awal

3.4K 76 0
                                        

         Mawarde jongh - mesin waktu

Kusibukkan diri dengan semua perlengkapan kerja . Melupakan sejenak peristiwa mengecewakan yg terjadi kemarin siang .
Kusambar kunci motor segera , kulangkahkan kaki ku menuju tempat dimana mungkin nanti bisa membuat pikiranku tenang peristiwa kemarin sedikit mereda.

Sekitar 25 menit aku mengendarai motorku , hingga kini tibalah didepan sebuah supermarket tempat ku bekerja.  Ya .. aku hanyalah pekerja supermarket di kota Palembang ini . Bukan gadis berpangkat , berwawasan tinggi ataupun memiliki gelar . Tapi sekarang aku tengah melanjutkan pendidikan dijenjang universitas Palembang .

Memang tak mudah , tapi keadaan membawaku untuk menjadi gadis yg kuat . Anak perempuan pertama yg harus menjadi panutan untuk adik nya. 

Kulangkahkan kakiku menuju bar kasir supermarket . Kulihat kedua sahabatku telah sibuk merapikan rak rak cemilan .

" Pagi Zen .. pagi sya ". Sapaku kepada kedua sahabatku kerja .

" Pagi ghe ". Balas mereka .

Kududukan bokongku di kursi kasir . Meletakan tas punggung yg kubawa dari rumah . Kunyalakan layar komputer untuk menyelesaikan pekerjaan ku hari ini .

" Ghe ". Teriak Zena sambil berlari kearah ku dengan senyum sumringhnya. Alisku menaut , ada apa gerangan pagi pagi begini Zena sangat senang bahkan cengar cengir .

" Ghee .. aaaa seneng banget sumpah ". Ucapnya

" Apa Zen ". Balasku tanpa melihat rautnya lagi , karna ku fokuskan mataku ke layar komputer .

" Seneng banget sumpah ghee .. tau gakk kalo semalem Dion bales chat gw dong . Aaaa seneng bangett udah sebulan lebih padahal chat gw mantengin dia , akhirnya dibales donggg ". Ucapnya .

Aku ikut senang jika Dion sedikit demi sedikit membuka hati untuk Zena .

Dion adalah sahabatku sewaktu SMA , dan sekarang dion telah menjadi seorang polisi . Dion memang sering mengunjungi ku di sini sehingga tanpa sadar Zena dan syahfa pun mengenal Dion .

" Auwww sakit dong faa .. gimana sih ". Omel Zena pada syahfa yg telah menyentil keningnya .

" Elah lebay Lo Zen , baru juga di bales  chat Ama Dion . Pasti Dion juga kepaksa bales karena Lo ngechat dia terus risih tuh pasti dion ". Ucap syahfa

" Heh ! Lo kalo ngomong suka bener dah ". Balas Zena

"Sakit bego ". Timbal syahfa yg juga memegangi keningnya yg kena balas sentilan keras dari Zena .

Aku hanya mampu menggeleng gelengkan kepala melihat kelakuan Zena dan syahfa . Umur udah siap nikah tapi kelakuan masih absur kek anak TK . Tapi tak apalah mood ku kembali meningkat karena kelakuan konyol mereka .

" Bagus dong Zen kalo Dion bales Lo ". Timpalku .

" Eeh apa jangan jangan , selama ini Dion emang suka gw ya ? Terus gak mau ngaku karna gengsi .. kyaa seneng bangett gw ". Ucap Zena sambil meloncat loncat ke arah rak tempat ia menyimpan semua barang yg ia kerjakan tadi. 

" Zena halu nya ketinggian banget , ntar jadi halu halu Bandung mampus ". Sambar syahfa lalu pergi ke arah belakang supermarket. 

Kulanjutkan pekerjaan ku untuk menyibukan diri lebih tepatnya.  Karena memang belum ada yg akan ku kerjakan . Pikiran ku kembali berkelana pada peristiwa kemarin . Peristiwa yg menurutku paling mengecewakan dan mengejutkan bagi ku .

Dimana semua wanita pasti akan senang bila orang yg dicintai kembali ke pelukan . Tapi bagiku saat itu adalah hari yg tak mau aku temui .

Dia kinar

Sang Perwira Untuk Ghea Stories to obsess over. Discover now