"Seriuss Yur kalo Kak Jarsen nembak Kak Tysaaa!"
"IHHHHHH KAMU BOONG KAN NES??"
"ENGGAA, ngapain aku boong, kalo kamu ga percaya liat aja sg-nya kak Johan"
'awas aja kalo Neswa boong aku slepet dia' batinnya, sambil membuka aplikasi Instagram dan membuka salah satu akun seseorang.
"Udah liat gaa?" Tanya Neswa sambil memperhatikan Yuri
"Sabarr dulu, lelet ih jaringannya"
Neswa cuman mangut-mangut, Yuri sih ga percayaan
"NESWAAAAAAAAA" pekik Yuri sambil menunjukkan layar hpnya.
"Ishh apaan, ga usah jerit-jerit segala!"
"NESS!" "GA GA GA!" "BOONGAN INIII, MANA ADA! PALINGAN PRANK"
"YURIIIIIII, kamu tuhhh harus dipukul dulu ya baru sadar"
"AAAAA NESWAAA" "GALAU! AKU GALAU!"
"IHHH, makanya kalo dibilangin harus percaya"
Yuri terdiam, bingung harus membalas ucapan Neswa barusan
Terdiam sejenak.
"WOI!" Neswa sedikit mendorong lengan gadis itu
"Apa" ucapnya datar.
"Masih waras kan?" "Aku ga mau kamu jadi galau gila Yur gara-gara kak Jarsen"
"Siapa yang GALAU??" Ucapnya penuh penekanan
"Gerak-gerik kamu itu lohh Yur"
"DIEM!" "GAAAA" "AKU GA MAU GALAU-GALAUAN!"
"IHH MALU DILIATIN ORANG-ORANG" Kaget Neswa
Yuri mengacak-acak rambutnya, berlalu meninggalkan Neswa yang udah jejeritan.
***
Setelah kelas sore ini kelar, Yuri beranjak menyusuni barang-barang bawaannya. Dia melihat layar ponselnya menunjukkan pukul 5. Dia capek tidak dapat istirahat penuh.
"Yur, aku gak bisa pulang bareng. Soalnya aku langsung kerumah Tante Isha, dia minta aku buat bikin donat"
"Oke, hati-hati sa titip salam buat Tante ya"
Neswa mengangguk, dan melambai padanya.
Dirinya menuruni anak tangga satu persatu, sambil bersenandung kecil. Saat sedang berjalan ia melihat dua pasangan yang membuatnya bad mood dan galau hari ini..
