun segera berjalan menuju dapur dengan hati yang sakit.
"Inikah yang kau bicarakan tadi siang akan memberikan ku kado spesial? Sungguh aku bukan hanya terkejut sasuke tapi juga tersakiti." Gerutu di dapur sambil menyiapkan minuman hingga tidak sadar aku salah memasukkan garam kedalam salah satu minuman.
"Hah.. aku melamun sampai tidak sadar salah memasukan garam bukan gula. Ah..tapi ini juga bagus kita lihat reaksinya bagaimana nanti." Aku pun berjalan ke arah ruang tamu dimana tamu istimewa itu berada.
Aku kembali terdiam melihat bagaimana baiknya ibu mertuaku kepada calon menantu nya itu, berbanding terbalik dengan ku yang selalu salah dimatanya. Aku pun segera tersadar dan berjalan kearah mereka.
"Silahkan diminum." Aku pun menyodorkan minuman yang kubawa tadi.
"Hinata aku ingin bicara." Sebuah suara yang sudah kunantikan sejak tadi akhirnya keluar juga.
"Silahkan mau bicara apa?"
"Aku dan sakura akan menikah."
"Lalu?"
"Aku meminta izin padamu Hinata."
"Masih perlu izin dariku?" Ku lihat sasuke hanya menundukkan pandangannya.
"Benar sasuke untuk apa meminta izin dari istrimu." Tiba tiba ibu menyuarakan suaranya.
"Ibu salah jika suami tidak meminta izin untuk melakukan apapun kepada istrinya. Hati hati dengan perkataan ibu nanti ibu juga ada temannya." Aku tersenyum manis kearah ayah mertuaku. Muka ibu memerah padam dan mengerling sinis kearah suaminya yang tersenyum malu.
"Aku akan adil terhadap kalian berdua." Aku hanya tertawa kecil mendengar ucapan suamiku.
"Adil?"
"Aku akan adil hinata, kumohon izinkan aku menikahi sakura."
"Aku tidak yakin dengan mu sasuke. Dan bagaimana jika aku tidak memberikan izin padamu?" Aku menatap wanita yang sudah menghancurkan hatiku.
"Aku akan tetap menikahi dia." Hancur sudah hatiku mendengar ucapan suamiku itu. Dia bahkan akan tetap menikahi wanita tidak tau diri itu.
"Kau akan menikahi wanita yang sudah mengkhianati mu sasuke?"
"Itu hanya salah faham." Bukan sasuke yang menjawab tapi ibu mertuaku.
"Maksud ibu?"
"Semuanya hanya salah faham. Sakura berfikir sasuke sudah berpaling darinya ketika mereka berjauhan."
"Apa?" Aku tidak habis fikir dengan ucapan ibu mertuaku. Alasan macam apa itu? Salah faham? "Kenapa tidak komunikasi dengan baik dahulunya, kenapa tidak kembali untuk memastikan dulunya? Kenapa sekarang dia sudah menjadi suamiku kau baru kembali?" Ujarku sinis kepada wanita itu.
Aku menghembuskan nafas kasar ketika memasuki kamar. Kulihat putraku tertidur lelapnya dengan botol susu yang masih di mulutnya. Perlahan air mataku pun keluar setelah menahannya sedari tadi. Kuhampiri anak semata wayang ku dan ku kecup keningnya.
"Maafkan mama sayang." Aku pun berbaring dan memeluk Itachi dengan erat.
Bersambung....
Haiii minna semoga suka dengan cerita ku ini. Jangan lupa komen vote dan sarannya ya😉
-HimePurple-
YOU ARE READING
Kado Spesial (Kandas) Hiatus
Fanfictionkarakter milik Masashi Kishimoto aku hanya pinjam ☺️ Aku hanya bisa termanggu dengan hadirnya seorang perempuan dengan rambut merah muda nya. Aku tau siapa yang dihadirkan oleh suamiku itu. "Kenapa dia ada disini?" aku segera sadar dari keterdiamank...
