Paper Assignment Hime

1K 147 24
                                        

"Apakah harus sebanyak itu?"

"Uumm.. aku harus membuat makalah"

"Dan mengumpulkan surat kabar sebanyak ini? Kenapa tidak menggunakan internet saja sih" keluh sang pria pada gadis yang masih terus melihat surat kabar yang berserakan di lantai

"Jadi, Naruto-kun kesini ingin membantu atau mengomel saja?" Tanya Hinata pada Naruto yang masih berdiri tak lupa kedua tangannya ia lipat didepan dada

"Membantu tapi ingin mengomel dulu" jelas Naruto lalu berjongkok tepat disebelah Hinata mensejajarkan tingginya dengan sang gadis

"Kenapa harus seperti ini sih? Seperti anak sekolah dasar, hime"

"Naruto-kun tanyakan saja pada Guy Sensei.." dan lagi pula "aku masih bingung ingin mengambil tema apa" ucap Hinata lalu menempelkan pena pada keningnya mengetuknya perlahan.

"Naruto-kun ada ide tidak?" Tanya Hinata lalu menatap pria yang sedang membaca salah satu surat kabar.

"Bagaimana.. hmmm.. dengan.. cara membuat anak yang baik dan ben— itaiii!!" Satu pukulan mendarat di kepala bersurai kuning itu

Hinata masih menggenggam buku yang menjadi senjatanya untuk memukul pria yang berada disampingnya "apa yaa?" Tak merasa bersalah Hinata masih terus berpikir

Naruto yang masih setia mengelus kepala bersurai kuningnya menatap Hinata dengan tatapan tajam "itu sakit, Hime"

"Maaf.. hehe.." ucap Hinata cengengesan "bagaimana dengan memisahkan sampah menurut jenisnya?"

Manik safir itu membola "kau benar-benar anak sekolah dasar ya?" Ucap Naruto tak percaya

Hinata membanting buku yang sebelumnya ia genggam dengan kasar lalu mengerucutkan bibirnya "aku pusing.. aaarrrgh" menarik pelan surai berwarna indigo, Hinata lalu bangkit dari duduknya berjalan menuju kasur miliknya merebahkan tubuh mungil itu menghandap dinding-sengaja membelakangi Naruto. Aah dia marah ternyata.

Naruto yang mendapat perlakuan seperti itu hanya mampu terkekeh geli, kekasihnya memang menggemaskan ketika sedang merajuk.

"Himeeee..." Panggilnya dengan nada manja

"Kau yakin ingin seperti itu terus?" Masih tak ada jawaban dari sang gadis "nanti tugasmu tidak selesai tepat waktu loh" ungkapnya berharap acara merajuk sang gadis segera selesai.

Masih tidak ada respon, Naruto mulai jengah ia lalu bangkit dan menghampiri sang gadis yang ternyata sudah tertidur pulas "dasar" seketika pikiran nakalnya muncul ia lalu mulai membaringkan tubuhnya disebelah sang gadis memeluk erat pinggang mungil itu tangan tannya mulai bekerja merayap mengelus apapun yang bisa ia jamah.

Seakan merasakan ada yang mengelus bagian perutnya Hinata sedikit demi sedikit mulai tersadar dari tidurnya mengetahui siapa sang pelaku ia menarik napas berat "sepertinya pukulan Neji-nii tak berpengaruh padamu ya Naruto-kun"

Tak menghiraukan ucapan sang gadis Naruto semakin mengeratkan pelukannya "kau sengaja memancingku kan, hime?"

Hinata terkekeh geli meraih tangan yang sedari tadi melingkar pada pinggangnya memutar tubuhnya agar menghadap sang pria "aku tidak. Naruto-kun saja yang omes" Hinata terkekeh kembali lalu menyembunyikan wajahnya di dada bidang sang pria yang tertutup kain tipis berwarna putih.

"Omes?" Ucap Naruto tak mengerti

Hinata mencoba bangkit dari tidurnya "Otak Mesum" lalu mengecup singkat bibir sang pria, Naruto yang mendapatkan perlakuan seperti itu hanya mampu merona. Pipi bergurat kumis kucing itu memerah sempurna. Aah kekasihnya memang selalu menggemaskan.

Paper Assignment✔️ (END) Stories to obsess over. Discover now