Aeldra Raesha

131 11 1
                                        

Pagi ini Aeldra meruntuki dirinya karena ia lupa menyalakan alarmnya. Ia sibuk bermain game online semalaman hingga lupa waktu. Biasanya akan ada Alister yang membangunkannya. Tapi kemarin, Alister berangkat ke Australia karena ada urusan mendadak. Mereka berdua memang memiliki usaha yang dikelola masing-masing. Karena kedua orang tuanya memiliki kekayaan yang berlimpah, mereka berdua tak pernah kekurangan materi sedikitpun sehingga mereka bisa sukses di usia yang muda.

Aeldra segera bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah. Untuk ke sekolah, ia hanya perlu berpakaian formal. Karena sekolahnya adalah salah satu sekolah swasta terbaik di Jakarta. Ia memakai setelan serba hitam andalannya seperti biasa.

Ia melirik jam miliknya, tepat pukul 07.30 ia segera berangkat. Aeldra mengendarai mobilnya dengan kecepatan diatas rata-rata.

Tak butuh waktu lama, gerbang sekolahnya telah terlihat. Ia tersenyum simpul dan memasuki gerbang sekolahnya. "Birendra school"

"Belum terlambat." Gumamnya.

Aeldra menyusuri koridor dengan kedua tangannya dimasukkan ke dalam saku celana miliknya. Ia berjalan dengan santai menuju kelasnya. Bisa dilihat, ada beberapa siswi yang berdecak kagum melihat pemandangan un-real dihadapannya. Aeldra memang memiliki daya tarik tersendiri.

Sebelum Aeldra masuk kedalam kelasnya, ia melihat Lucas, sahabatnya. Bisa ia lihat, Lucas sedang kebingungan.

"Kenapa cas?" Tanya Aeldra sambil menatap Lucas dari bawah hingga atas.

"Ah gue nungguin lo Ra, gak biasanya lo dateng sedikit telat kayak sekarang." Jawab Lucas dengan wajah cemasnya.

"Oh itu gue kesiangan bangunnya. Biasanya ada Alister, hari ini dia gak ada." Ucap Aeldra sambil terkekeh melihat kekhawatiran Lucas.

"Alister gak ada? Dia kemana?" Tanya Lucas sambil mengerutkan dahinya.

"Australia." Jawab Aeldra lalu masuk kedalam kelas meninggalkan Lucas. Ia yakin, Lucas akan bertanya apa yang dilakukan Alister disana. Dan masih banyak pertanyaan lainnya. Lebih baik ia menghindar.





...

Pelajaran berlangsung dengan sangat tenang. Aeldra menyelesaikan tugas kimia-nya dengan mudah. Aeldra adalah salah satu siswa terpintar di sekolahnya. Ia selalu ditunjuk untuk mengikuti OSN, sama seperti adiknya, Alister.

Setelah bel istirahat berbunyi, Aeldra berniat mengirimkan pesan kepada Alister sekedar ingin bertanya tentang kabar adiknya. Namun baru saja ia akan mengetikkan pesannya, ponselnya berdering. Tertera nama Alister. Ia pun langsung mengangkatnya.

"Alister ? How r u ?"

"Not bad, lo gak telat kan kak ?"

"Hampir"

"Hilangin kebiasaan buruk lo itu kak. Jangan tidur terlalu larut."

"Lo nelfon gue cuma mau nanyain ini?"

"Iya , salah?"

"Buang-buang waktu aja lo." Balas Aeldra lalu mematikan telfonnya secara sepihak. Alister memang terkadang bertingkah tidak jelas seperti itu. Padahal Aeldra tau jika Alister ingin menanyakan soal Zeline, pacar adiknya.

Aeldra tersenyum simpul mengingat-ingat tentang adiknya yang sudah memiliki kekasih sejak 2 tahun yang lalu. Sedangkan Aeldra? Ia sama sekali belum pernah merasakan apa itu jatuh cinta.

Aeldra berjalan menuju kantin. Ia yakin, Lucas dan Birendra telah berada disana sejak tadi. Lucas dan Birendra adalah sahabat Aeldra dan Alister sejak mereka kecil. Jangan heran jika Birendra memiliki nama yang sama dengan sekolahnya. Birendra adalah anak dari pemilik Birendra school.

"Kak Aeldra duduk disini aja." Ucap Dean, ah ya Dean adalah salah satu dari mereka. Bedanya ia seumuran dengan Alister.

"Thanks bro." Balas Aeldra lalu segera duduk.

"Mau makan apa nih ra?" Tanya Birendra. Jujur saja, Aeldra adalah orang yang sangat pemilih dalam segala hal. Tak heran jika ia masih betah sendiri hingga saat ini.

"Cheese burger." Jawab Aeldra singkat.

"Minumnya?" Lucas buka suara kali ini.

"Ice Americano." Jawab Aeldra lagi-lagi dengan sangat singkat tanpa menatap orang yang menanyainya.

"Thai tea aja Ra, americano terlalu pahit buat lo." Ucap Birendra sambil tersenyum jahil ke arah Aeldra.

"Gue suka." Balas Aeldra tanpa melihat lawan bicaranya. Lagi.

"Sama gue?" Ucap Birendra membuat Aeldra langsung menatapnya dengan menaikkan salah satu alisnya.

"Hahahahahhahahaha udah deh Bi, lo pesanin aja. Gue juga samain tapi minumnya vanilla latte aja. Lo gimana ?" Tanya Lucas kepada Dean yang sejak tadi hanya menyimak percakapan mereka.

"Samain aja sama kak Lucas."

"Oke , wait bro!" Ucap Birendra lalu beranjak untuk memesan makan siang mereka hari ini.


"Oke , wait bro!" Ucap Birendra lalu beranjak untuk memesan makan siang mereka hari ini

Oops! Bu görüntü içerik kurallarımıza uymuyor. Yayımlamaya devam etmek için görüntüyü kaldırmayı ya da başka bir görüntü yüklemeyi deneyin.




Selamat berkenalan dengan Aeldra , cowok dingin tapi penyayang. Penasaran sama Alister? Stay terus ya.

S H A D O WBağımlısı olacağınız hikayeler. Şimdi keşfedin