01. Bandung

20 5 0
                                        

                     •Happy Reading•

                                  °
                                  °
                                  °
                      [Bagian Awal]

***

01:30 Bandung Stasiun Kiaracondong.

Seorang gadis cantik dengan kacamata hitam bertengger di hidung mancungnya, baru saja tiba di Bandung. Menjadi pusat perhatian seisi stasiun karena kecantikannya. Dengan menenteng sebuah koper di tangannya, ia berjalan dengan anggun menuju tempat duduk yang telah tersedia untuk menunggu jemputan.

Setelah 15 menit menunggu, akhirnya seorang lelaki berbadan kekar datang menghampirinya.

"Maaf, apakah anda nona Karine?" tanya lelaki itu.

"Iya, saya sendiri." sahut gadis itu.

"Mari, Nona. Tuan dan Nyonya telah menunggu kedatangan anda di Mansion," ajak lelaki itu sambil berjalan menuju mobil dengan menenteng koper milik sang Nona. Diikuti oleh gadis itu yang mengekor di belakang.

Karine Queenzia Raquel. Seorang gadis cantik dan imut, yang  tinggal di Korea sejak umur 6 tahun bersama Nenek dan Kakeknya,yakni orang tua dari Ibunya.

Mengenai orang tua. Ia adalah anak yatim. Ibunya sudah meninggal saat ia masih berusia 5 tahun. Ia masih memiliki seorang ayah, tapi ia tidak terlalu dekat dengan ayahnya. Karena pada dasarnya, ayahnya adalah orang yang bisa dibilang gila kerja sejak kepergian Ibunya. Ia juga memiliki seorang kakak laki-laki bernama Bintang Azlansya Raquel.

Sepanjang perjalanan hanya ada keheningan di dalam mobil. Karin sedari tadi hanya menatap keluar jendela, memandangi suasana kota Bandung yang begitu padat dan indah dengan bangunan-bangunan yang menjulang tinggi.

Ia tersenyum tipis, saat mobil yang ia naikin melewati sebuah taman yang membuatnya ingat sewaktu Ibunya masih hidup mereka pernah bermain di taman itu dengan penuh candaan.

                            °°•••••°°

Mansion Raquel.

Karin, gadis itu turun dari mobil menuju teras Mansion milik Oppa dan Omah nya, orang tua dari Ayahnya. Gadis itu langsung menerobos masuk ke dalam mansion, diikuti oleh bodyguard yang membawa koper miliknya.

"Oma, Oppa! I'm coming!" teriaknya.

"Ririn!"

"Astaga, Oma kangen banget!" ucap Oma seraya berjalan dan memeluk erat tubuh cucunya.

"Aku juga kangen banget sama Oma," ujar Karin seraya membalas pelukan sangat Oma tatkala erat.

"Oppa gak diajak, nih?" kesal Oppa seraya memajukan bibirnya.

Karin langsung melepaskan pelukan sang Oma dan langsung berhamburan ke pelukan sang Oppa.

"kangen banget sama oppa," ucap Karin seraya tersenyum manis.

"Udah dulu pelukannya! Ayok kita keruang keluarga, gak capek apa berdiri terus?" tanya sang Oma.

"Ayok kita duduk keruang keluarga!" ajak Oppa.

"Yok!" ucap Karin semangat seraya berjalan mengikuti Oma dan Oppa nya menuju ruang keluarga.

Sesampainya di ruang keluarga, Karin duduk di sofa yang berhadapan dengan Oma dan Oppa nya.

"Kenapa dulu kamu pulang dari luar negeri gak langsung datang ke sini? Kenapa malah tinggal di Jakarta?" tanya Oppa.

"Yah, 'kan Aku tinggal sama daddy di Jakarta," jawab Karin.

Possesive Bad Boy vs Bad GirlStories to obsess over. Discover now