Pertemuan Terakhir

5 0 0
                                    

                 Hari Ini adalah tepat 2 tahun kami pertama kali bertemu di taman seperti biasa kami bertemu di taman tersebut di bangku yang sama , hari itu langit menunjukan keindahan nya , seperti yang aku bilang di awal cerita ini aku tak berhenti melihat ke arah jamku karena aku sedang menunggu dirinya, 10 menit pun berlalu saat mataku sedang melihat suasana di sana mataku tiba tiba teralihkan dan terpaku pada seorang gadis yang sedang berlari dengan senyuman terukir di wajahnya, benar itu adalah dia gadis yang aku tunggu tunggu sejak saat tadi .

" Have you been waiting so long ? ( apa kamu sudah menunggu lama ?), aku minta maaf tadi aku berbicara sebentar dengan dosen ku dia ingin aku menjadi moderatornya saat dia presentasi nanti " tegurnya

" ahh its okay cause I'm waiting beautiful girl ( ahh gapapa kok karena aku sedang menunggu gadis yang cantik " godaku

" maafin aku ya , padahal aku sudah janji gak akan telat , ngomong ngomong kamu sudah makan belum ? aku bikin makanan buat kamu loh , khusus aku yang masak buat kamu yang special " katanya

" iyaa gak apa apa kok , wah terima kasih udah bikini buat aku itu berarti aku orang special dong di hidup kamu hehe " jawabku

Saat aku hendak makanan yang dia berikan tiba tiba temanku berlari ke arahku dengan tergesa gesa raut mukanya seperti orang yang ketakutan , dan dia berkata bahwa di universitas kami ada seseorang yang terinfeksi oleh virus dan meninggal dan saat itu aku pun ikut panik perihalnya kami belum tau virus apa yang terjangkit dan apa penyebabnya yang kami tahu pasti bahwa virus itu dapat menular , dan akupun melihat Jessica seperti sedang ketakutan akupun memeluk tubuhnya dan aku berkata semuanya akan baik baik saja dan aku coba menangkanya , lalu aku pun mengajak dia untuk pergi ke asrama karena itu satu satunya tempat kami berlindung , sesampainya di asrama aku menyarankan dia untuk tetap berada di ruang meeting room , disana terdapat banyak teman temanku kami pun saling bertukar informasi dan dari sana kami mengetahui bahwa virus itu adalah virus yang mematikan yang belum ditemukan obatnya dan ada kemungkinan itu berasal dari kota kami yaitu Wuhan , setelah berdiskusi hingga malam akhirnya kami kembali ke kamar kami masing masing , di esok paginya kami mendapatkan himbauan dari universitas kami bahwa kami dilarang untuk keluar dari asrama karena ternyata virus ini sangat mematikan dan sudah sampai ribuan orang yang terjangkit oleh virus ini , setelah mendengar info itu aku langsung mencoba untuk menelpon jessi m akupun menanyakan bagaimana kabarnya apakah dia baik baik saja karena aku sangat khawatir saat itu , dan akupun memutuskan untuk pergi ke kamarnya , sesampainya disana aku berkata pada Jessica bahwa aku mencintainya , aku mengerti dan tahu bahwa itu bukan waktu yang pas dan itu bukan waktu yang romantis untuk menyatakan cinta tetapi aku tidak mau sampai aku tidak menyatakan cintaku pada dirinya aku pikir mungkin ini terakhir kalinya aku dapat menyatakan cintaku padanya , setelah aku menyatakan cintaku padanya aku melihat dia tersenyum dan menangis yang membuat ku bingung lalu aku bertanya apa yang terjadi , dia menjawab bahwa dia Bahagia karena aku merasakan hal yang sama dengan dirinya , ya benar dia juga mencintaiku tetapi disisi lain dia sedih karena dia takut bahwa ini mungkin terakhir kalinya kami bertemu , karena sejak tadi pagi para mahasiswa internasional menghubungi kantor kedutaan dan beberapa orang di negaranya masing masing mereka meminta untuk dijemput pulang ke negaranya masing masing dan dia berkata bahwa dia sedang demam dia takut bahwa dirinya telah terjangkit virus tersebut , yang kami ketahui mengenai virus ini adalah virus ini bernama covid-19 atau dikenal dengan virus corona ,dan salah satu indikator bahwa terjangkit atau tidaknya dengan melihat suhu tubuh kita masing masing apakah suhu tubuh kita panas atau tidak , mendengar dia berkata seperti itu akupun takut dan panik , saat aku mendekatinya untuk memeluk agar menenangkan dia tetapi dia malah menjauh dariku dia berkata jika aku benar benar terkena virus ini aku tidak mau orang yang aku cintai akan menderita sepertiku juga , disana aku sangat bingung apa yang harus aku lakukan ,dan saat itu aku menelpon kenalanku dia seorang dokter dan akupun menceritakan semuanya kepadanya dan dia menyarankan untuk pergi ke rumah sakit , dan akupun pergi mengantarnya ke rumah sakit , kondisi jalan saat itu sudah sepi karena sebenarnya pemerintah juga menghimbau untuk tidak bepergian keluar dari rumah , kami pergi ke rumah sakit dengan berjalan sekitar 15 menit , sesampainya disana aku diberitahu untuk menjaga kondisi kesehatanku dan aku di berikan masker dan hand sanitizer , lalu saat jessi di check ternyata benar bahwa dia positif terkena virus corona , mendengar bahwa dia telah tertular membuat hatiku hancur berkeping keping dan dia pun menangis lalu aku memeluk dia dan aku berkata bahwa semuanya akan baik baik saja kau akan sembuh kau harus yakin akan hal itu , lalu pihak rumah sakit menghubungi pihak kedutaan Korea yang berada di china bahwa ada warga negara nya yang terinfeksi , hanya menunggu beberapa menit saja perwakilan dari kedutaan Korea datang menjemputnya mereka mengatakan bahwa jessi harus di karantina dan dipulangkan ke Korea , mendengar hal itu aku tambah sedih bagaimana tidak aku baru saja menyatakan cinta padanya dan tepat setelah itu dia tertular virus yang mematikan dan sekarang aku harus berpisah dengannya , aku memohon kepada perwakilan kedutaan apakah tidak ada jalan keluar lainya tapi mereka mengatakan bahwa inilah yang terbaik , tanpa sadar aku meneteskan air mata , tiba tiba Jessica memeluk dan dia berkata seperti yang kamu katakan tadi bahwa semuanya akan baik baik saja .

