Menikmati kenangan

9 2 0
                                        

Di kursi penumpang bis yang sepi Lotte menikmati kesunyian sambil di temani Bique kucing kesayangannya yang meringkuk manja di paha Lotte.

Sore menjelang malam yang indah namun sedikit mendung akhirnya menjatuhkan hujannya, suasana yang pada awalnya tentram seketika berubah suram dan gelap.
Lotte yang pada awalnya memandang ke arah jalan raya, sekarang memalingkan wajahnya seolah enggan menatapnya lagi.

Lotte tidak membenci jalan raya, mobil, ataupun manusia yang berlalu lalang, Lotte hanya tidak menyukai hujan. Hujan membawa Lotte hanyut bersama kenangan bersama Daley si pria jangkung dengan bola mata cokelat.

Lotte berusaha tak mengingat tentang Daley lagi, namun apalah dikata memori itu berputar tanpa seizin Lotte. Bis yang penuh dengan sesak, komik yang di injak, lalu lelaki lembut, juga pinggir trotoar.

Tiga tahun lalu, Cowok itu berdiri di samping Lotte mengenakan jaket hitam sambil menenteng sebuah komik yang sama persis dengan milik Lotte yang sedang ia pegang juga. Cowok itu diam seolah tak peduli bisingnya bis saat itu, Lotte saja hampir sepuluh kali mengerang karena seorang ibu-ibu di samping terus bicara tanpa peduli suasana.
Bis yang mendadak berhenti membuat Lotte terlempar mengenai penumpang lain, juga komik barunya yang malangnya di injak oleh anak kecil hingga rusak terkena kotoran sepatu anak kecil itu.

Mata Lotte berkaca-kaca meringis akan nasibnya di petang itu, padahal ia belum sempat membacanya.

Demi Coklat kodok milik Ron Weasley, atau apapun makanan aneh yang ada di Hogwarts

Keajaiban yang tak pernah Lotte kira, Cowok di sampingnya tadi menjulurkan komik miliknya sambil berkata.
"Ambil punyaku, baru ku beli, tapi kurasa aku tak menyukainya."

Lotte menatap dengan aneh cowok itu. "Really? Baik akan ku terima dengan senang hati, terima kasih banyak!"

Cowok itu hanya mengangguk, kemudian mengacuhkan Lotte yang masih terdiam walau komik itu sudah ia terima, nampaknya Lotte terpesona dengan cowok itu sampai-sampai mulutnya tak sengaja berucap "Kamu sangat mempesona!"

Lama terdiam di tempat ternyata Lotte sudah sampai di tujuan, ia turun dengan perasaan lega, dan bersyukur karena sudah keluar dari bisingnya keramaian yang membuat telinganya sakit. Lotte sadar cowok tadi turun bersama dengannya, ia mencari kemana gerangan pergi kemudian berkata.
"Hai, boleh kenalan?"

Dengan senang hati cowok itu menjawab. "Tentu, Daley Stromburg." Diikuti senyuman istimewa.

Dimulai dari sanalah pertemanan Lotte di mulai dengan Daley, masa-masa yang berkesan di 3 tahun lalu.

Lotte sadar kembali dari lamunannya akibat dari suara Bique yang berisik. Lotte memeluk erat kucing kesayangannya itu sambil berkata.
"Bique manis, baiknya aku tidak memikirkan tentang nya lagi bukan?"

"Baiknya aku hapus kenangan itu seolah-olah tak pernah ada lagi, sudah sampai ternyata Bique!"

Seperti yang Lotte bilang dia sedang berada di fase untuk melupakan Daley, tentang semuanya. Kembali fokus menulis dan belajar supaya ibunya tidak terus-terusan menggerutu sebab nilai Lotte jelek lagi lalu tidak mengizinkan lote untuk menulis cerita lagi.

Lotte sudah sampai di rumahnya dia membuka pintu lalu menurunkan Bique dari gendongannya, Lotte duduk di meja makan lalu menemukan secarik surat sepertinya Dari mamanya yang isinya.

"Lotte yang yang periang, Mama pergi mendadak ke rumah Oma, karena kata paman Oma sedang sakit, Mama tinggal sebentar tidak apa kan? Besok pagi Mama akan pulang. Lotte jangan lupa makan, panas kan sandwich yang sudah Mama buat di dalam kulkas, jangan lupa minum segelas susu lalu kamu tidur lebih awal ya!
oh ya pintu rumah kamu kunci ya karena Papa katanya tidak pulang malam ini ok?"

Lotte mengangguk saja lalu menuruti semua yang diperintahkan mamanya tanpa terkecuali, Lotte agak senang mamanya sedang berada di rumah Oma karena dia bisa bebas tidur jam berapa pun menulis sebanyak apapun dan belajar sedikit saja.

SEE NEXT TIME☄️

Not With YouWhere stories live. Discover now