Malam ini. Malam yang paling membahagiakan bagi ke dua keluarga besar tersebut.
Pasalnya anak dari masing-masing keluarga telah melangsungkan pertunangan.
Bryan Egheten dan Arina Diandra.
"Jangan sampai ada yang tau tentang pertunangan kita." Ucap Bryan menegaskan.
"Iya." Balas Arina singkat.
"Bryan Arina ayo kita foto-foto dulu." Panggil Mama Bryan.
.
.
Hari ini hari pertama para siswa sekolah di semester yang baru.
"Pagi cantik." Sapa Citra sambil mencubit pipi chubby Arina. Citra merupakan sahabat sekaligus teman sebangku Arina.
"Aww sakit ra." Ringis Arina sambil memegang pipinya.
"Gimana acara semalam?" Tanya Citra asal.
"Sst jangan bahas itu di kelas." Bisik Arina.
"Ok ok. Jujur gua nggak nyangka lu bisa tunangan sama si pembuat onar. Cakep sih, tapi sering di panggil ke ruang BK." Ucap Citra menyindir.
.
.
"Gila rame banget ni kantin. Masih ada tempat nggak yah?" Ucap Citra sambil melihat ke sekeliling kantin.
"Tuh di sana." Ucap Arina sambil nunjuk ke arah tempat kosong yang ada di pojokan.
Saat Arina ingin duduk.
"Minggir!" Ucap seseorang tersebut sambil mendorong Arina.
"Apa-apaan sih kalian. Kita yang duluan." Ucap Citra dengan gaya menantang.
"Udah kalian cari tempat lain aja." Ucap seseorang yang baru saja datang.
Suara seseorang tersebut begitu familiar di telinga Arina.
"Sini Bryan sayang duduk." Ucap Gisel yang merupakan pacar Bryan.
"Yuk ra." Ucap Arina sambil menarik halus lengan Citra yang saat ini sedang emosi.
.
.
Arina dan Citra pun berakhir di cafe depan sekolah.
"Gila si Bryan." Ucap Citra yang masih emosi dengan kejadian di kantin.
"Udah ra tenang." Ucap Arina menenangkan sambil memberikan segelas ice lemon tea.
"Kasian gua sama lu, punya tunangan kayak dia." Ucap Citra.
Arina hanya membalas perkataan Citra dengan senyuman.
Arina sadar perkataan sahabatnya tak sepenuhnya salah.
Ting.
Suara pesan masuk.
Bryan: Temenin gua pulang sekolah nanti.
Read.
.
.
Jam pulang sekolah.
"Nungguin siapa na?" Tanya Citra dari balik kemudi mobil mewahnya.
"Nungguin Pak Hamid." Jawab Arina bohong.
"Ya udah gua duluan yah na." Ucap Citra lagi.
.
.
Saat ini Bryan dan Arina berada di toko perhiasan.
"Cantik banget." Ucap Arina sambil melihat salah satu set perhiasan dari balik kaca.
"Yang ini." Ucap Bryan sambil menunjuk ke arah perhiasan yang di lihat Arina dan memberikan kode kepada salah satu pelayan yang berjaga.
"Buat Mama?" Tanya Arina.
"Bukan." Jawab Bryan.
Merasa tak ada respon dari Arina.
"Lu nggak penasaran perhiasannya buat siapa?" Tanya Bryan.
"Nggak." Jawab Arina singkat.
"Udah cantik, pinter tapi aneh." Batin Bryan.
Drrt.
Suara telepon masuk.
Gisel: Sayang kamu dimana? Cepetan datang.
Bryan: Otw 10 menit.
"Pulang naik taksi." Ucap Bryan berlalu meninggalkan Arina.
.
.
.
.
Bersambung.
.
Jangan lupa vote dan tinggalkan jejak di kolom komentar.
.
Makasih 💚
CITEȘTI
A+B=? [ON GOING]
Ficțiune adolescențiBagaimana jadinya jika cewek pendiam dan cowok pembuat onar saling jatuh cinta? Arina Diandra & Bryan Egheten Start: 01/09/2021 Finish:
![A+B=? [ON GOING]](https://img.wattpad.com/cover/283546338-64-k224683.jpg)