Setelah itu Jessica berangkat ke kedutaan Korea dan terbang ke Korea , aku belum sempat untuk mengatakan selamat tinggal padanya ,tetapi saat aku bertanya kepada kedutaan Korea ternyata dia sudah pulangkan ke Korea untuk dikarantina , dan sebenarnya pada saat itu teman temanku dari Indonesia sedang berjuang agar mereka dipulangkan dan pemerintah Indonesia mengisyaratkan kami untuk tetap tenang, bagaimana kami bisa tenang makanan kami sudah mulai habis dan pemerintah hanya berkata bahwa kami harus sabar

Setelah 7 hari kepergian jessica , selama itulah dia telah tertular virus corona dan aku sangat tidak percaya akan hal itu , dan sudah 7 hari juga aku tidak mendapatkan kabar satupun dari jessica ataupun kedutaan Korea dan aku pun bertanya tanya pada teman temannya dan mereka pun sama tidak mendapatkan kabar jessi , lalu pada sore harinya aku dan teman temanku harus meninggalkan Wuhan karena kami telah dijemput oleh pemerintah dari negeri kami , aku tidak bisa pergi tanpa mengetahui kabar dari jessica , bagaimana denganya ? apakah dia baik baik saja ? itulah yang selalu aku pikirkan , dan saat waktu untuk berangkat aku mendapatkan berita virus corona yang terjadi di Korea , akupun gerak cepat karena Korea berkaitan dengannya dan saat aku melihat artikel tersebut sudah ada beberapa korban dari virus ini , dan akupun mencari cari informasi tentang siapa saja korban meninggal karena virus ini dan aku menemukan artikel tentang mahasiswa Korea yang berasal dari Wuhan telah meninggal dikarenakan virus ini , sontak itu membuatku sangat kaget dan tiba tiba ada notifikasi telepon ternyata itu adalah orang tua dari Jessica memang setelah Jessica dipulangkan kami Bersama selalu saling bertanya apakah diantara kami mendapatkan informasi mengenai kondisi Jessica , dan ternyata maksud dari orang tua Jessica menghubungiku karena itu , aku mendengar suara rintihan dari orang tua Jessica dan di belakang terdengar suara tangisan , seolah olah aku sudah mengetahui apa yang akan dikatakan oleh orang tua Jessica aku menangis , dengan nada suara berat orang tua Jessica berkata kepadaku bahwa Jessica telah tiada karena dia tidak dapat menahan virus itu di tubuhnya karena Jessica sedari kecil mempunyai imun tubuh yang lemah,dan akupun mengatakan bahwa aku sangat teramat berduka cita dan aku mengatakan pada orang tuanya bahwa aku mencintai dirinya dan setelah aku pulang dari negeriku dan menyelesaikan segala urusanku aku akan terbang ke Korea ke tempat peristirahatan terakhirnya

Aku tidak bisa berlama lama bertelepon dengan orang tuanya karena aku harus pergi masuk ke pesawat , dan itulah kisahku , kisah dengan seseorang yang sangat aku cinta , orang yang pertama kali aku temui dan pertemuan terakhirku dengannya , dan inilah kisah cinta terakhirku di Wuhan yang cukup tragis  

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Oct 07, 2021 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Cinta terakhir di WuhanWhere stories live. Discover now