chapter 1

23 6 1
                                        

Ikhlas itu tidak berucap
Sabar itu tidak terbatas

~yxklgt19


Sebelum baca!!
Kasih bintang><
Nanti aing makin lope🙂💔

"Kak ayok main yuk" Ajak seorang anak kecil kepada segerombolan anak perempuan yang lebih tua dari nya.

"Kamu nggak boleh berteman sama kami!" Bentak salah satu anak perempuan.

"Padahal aku punya mainan baru lho yang baru aku dapat" Ujar nya dengan senyuman yang masih merekah di wajah nya.

Mainan itu diambil kasar oleh salah satu anak perempuan yang lebih tua dengan nya,"kamu nggak boleh punya mainan bagus kek gini!" Lalu mereka pergi meninggalkannya.

*Sungguh nggak tw diri gayss:)

Anak perempuan yang berusia 5 tahun itu cuman diam Dengan mata yang berkaca-kaca menatap punggung segerombolan anak kecil yang sudah menghilang dari muka bumi eh bukan dari hadapan nya😅

*Masih untung gw author cantik ini nggak kick lu dari cerita ini😤

"Padahal aku pengen main aja nggak lebih," Gumamnya lalu pergi meninggalkan tempat itu.

🌚

Di sebuah tempat di mana anak-anak yang nggak memiliki orang tua yang tinggal diPanti asuhan kasih walaupun mereka tidak memiliki kasih kedua orang tua mereka selalu bahagia karena bisa bermain bersama anak-anak yang lain.

tetapi berbeda dengan anak perempuan yang berkulit putih,cantik, mata berwarna coklat,pipi tembem,Ya dia Agnetha Agalia putri Zoe anak kecil yang berumur 5 tahun dari namanya saja sudah Ada arti yang begitu kejam untuk kisah gadis kecil yang di dalam hidup nya nggak ada kata istirahat untuk menghadapi dunia yang kejam ini.

Etha lebih memilih membantu ibu pemilik panti asuhan untuk menyiapkan makanan dari pada bermain dengan anak-anak lain.

Sebenarnya dia ingin bermain dengan anak yang lain,tetapi banyak yang nggak suka padanya bisa di bilang iri kerena kecantikan nya yang membuat anak-anak perempuan nggak suka padanya.

"Buk,ini di taruh di mana?" Tanya Etha kepada seorang wanita paru baya yang nggak lain ibu panti.

"Letakkan aja di atas meja makan Etha," Ujar ibu panti bernama Ratna ria yang sedang berkutik dengan peralatan dapur.

"Baik buk," Jawab eta sembari membawa makanan yang di atas tangan kecil nya.

"Yeah akhirnya selesai juga buk," teriak girang Etha.

"He! Kamu bisa diam nggak," Sarkas anak perempuan yang sudah berada di atas meja.

"I-iya,maaf ya" cicit Etha dan ingin pergi meninggalkan tempat itu.

"Etha kamu mau kemana nak?" Tanya Ratna.

"Ke taman kok buk" Jawab etha tersenyum.

"Nanti aja,kamu harus makan kan kamu jg capek udah bantu ibu" Ujar Ratna menatap prihatin kepada Etha.

"E-enggak kok buk,Etha udah kenyang," Jawab Etha sembari mengelus perut nya yang buncit itu.

"Benar kah?" Tanya ibu sekali lagi.

"Mending ibu nggak usah tawarin dia,dia kan suka jual mahal" bukan Etha yang menjawab melainkan anak laki-laki bertubuh gemuk.

"Nggak kok,Etha nggak jual mahal, Etha kan jual murah" Senyum Etha menatap anak laki-laki yang gemuk itu.

*Astagfirullah Etha nggak boleh bilang gitu😭✌️

"Eh nggak boleh bilang gitu, mending kita makan bersama-sama aja ya," Ujar Ratna.

"Nggak mau buk," ujar Etha menggelengkan kepalanya.

"Tapi sayang-" sebelum ibu Etha berujar, Etha sudah lebih dulu memotong perkataan ibu Ratna sembari berlari keluar rumah dan berteriak,"aku pergi dulu yang buk."

Ditempat lain

Dua orang berjenis kelamin berbeda sedang di tempat sepi untuk membicarakan sesuatu.

"Kita harus mendapatkan anak itu, jika dia lebih dulu di temukan orang tuanya maka rencana kita gagal," Tegas seorang wanita berusia 30an

"Kau tenang saja,aku sudah menemukan tempat anak itu di titip kan," Ujar laki- laki itu,dengan tersenyum miring.

"Kau tau kan apa kau lakukan setelah mendapat kan anak itu?" Tanya wanita kepada laki yang di samping nya.

"Mencuci otak anak itu,maka begitu dia akan salah paham akan keluarga nya dan sekaligus membenci keluarganya," Ujar nya menatap wanita itu.

🐻🐻🐻

"Siapa yang sudah mencuri uang ibu di laci?" Tegas ratna dengan murka

Sesudah mereka makan tadi ibu Ratna kehilangan yang senilai Rp 300.000 di laci nya.

"Mungkin Etha buk,dia kan keluar waktu kita makan" tuduh anak perempuan bernama khaisa

"Iya buk" teriak semua anak-anak menuduh Etha.

Tanpa pikir panjang ibu Ratna menarik Etha karena dia juga tau Etha tadi keluar pada saat mereka makan.

"Dasar nggak tw diri,ibu pikir kamu anak baik-baik!" Bentak Ratna

"B-bukan aku buk hiks," cicit etha kepada Ratna agar percaya kepadanya.

Tapi saat ini Dunia nggak berpihak kepadanya," mending kamu masuk kamar mandi,dan nggak boleh mendapatkan jatah makanan," Bentak ibu, sembari mendorong Etha masuk kamar mandi dan menutup pintu dengan keras.

"Ibu buka,bukan Etha yang ambil!" Teriak Etha menangis,memukul pintu agar ibu membuka nya, tapi hasil nya nihil.

"Knp sih...aku selalu di benci, Ibu ga sayang lagi ya sama aku? Padahal bukan aku yg curi uang Ibu.mending aku kabur saja dari pada aku disini pasti Ibu tambah benci " Ujar Etha menanggis, Sambil membuka pintu jendela kamar mandi dgn hati-hati agar tidak ketahuan oleh Ibu Panti.

🐻🐻🐻

Malam hari ini di temani dengan hujan yang deras ada seorang anak berjalan tidak tau arah dengan kaki yang telanjang.

"Tuhan Etha mau bahagia" mohon Etha dengan menangis segukan.

Dengan baju yang sudah basah kuyup Etha berteduh di halte yang dekat untuk menunggu hujan reda.

Diseberang sana nggak jauh dari halte,ada 3 orang laki-laki dewasa lagi berkumpul-kumpul untuk mencari mangsa.

"Eh bos itu ada anak kecil"tunjuk laki-laki kurus.

"Eh iya bos ada anak kecil,kita culik lumayan kalau sudah di culik uang nya bisa bagi tiga bos," kompor laki-laki berbadan gemuk dan botak.

"Bagus juga ide lu"Ujar laki-laki yang nggak lain bos Mereka sembari menuju kehalte.

"Hay Adek." sapa laki-laki kurus kepada Etha.

Hay maaf y.. kalau ad kalimat yang masih salah😤🙏

Dan kalau ada yang salah mohon bat kasih tw aku😌

Dan kalau ada yang salah mohon bat kasih tw aku😌

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Agnetha Agalia putri Zoe❤️

AGNETHAStories to obsess over. Discover now