I

367 77 5
                                        

Oek oek oek ~

Mendengar suara tangisan seorang bayi, membuat Sakura yang notabennya masih berpelukan hangat dengan sang kekasih menjadi terbangun. Dengan pelan ia melepas tangan kekar yang berada di pinggangnya dan menaruhnya di guling yang telah ia siapkan, dengan tujuan berharap kekasihnya tersebut tidak terbangun.

Sakura merapihkan sedikit pakaiannya yang berantakan semalam dan segera menuju arah tempat boks bayi berwarna biru muda itu, langsung saja Sakura mengendong bayi mungil itu lalu menepuk-nepuk punggungnya pelan.

"Cup, cup, cup. Anak mama jangan menangis lagi ya?" Ucapnya lembut.

Oek oek oek

Bayi mungil itu masih menangis keras, membuat Sakura menghela nafas pelan. Ia mengecup rambut hitam tipis turunan kekasihnya dengan pelan. "Kamu lapar ya sayang?" Tanya Sakura, tetapi seolah mengerti dengan ucapan mamanya bayi itu menunjukkan wajah cemberut dengan air mata melinang di pipinya mengisyaratkan bahwa ia tidak lapar.

Sakura tersenyum manis. "Yasudah, kalau begitu, mama tahu kamu menginginkan apa." Ujar Sakura membawa putranya ke-arah ranjang king size. Tempat dimana ia tidur bersama dengan Uchiha Sasuke, Sebagai seorang ibu Sakura mengetahui apa penyebab putranya, Uchiha Sasura menangis di pagi hari ini. Apalagi? Bayi mungil itu hanya ingin menganggu atau lebih tepatnya ingin bersama ayahnya bukan dengan ibunya. Terkadang Sakura sempat cemburu dengan kebiasaan putranya itu.

Decitan ranjang kecil membuat bayi yang tadinya menangis dan berwajah murung menjadi lebih berbinar. Sasura menggapai-gapai angin dengan kedua tangannya, Sakura terkekeh geli melihat tingkah putra kecilnya ini.

"P-pa!" Panggil Sasura kecil. Sakura meletakkan putranya diatas kasur yang sudah ia sempatkan untuk dibenahi sedikit, karna memang sedikit berantakan tadinya. Sepertinya pekerjaan ia membangunkan Sasuke akan digantikan oleh putranya sementara hihi. Lagipula jam sudah menunjukkan pukul enam pagi.

Sasura merangkak menuju Sasuke yang memenangkan kepalanya didalam bantal.

"P-ppa! Pa-p-pa!"

Merasa tak ada sahutan dari ayahnya, Sasura menggembung kan mulutnya lalu mulai berangsur naik keatas punggung ayahnya lalu menepuk-nepuk kecil punggung itu sama seperti ibunya lakukan kepadanya.

Hap!

Sasura tersenyum lebar. "Pa!" Ucapnya saat tangan besar Sasuke memegang kakinya yang berada di pinggang.

Sasuke berbalik, yang sebelumnya menelungkup sekarang menjadi terlentang agak miring, yang tentu saja sebelum ia melakukan itu Sakura lebih dulu peka untuk memindahkan putra kecilnya di pahanya.

Sasuke tersenyum tipis melihat putranya yang memberontak didalam dekapan Sakura, padahal hanya sebentar saja ia dipindahkan sudah sangat kesal.

"Selamat pagi sayang." Ucap Sasuke sembari mengambil Sasura dari dekapan Sakura dan mengecup pelan pipi kekasihnya itu.

Sakura terkekeh pelan, ia membalas kecupan hangat itu. "Pagi juga." Balasnya pelan.

"Kemarikan Sasura."

Sakura memberikan putra mungil mereka kedalam dekapan Sasuke dengan pelan.

"Pa!"

"Hn?"

Sasura menepuk-nepuk kedua pipi Sasuke dengan bergumam yang tidak jelas. Sasuke menghela nafasnya, ia melirik kearah Sakura yang saat ini mulai fokus membersihkan keberadaan barang disekitarnya.

"Kau sengaja lagi?" Tanya Sasuke kembali menatap Sasura yang kembali berdiri di atas kedua pahanya, lalu mengemut telunjuk Sasuke dengan gusinya. Lalu dengan lembut Sasuke melepaskannya.

Sakura menggedikkan kedua bahunya acuh, lalu tersenyum tipis. "Itu kan permintaan anakmu, padahal aku selalu berharap dia setiap pagi mencari ku." Ucap Sakura terdengar sedikit kesal di telinga Pria berumur 28 tahun itu.

