Sama seperti pagi pada umumnya, disini begitu ramai dan berisik. Namun sepertinya sosok pria yang sedang duduk dikursi paling depan itu tidak terganggu sama sekali.
Dia adalah Ramaendra Anderson, seorang pria yang mungkin bisa dibilang sedikit angkuh.
"RAMAAA!!" terdengar suara teriakan sesorang dari arah koridor menuju kelas Rama, Rama yang mendengar itu segera mencari asal suara yang sebelumnya ia dengar.
Tiba-tiba muncul sosok seorang gadis dengan rambut yang sedikit berantakan dengan ekspresi yang sedikit muram diambang pintu kelas.
"Lo kenapa ninggalin gua sih anjir, liat keadaan gua gara-gara ojol." gerutu gadis itu sembari berjalan ke arah Rama dan duduk dikursi tepat disebelah Rama.
"Oh, sorry Lia lupa." jawab Rama acuh dan kembali sibuk pada ponsel miliknya dan membuat gadis itu semakin geram padanya.
Gadis itu adalah Julliane Steffanie, Julliane adalah sahabat masa kecil Rama dan sudah menjadi tetangga bahkan sebelum mereka lahir.
Bisa dibilang Julliane adalah satu-satunya orang yang akan menangis sejadi-jadinya jika terjadi sesuatu pada Rama, mungkin sedikit terlihat berlebihan tapi memang itu yang selalu terjadi sejak dulu.
*Flasback*
Lia terus berdiri di depan ruang BK dengan perasaan gelisah
'Rama bisa-bisanya lo bikin masalah padahal murid baru.' batin Lia pada dirinya sendiri.
Tak berselang lama Rama keluar dari ruang BK dan langsung disambut oleh Lia dengan mata yang sudah berkaca-kaca sejak tadi.
"Lo ngapain disini?" tanya Rama yang melihat Lia berkeliaran disekitar ruang BK.
"Lo gak seharusnya nanya itu anjir, harusnya lo nanya gua baik-baik aja apa gak!" jawab Lia yang tengah menangis itu, Rama yang panik dan kebingungan karena menjadi pusat perhatian itu segera melepas jas almameter dan menutupi Lia yang sedang menangis.
"Lo kenapa anjir, entar gua dikira ngapa-ngapain lo gimana?" tanya Rama panik, Rama menatap Lia yang sedang menangis dengan otak yang terus berputar memikirkan berbagai alasan yang logis kenapa gadis tersebut tengah menangis dihadapanya.
"Ngomong Lia jangan cuma diem terus bikin gua bingung." Ucap Rama yang terus dibuat kebingungan dengan tingkah Lia.
"Ya lo bego banget jadi manusia, lo baru masuk udah bermasalah aja." Ucap Lia menggebu-gebu dan menatap sinis Rama dengan mata yang berkaca-kaca itu.
"Lo kenapa malah ikut kesulut emosi, lo kan tau si Wahyu emang gila!" ucap Lia kesal
"udah lah cape gua sama kelakuan lo." lanjut Lia yang segera pergi dari hadapan Rama.
Rama yang makin kebingungan hanya bisa menatap punggung gadis itu yang semakin menjauh.
"Lia bentar, tungguin gua anjir." Ucap Rama sembari mengejar Lia, tanpa perlu usaha lebih dengan cepat Rama sudah menyamakan langkahnya dengan Lia. Tanpa ragu Rama merangkul pundak gadis itu yang masih terus menangis.
"Gini deh, lo mau apa? bilang ke gua sekalian permintaan maaf gua karena udah bikin lo nangis." bujuk Rama agar Lia tidak lagi menangis, benar saja Lia yang mendengar itu langsung berbalik ke arah Rama dengan senyum yang sangat lebar.
"Beneran apa aja? Jangan nyesel ya nanti." ucap Lia semangat yang membuat Rama menghela nafas karena tau apa yang akan terjadi namun tidak memungkinkan Rama untuk menolaknya.
"Iya iya, apa aja buat nona Lia." Ucap Rama.
"Jangan kayak terpaksa gitu dong, jadi gua mau lo bilang iya ke semua yang gua suruh." Pinta Lia dengan mata yang berbinar,
YOU ARE READING
Too Soon [ On Going ]
Teen Fiction"Gua bisa ngilang kapan aja, gua juga bisa tiba-tiba muncul lagi di kehidupan lo kapanpun gua mau." Ucap pria itu dingin. "Karena, gak ada satu orangpun yang bisa gantiin posisi gua di hidup lo Lia." Lanjut pria itu dengan ekspresi yang masih sama. ...
![Too Soon [ On Going ]](https://img.wattpad.com/cover/280390658-64-k279438.jpg)