By : Arya Fitriansyah
Di sebuah kota, ada seorang anak SMA bernama Rendy Fitriansyah. Tidak ada satupun wanita yang tidak menyukainya. Rendy adalah sosok yang sangat sempurna. Dia tampan, gagah, tinggi, dan juga sangat pandai dalam olahraga, walau tingkahnya sedikit konyol. Rendy merupakan seorang atlet basket sekolah yang handal dan memiliki tinggi 189 cm. Terlebih lagi, ia merupakan salah satu prospek paling berbakat di negaranya. Tak heran jika Rendy sangat dikagumi oleh semua wanita.
Tahun ini merupakan tahun pertama Rendy di SMA. Ia masuk dalam salah satu SMA favorit di kotanya yaitu SMA 1. Di hari pertama Rendy masuk SMA, dia bertemu dengan Azizal Alfath, sahabatnya di SMP dulu. Rendy lebih sering memanggilnya Izal. Mereka sangat akrab satu sama lain. Persahabatan mereka telah terjailin sedari kecil. Mereka juga merupakan duo pemain basket yang hebat ketika SMP dulu. Izal juga memiki tinggi badan diatas rata-rata yaitu 182 cm. Izal merupakan orang yang tampan, baik, keren, dan setia kawan, walaupun dia terkadang bertingkah konyol.
Saat pertama kali masuk sekolah, seluruh pandangan langsung tertuju kearahnya. Semua wanita langsung histeris ketika pertama kali melihatnya, tetapi tidak bagi seorang wanita cantik yang duduk di sebuah bangku sekolah. Dia tampak cuek dengan keberadaan Rendy dan hanya memakan cemilan yang dia bawa. Karena penasaran, Rendy bertanya tentang wanita itu kepada Izal.
Rendy :
Oi Izal... Apa kamu tahu tentang wanita yang duduk di bangku itu? Kenapa dia satu-satunya wanita yang tidak histeris melihatku? (muka penasaran)
Izal :
(sambil melihat) Ooo wanita yang cantik itu.. Hmm.. Aku tidak tahu. Kenapa kamu tidak langsung kenalan saja?
Rendy :
Hmm.. benar juga ya.. Baiklah, temenin aku kenalan dengannya Zal! (muka memohon)
Izal :
Yaudahh.. (terpaksa)
Rendy pun mengajak Aziz untuk pergi berkenalan dengan wanita itu. Dia sepertinya penasaran kenapa wanita itu tidak histeris melihatnya.
Rendy :
Hai ladies, what is your name? (sambil menjulurkan tangan)
(Wanita) :
... (hanya diam mengacuhkannya sambil memakan cemilan yang ia bawa)
Rendy :
Hai... Siapa namamu? (sedikit kesal)
(Wanita) :
... (langsung pergi tanpa memerdulikannya)
Rendy :
(kesal) Woii.. sialan.. kenapa kamu mangacuhkanku?? Kau pikir kau siapa hah..?? (dengan nada marah)
(Wanita) :
(kembali menghampiri) Hei "Bambu Kering".... Siapa yang kau panggil sialan..?? Kau pikir kau keren..??
Rendy :
(sambil menepalkan tangan) Siapa yang kau panggil "Bambu Kering" hah, Sialannn...!! (muka menantang yang konyol)
(Wanita) :
(menjitak kepala Rendy)
Rendy :
Aduhh... Woii kau benar-benar mencari gara-gara denganku hah... (ingin memukul tapi dia ingat untuk tidak boleh menyakiti wanita) Untung saja kau wanita.
(Wanita) :
(menjitak lagi) Memang kenapa kalau aku wanita hah...!! (langsung pergi)
Rendy :
Aduhh... Sakiitttt.... Sialannn... Mau kemana kamu...!!! (ingin mengejarnya)
Izal :
(memegangi Rendy) Sudahlahh... Kenapa kamu mau meladeninya?
Rendy :
(sudah mulai tenang) Huhh... lebih baik kita melihat daftar pembagian kelas saja..!! Ayo..!!
YOU ARE READING
R & M
RomanceMasa putih abu-abu selalu menyimpan cerita baru bagi setiap remaja yang memasukinya. Begitu pula bagi Rendy Fitriansyah, seorang remaja tampan dengan segudang prestasi di bidang basket. Dikenal sebagai prospek paling berbakat di negaranya, masa depa...