Sasuke menyandarkan tubuhnya sembari mengukung Sasura di dekapan dadanya yang polos. Ia tersenyum tipis. "Kau selalu dicari olehnya setiap malam dan itu membuatku sangat kesal." Ucap Sasuke menimpali ucapan Sakura.

"Itu berbeda." Balas Sakura menatap Sasuke.

"Berbeda bagaimana."

"Putraku itu setiap malam lapar, berbeda dengan kau yang dimana setiap malamnya selalu merengsek kepadaku. Merayu bahkan menggodaku." Ujar Sakura santai.

Sasuke mendelik tak suka. "Tapi kau suka kan?"

Sakura tidak menjawabnya, wanita itu dengan wajah merah padam kembali melanjutkan tugasnya membersihkan barang-barang yang berantakan. Karna memang, kondisi kamar mereka saat ini sudah seperti kapal pecah, mereka hanya memiliki satu unit kamar saja di apartemen milik kekasih tampannya itu. Walaupun sebenarnya Sasuke mampu membeli rumah yang lebih luas dari ini, Sakura menolaknya ia ingin rumah yang biasa saja dan penuh dengan kebahagiaan itu sudah cukup baginya.

Sasura yang merasa sedari tadi tidak diperhatikan mulai memberontak dari kukungan sang papa dan sontak Sasuke mulai melepaskannya dan membiarkan putranya itu sedikit demi sedikit menggapai Sakura, walau jaraknya cukup jauh.

"Ma-mma!" Ujar Sasura menggapai-gapai Sakura menggunakan tangan mungilnya dan berhasil membuat Sakura menoleh menatapnya dengan senyum lembut.

"Sepertinya dia lapar." Ujar Sasuke menatap Sasura yang saat ini sudah mulai digendong oleh ibunya sendiri.

"Kau benar." Ucap Sakura membenarkan ucapan Sasuke.

"Oh iya, aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu." Lanjut Sakura menatap Sasuke dan membiarkan Sasura meminum asi.

Sasuke menatap Sakura dengan alis terangkat sebelah. "Apa?" Tanyanya.

"Aku ingin membuat sebuah Chanel YouTube seperti Ino, bolehkah?" Izin Sakura menatap mata kelam Sasuke yang sudah tampak jauh lebih bersinar dari sebelumnya.

"Untuk apa?"

Sakura tersenyum dengan mata berbinar-binar. "Aku ingin membagikan beberapa Vidio mengenai keluarga kita saja, tapi tidak sedetail yang dimana akan membuat kita merasa tidak nyaman hanya sekilas saja." Ucap Sakura. "Dan juga sedikit bosan." Lanjutnya dengan nada sedih.

"Tapi kau tahu bukan, informasi tentang diriku sangatlah dicari oleh media, tapi jika memang kau hanya menampilkan sekilas dan tidak semuanya aku tidak masalah." Sasuke memberikan izin kepada Sakura tetapi dengan syarat yang membuat Sakura menganggukan kepalanya.

"Ingat hanya sekilas saja, jangan menampilkan banyak hal-hal yang tidak berguna. Jangan terlalu mengumbar sesuatu secara berlebihan disana aku tidak suka. Dan satu lagi, jangan terlalu sering meng-upload Vidio, karna waktu kita akan terbatas olehnya dan aku tidak suka." Sasuke kembali dalam mode cerewet nya dan hanya bisa dibalas kikikan oleh Sakura.

"Iya, pasti aku tidak akan melanggarnya tuan." Ujar Sakura.

Sasuke tersenyum lembut. "Baiklah kau ku izinkan, tetapi ingat syarat itu." Ujarnya.

"Pasti dan akan kuingat selalu, sayang." Ia segera memeluk Sasuke dengan satu tangannya lagi, sebab satunya lagi digunakan untuk menggendong Sasura agar tidak terjatuh. Sasuke membalas pelukan tersebut sambil memberikan bisikan kepadanya.

"Tapi ada syarat satu lagi."

Wanita itu mengernyitkan dahi nya bingung. "Apa itu?"

Banyak sekali syaratnya.

Sasuke kembali berbisik dan membuat wajah Sakura merah padam akibatnya. 


















"Kita besok akan menikah saja bagaimana? Aku tidak ingin menunggu 2 hari lagi, maka dari itu aku ingin besok Sasura kita berikan kepada ayah dan ibu semalam saja bagaimana? Aku ingin bermain dengan ibunya yang cantik jelita ini."












End?
Ini ceritanya gimana ya pendapat kalian?😁

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: May 24, 2022 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

SASRAWhere stories live. Discover now